Rabu, 26 Agustus 2015

Keping - Sudah Lelah Bertahannya?

1.
Kalau memang niatnya mau jatuh cinta lagi, ya hatimu jangan ditinggal di masa lalu.

2.
Berjuang itu bersama-sama, bukan satu orang berjuang, satunya lagi menunggu hasilnya.

3.
Ngarepnya menyenangkan, tidak sesuai kenyataannya tidak.

4.
Kangennya sudah, nurunin ego untuk bilang kangennya yang belum.


Rabu, 10 Juni 2015

Cinta Pernah Tidak ke Mana-mana Sampai Beberapa Waktu Lamanya



Kita ini seperti sepasang, tanpa pernah benar-benar berduaan.

Jika sudah ngobrol, it was more than fun. Kamu bisa menceritakan apa saja dan aku bisa mendengarnya kapan saja dan berapapun lamanya. Kata demi kata. Bagiku itu seperti menonton sebuah film epic yang mampu membuat kita terpaku dan menontonnya berkali-kali. 

And then, there’s voices in my head, says, ‘Let's talk, and I will happy till the sky get dark’.

Kalau kamu sudah mulai menceritakan sesuatu yang lucu, aku akan terbahak. Don’t you know that it's funny how you can always make me laugh (or should I say happy?). Nobody can make me laugh like you did. Rasanya lebih hangat di dalam sana, di dada. Karena aku juga melihat kamu tertawa. 

Itu menyenangkan. Kita, melakukan hal-hal sederhana. Berbahagia di dalamnya. Tidak muluk-muluk. Tidak harus ke Bali, atau belanja ke Singapore. Tidak harus ke Dufan atau ke menara Eiffel. Cukup seperti ini saja. Ngobrol berdua, dengan kebegoan-kebegoan cerita di dalamnya. Tertawa bersama, melakukan hal bodoh bersama. Karena bahagiaku memang selalu sesederhana, 'apapun, selama bersamamu, aku bisa bahagia.'

Denganmu, aku tidak harus berpura-pura. Tidak harus terlihat pintar, bijaksana, atau dewasa. Cukup menjadi aku saja. Katamu, aku sudah menyenangkan. Tidak perlu menjadi yang bukan aku sebenarnya. Selama itu adalah yang terbaik dari diriku sendiri, berarti itulah aku yang sebenarnya. Kalimat yang tidak pernah bisa aku lupakan dan tanpa kamu tahu, dari sana aku mulai bisa mencari tahu siapa aku sebenarnya. Di situlah aku mulai jatuh cinta. (Apa kamu mengetahuinya?)

Rabu, 18 Maret 2015

Percuma



Aku bisa saja tetap ‘mengganggumu’ dengan pesan-pesan ‘Apa kabar?’ atau ‘Lagi apa?’-ku. Aku bisa juga meneleponmu hanya untuk mendengar suaramu dan membuatmu terbiasa dengan perbincangan-perbincangan kita maupun keberadaanku. Apapun selama aku bisa sekadar menyiratkan, “Hai! Aku di sini. Aku ada. Lihat aku.”

Aku bisa saja tetap berharap kalau suatu saat kamu akan memberikan bunga, mengatakan kalau kamu menyadari perasaanku dan kamu merasakan yang sama. Harapan yang tidak juga hilang meski sudah berusaha berulang kali kulupakan.

Kamis, 26 Februari 2015

Selama Tentang Kamu, Fey


Dengar, jangan lakukan apa-apa, jangan katakan apa-apa. Cukup baca dan pahami saja. Kamu tidak perlu membalasnya, tidak perlu juga terlalu memikirkannya.

Kalau kamu butuh teman untuk bercerita, kamu punya emailku, punya sosial mediaku untuk membaginya. Aku pasti akan membalasnya secepat aku bisa.

Kalau kamu butuh bahuku, selama memungkinkan aku juga bisa mengusahakan untuk ke sana. Bahuku untukmu kapan saja. Untuk bersandar ketika kamu lelah dengan dunia, atau untuk sekadar menyandarkan bahagia agar tidak berlebihan dalam menanggapinya. Mungkin tidak seberapa, tapi kadang hanya itu yang aku punya untuk bisa melihatmu kembali tertawa seperti biasanya.


Senin, 22 Desember 2014

Mungkin Bila Nanti



Rasanya berbeda setelah kamu tidak ada. Malam-malamnya, suasananya, apa saja. Karena hangat yang biasanya muncul begitu saja di dalam dada kapanpun kamu menyapa, kini tidak lagi muncul memanjakan mata. Hanya ada bayanganmu di kepalaku yang tidak bisa kulupa. 

Rasanya tidak lagi sama meski aku pun masih baik-baik saja. Aku masih bisa makan ayam goreng kremes kesukaanku, teh melati hangat, atau membaca buku. Masih bisa berjalan-jalan ke mall, menonton film, atau ke pantai yang aku suka. Masih bisa bekerja dan bersenang-senang. Tetapi pasti lebih menyenangkan kalau kamu masih ada.

Kamis, 04 Desember 2014

Untuk Nanti


Aku tidak pernah lupa.

Aku tidak pernah lupa bagaimana menyenangkannya ketika kita tidak melakukan apa-apa, selain berbincang saja. Entah apa pun temanya, aku menikmatinya. Dari yang paling ringan tentang buku, film, sampai hal berat  seperti politik dan negara. Kita sering berbeda pendapat, tentu saja, terutama tentang politik dan negara. Tetapi tidak pernah masalah, karena justru bedalah yang membuatku bisa menemanimu berlama-lama. Kita bisa berdebat di sana.

Aku tidak lupa juga, bagaimana hanya dengan melihatmu, aku bisa tersenyum begitu saja. Aku tahu itu cinta, aku hanya tidak tahu apa kamu sebenarnya mengetahuinya. Kenapa juga kamu mau di sini bersamaku berlama-lama? Kenapa kamu selalu menjadikanku yang pertama kamu hubungi jika ingin berbicara? Cinta juga?

Tetapi aku tidak pernah (berani) menanyakannya. Terlalu takut juga untuk mengira-ngira kalau itu harapan. Jadi, aku tetap diam saja dan menikmati kapanpun kamu ingin aku di sana.

Aku juga ingat pada saat kita sering menyanyi bersama. Lagu-lagu Adele (kamu sering mengejanya A-de-le, dengan dele nya seperti kata kedelai di bahasa Jawa), Sheila on 7, Padi, Cokelat, Katy Perry, Natasha Beddingfield, John Mayer, dan lain-lain. Sampai aku suatu ketika memetik gitarku dan menyanyikan lagu yang masih asing bagimu.

           Broken pieces
A hundred kisses
A million views
Pictures of you

Senin, 24 November 2014

Keping - Kalau Melepaskan Sekarang


1.
Pelan-pelan saja melepaskannya, tapi konsisten. Bukan berkali-kali nengok ke belakang.

2.
Kamu terlalu berani terus mengingat, terlalu takut melepas kenangan yang terlanjur kamu ikat.

3.
Kamu tidak bisa ke mana-mana kalau hanya memikirkan masa lalumu saja.

4.
Kalau kamu tidak menutup jalan kembali ke masa lalu, kasihan masa depanmu.


Selasa, 18 November 2014

Pemenang Giveaway Residu Namarappuccino



Mohon maaf, pengumuman pemenangnya terlambat satu hari.

Yang jelas saya senang dengan responnya. Terutama ketika membaca blog-blog yang mengikuti giveaway ini. Saya jadi tahu, banyak yang mengalami kisah yang sama dengan postingan di namarappuccino. Saya juga senang karena ada yang terinspirasi dengan postingan-postingan di namarappuccino.

Selain itu, saya juga jadi tahu, blog ini menyebar karena berbagai hal. Ada yang ikut teman, ada yang karena tahu dari retweetan, dan lain sebagainya.

Well, langsung saja, berikut ini pemenang Giveaway buku Residu.


Senin, 10 November 2014

Giveaway Namarappuccino








Sesuai janji, namarappuccino akan mengadakan giveaway. Tentu saja salah satu giveaway yang diberikan adalah buku #ResiduNamarappuccino. Ada 3 buku yang akan diberikan bagi pembaca namarappuccino. 

Sebagai catatan, Residu adalah kumpulan tulisan yang ada di blog ini dengan banyak cerita baru yang kalau suka namarappuccino, pasti akan suka juga kisah-kisah baru ini.