Jumat, 29 Juli 2011

Aku Putuskan untuk Menuruti Kata Hatiku


gambar diambil dari izift.com

Ketika itu kau duduk di sana. Memandangku dengan mata berbinar dan senyum yang …, bagiku cukup manja. Aku membalas senyummu. Entah siapa kamu aku tak tahu. Dari mana kamu, itu apalagi. Yang jelas senyummu di hari itu, cukup menghiburku bersama secangkir kopi yang kuhirup berkali-kali dan harian yang beritanya hanya bencana tanpa memberikan hikmah di dalamnya. Sembilan puluh lima persen berita buruk. Mungkin itu juga yang menyebabkan orang-orang hanya berpikiran buruk.

Kadang aku melirikmu, yang aku tahu, kamu juga melirikku berulang. Aku merasa sepertinya kamu ingin aku tahu bahwa kamu mencuri pandang kepadaku. Tapi aku takut itu hanya perasaanku saja. Jadi kuanggap peristiwa ini hanya akan bersifat lalu.

Kulihat kamu lagi. Kopi kamu sudah habis, demikian juga dengan donatnya. Dan kamu juga tidak membaca apa pun. Jadi apa yang kamu lakukan di sana. Hanya duduk diam? Jangan-jangan kamu menungguku? Ha2, tidak mungkin ya?

Tetapi, kakiku seperti ingin berjalan ke tempatmu. Mulutku ingin memperkenalkan diri. Dan tanganku ingin berjabat tangan denganmu. Hanya saja hatiku berkata, “Sudah! Diam saja dan duduk di sini!”

Aku putuskan untuk menuruti kata hatiku.

Tidak ada komentar: