Kamis, 30 Juni 2011

Kalau Begitu, Apa Masalahnya?

Que sera sera
What ever will be will be
The future is not ours to see
Que sera sera



Saya suka lagu ini. Pertama kali mengenalnya dari guru bahasa Inggris di SMP tempat saya belajar. Nadanya sederhana, syairnya juga sederhana. Bercerita tentang seorang gadis kecil yang bertanya kepada ibunya, “Apakah nanti saya akan cantik? Apakah saya akan kaya?” Dan sang Ibu hanya menjawab, “Que sera sera (Apa pun yang terjadi, terjadilah). Masa depan bukan hak kita untuk melihatnya. Que sera sera.”

Lihat kan? Sederhana pertanyaannya, sederhana jawabannya. Karena pada kenyataanya memang sebagai manusia, kita tidak bisa melihat masa depan, bahkan jika kita ini seorang Nostradamus sekali pun. Ramalan adalah sebuah kebohongan, seberapa pun benarnya ramalan itu.

Oh, kita bisa jadi sedang kaya saat ini, apa bisa menjamin kita akan tetap kaya nanti?
Oh, kita bisa jadi sedang sangat miskin saat ini, apa memang kita akan tetap miskin sepanjang masa nanti?
Oh, kita sedang bersama dengan orang yang kita sayangi saat ini, apakah bisa menjamin kita akan tetap selalu bersamanya sampai nanti?
Oh, banyak yang sedang berdemonstrasi tentang korupsi saat ini, apakah bisa menjamin orang-orang yang berdemo itu tidak akan korupsi ketika menjadi pejabat nanti?
Oh, seseorang yang bersama Anda saat ini sangat mencintai Anda, apakah bisa menjamin dia akan tetap mencintai Anda sampai nanti sampai mati?
Oh, Anda sedang membenci orang saat ini, apa bisa menjamin Anda tidak akan berbalik mencintainya saat nanti?


Ini bukan skeptis. Ini juga bukan menakut-nakuti. Pada kenyataannya, tidak ada yang pasti dengan masa depan. Kita bermimpi, iya. Kita berharap, boleh. Kita mengusahakan, pasti. Lalu, yang lainnya, biar Allah yang memutuskan. Biar masa depan kita tunggu saja kedatangannya. Mau melihat sebagaimanapun, kita hanya memperkirakan, tapi tak pernah bisa memastikan.

Jadi, bagaimanapun keadaannya, bersama siapa pun kita sekarang, entah miskin entah kaya, entah sedang pahit entah sedang bahagia, jangan takut dengan masa depan. Hadapi saja. Lakukan saja apa yang harus dilakukan. Bermimpilah, tapi juga usahakan untuk diwujudkan. Bersenang-senanglah, tapi jangan lupa untuk merencanakan apa yang harus dilakukan. Memilihlah, tapi juga jangan terlalu lama mempertimbangkan. Jatuh cintalah, tapi jangan lupa menyampaikan. Tetapi sebelumnya, harus diingat bahwa belum tentu masa depan akan terjadi tepat sesuai dengan yang diinginkan. Meski demikian, ‘belum tentu’ juga bisa berarti masa depan bisa juga terjadi sesuai dengan yang kita inginkan, bukan? Kalau begitu apa masalahnya?


When I was just a little girl
I ask my mother what will I be
Will I be pretty, will I be rich
Here’s what she said to me

Que sera sera
What ever will be will be
The future is not ours to see
Que sera sera

2 komentar:

Anonim mengatakan...

lagu itu sampae sekarang sering kunyanyikan..... aku lupa buguru bahasa inggris itui namanya siapa? yang jelas dia berambut keriting sebahu, berkaca mata, dan pernah marah besar karena anak2 menggarisi tepi meja dengan kapur yang akhirnya mengenai baju buguru tersebut........... smp n 18 ska

namarappuccino mengatakan...

Hehehe. sama. siapa ini? aku juga lupa guru itu. ^^ Sekelas ya?