Remember when I said my first ‘hello’, and you smiled at me
then you said your first ‘hello’ too?
Itu awal kita saling mengenal. Aku sampai memperhatikan
semua detail tentangmu. Tentu saja aku membuatnya agar tidak terlalu kelihatan. Tapi aku memang memperhatikan dan merekam semuanya sebisaku. Rambutmu yang panjang, tinggimu yang sepundakku, matamu
yang cokelat bening, semuanya. Tahukah kamu, itu pertama kali aku berani menyapa seorang
gadis? Bahkan sampai sekarang aku masih tidak percaya kalau aku nekad menyapamu ketika
itu. And, by the way, I never
forget that first ‘hello’.
Remember when we had silly talks about everything all nights
through cellphone?
Kita bercerita tentang makanan dan minuman apa yang kita
suka, film, komik, buku, semuanya. Kita juga menceritakan kebodohan-kebodohan yang
masing-masing pernah lakukan, lalu tertawa bersama. Kamu mengolokku atau aku
yang terbahak dengan keisenganmu. Tanpa sadar, pagi sudah datang dan ternyata
kita belum tidur sama sekali. That was fun.
