Minggu, 24 Juli 2011

Bagaimana jika Perempuan Ini Adalah Anda?

gambar diambil dari myhomecooking.net
Pada suatu ketika, seorang perempuan membeli semacam kue kering di bandara. Saya lupa nama persisnya, tapi sepertinya memang semacam kue kering. Perempuan itu kemudian duduk di sebuah meja dimana di sana ada sudah ada seorang pria, dan membuka tasnya. Pria tersebut sedang membaca koran dan kebetulan perempuan itu langsung membaca buku.

Betapa terkejutnya dia, ketika pria tersebut mengambil kuenya dari tas dan memakannya. Dia masih bersabar. Tidak mengapa, toh hanya satu kue. Tidak seberapa dan masih banyak kue lain. Dia kemudian mengambil satu kue dan memakannya.


Ya Tuhan! Pria itu mengambil kuenya lagi. Tanpa rasa berdosa sama sekali. Tanpa mengatakan apa-apa. Perempuan itu akhirnya sangat jengkel, tapi karena dia tidak suka keributan, jadi dia mendiamkannya. Dia juga tetap memakan kue itu lagi. Mungkin bisa saja dia memindahkan kue itu atau memasukkannya ke dalam tas. Tapi dia tidak melakukannya. Ya sudahlah. Cuma kue.

Sayangnya, hal itu terus terjadi. Pria itu tetap saja mengambil kuenya dan memakannya. Tidak pernah mengatakan apa-apa. Padahal penampilan pria itu cukup perlente. Kenapa dia tidak membelinya sendiri. Rasanya perempuan itu sangat ingin marah sekali.

Pada akhirnya, kuenya tinggal satu. Tahu apa yang dilakukan pria itu? Dia membaginya menjadi dua, memakan yang separuh, dan meninggalkan separuh lagi untuk perempuan itu. Dasar tidak berperasaan! Tinggal satu juga masih dia makan. Dasar pencuri tidak tahu diri. Seenaknya saja menghabiskan kue orang lain. Tinggal satu tetap saja dia ambil meski separuh. Tidak tahu malu.

Setelah menghabiskan kue yang tinggal separuh tadi, pria tadi kemudian bangkit dan pergi. Mungkin menuju pesawatnya.

Tinggal perempuan itu yang masih menggerutu tidak karuan dalam hati. Rasanya benar-benar ingin meledak. Ingin memaki tidak karuan.

Perempuan itu lalu menghabiskan kue yang tinggal separuh tadi, berdiri, lalu meraih tasnya. Tapi dia tiba-tiba panas dingin. Terkejut bukan main. Kue yang dibelinya masih utuh di dalam tasnya! Selama ini yang dia makan adalah kue orang itu. Dan dia memakannya tanpa berdosa. Orang itu pun tidak memarahinya sama sekali, bahkan ketika kuenya tinggal satu, dia masih saja membaginya menjadi dua. Ya Tuhan. Perempuan itu lemas, kembali duduk di kursi dan menata napasnya.

Dia salah mengira. Dia benar-benar memaki orang itu dalam hati, ternyata sebaliknya dia sendiri yang melakukan semua yang dia kira tanpa mengetahuinya. Dia yang memakan dan mencuri tanpa perasaan berdosa. Betapa malunya dia. Dan sekarang pria itu sudah tidak tahu ada di mana. Apa yang sedang dipikirkan pria itu tentangku sekarang?

Cerita ini benar terjadi dan dikisahkan dalam Reader Digest. Diceritakan dengan bahasa sendiri namun dengan inti sama karena majalahnya sudah tidak bisa ditemukan.

Bagaimana jika perempuan itu adalah Anda?

Nb: Kadang, Anda mengira sesuatu melakukan hal buruk kepada Anda, tapi bisa jadi justru sebaliknya. Anda yang melakukan hal buruk tersebut kepadanya.
Semoga tidak. Semoga tidak.


(Boleh copy paste, tapi kalau tidak keberatan, mohon dicantumkan juga sumbernya)