Kamis, 16 Oktober 2014

Jangan Lupa Kembali



Sebenarnya aku ingin mengatakan, boleh saja pergi, tapi jangan lupa kembali. Tetapi tidak kamu dengarkan. Kesempatan yang aku berikan malah membuatmu lupa pulang.

Mungkin aku kurang berhati-hati. Atau mungkin kamu yang memang berniat pergi.

Kalau yang terakhir itu, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi.



Jumat, 26 September 2014

Keping - Luka Kita


1.
Luka ada untuk membuat kita belajar, bukan meratapinya dan membuat diri kita sendiri jatuh sampai dasar.

2.
Rasa sakit kadang tidak bisa dihindari, tapi menderita lebih lama atau bangun secepatnya itu kadang pilihan kita sendiri.

3.
"Can you tell me how to move on from you?" | "Nothing. Just keep it in your mind that I never love you."

4.
Kita, dua orang yang ingin bertegur sapa, tapi tidak tahu harus bagaimana memulainya.

Selasa, 23 September 2014

Pilih Mana?


Ini adalah cover buku namarappuccino yang rencananya untuk giveaway. Kira-kira bagus yang mana? :)




Senin, 22 September 2014

Book of Dreams


Kali ini saya tidak menulis fiksi dulu, jika boleh.

Ada yang pernah memiliki book of dreams?

Saya punya. Meski tidak dalam buku, tetapi dalam file dokumen di Word. Ada sekitar 73 mimpi di sana. InsyaAllah tidak akan berubah, tetapi boleh bertambah. Ini untuk mengingatkan saya agar tetap di jalur yang sama, dan harus mencapainya. Yang penting punya tujuan dulu, kalau tidak, bisa-bisa kita hanya berputar-putar saja. Tujuan membuat kita fokus, lebih terarah, dan enak menjalaninya.

Beberapa mimpi pernah saya ceritakan kepada orang lain. Salah satunya adalah “Suatu hari harus ada buku yang di namanya tertulis namaku.”

Tahun berlalu, tidak ada nama saya di satu pun buku. Tahun lagi berlalu, dan berlalu, dan berlalu. Entah berapa tahun, bertemu lagi dengan orang itu. Saya masih mengatakan hal yang sama. Dia tertawa. Keras. “Ini sudah tahun berapa?”

Senin, 15 September 2014

Tetap Menyimpannya



Kalau suatu hari kamu bertanya apa yang paling bisa membuatku bahagia, aku akan menjawab, "Kamu saja."*



---------------

Kamis, 11 September 2014

Masih Di Sini



Kalau kamu menua nanti. Dengan keriput di hampir seluruh kulitmu dan sudah tak lagi punya gigi. Dengan aku menuntunmu atau kamu menuntunku karena salah satu dari kita sudah tidak lagi mampu sempurna melangkahkan kaki. Dengan seharian meluangkan waktu hanya ngobrol, nonton tv, membaca koran, atau sekadar duduk-duduk sambil minum teh atau kopi.

Aku masih akan di sini, mencintaimu lagi.

Kamu mungkin tidak lagi secantik dulu. Tetapi kamu pasti masih cantik sesuai usiamu di mataku.
Kita mungkin juga tidak sekuat ketika masih muda. Tidak bisa ke mana-mana karena kaki kita sudah tidak sehebat biasanya. Tetapi waktu yang kita luangkan bersama akan lebih lama dari dulu waktu kita masih berumur dua puluh lima. Mungkin di sela-selanya, kita bercerita tentang masa lalu kita. Bukan, bukan masa lalu kita bersama orang lain. Kita, masa lalu kita berdua dari bertemu sampai sekarang kita menua. Pertengkaran-pertengkarannya, kebodohan-kebodohan mempertahankan ego siapa yang benar, kecerewatanmu dan kekeraskepalaanku, bla bla bla. Tetapi meski dengan semua itu, dengan semua pertengkaran dan ego kita waktu masih muda itu, kita masih bertahan,


Sabtu, 06 September 2014

Tidak Bisa Sebagian Saja



Kata orang, jangan beri semuanya kalau sedang jatuh cinta. Sisakan ruang di hati untuk dirimu sendiri. Agar tidak habis kalau dia pergi. Agar
masih ada kesempatan untuk jatuh cinta kembali.

Aku sudah mencobanya, tetapi kalau denganmu, aku tidak pernah bisa memberi sebagian saja. Aku selalu ingin memberi hatiku, sepenuhnya.

Kamis, 04 September 2014

Keping - Yang Benar-benar Bersamamu


1.
Yang benar-benar bersamamu lebih penting daripada 'pasangan yang kamu inginkan dalam imajinasimu'.

2.
Pada akhirnya, cinta akan mengerti ke mana dia harus menitipkan hati.

3.
Kita akan selalu berbeda, tidak bisa sama. Tetapi cinta akan membuat kita (seharusnya) bisa menerima.

4.
Kadang-kadang, kita terlalu jauh mencari, padahal yang terbaik sudah menemani.


Senin, 18 Agustus 2014

Begitu Ada Kamu


Pernah merasa selalu berusaha menarik perhatian seseorang dan sudah mencoba berbagai cara, tetapi semuanya tetap sia-sia?

Pernah merasa kangen sekangen-kangennya sampai tidak berani mengatakannya karena takut yang dikangenin tidak merasakan hal yang sama?

Pernah merasa benar-benar ingin memeluk seseorang tapi tidak pernah bisa melakukannya karena orang yang ingin dipeluk bukanlah siapa-siapanya kita?