Kamis, 21 Juli 2011

EYD Terbaru (Bagian 1 - Pemakaian Huruf)



I. PEMAKAIAN HURUF

A.  Huruf Abjad

Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di kolom ketiga.


Huruf
Nama
Kapital
Kecil
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z
a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k
l
m
n
o
p
q
r
s
t
u
v
w
x
y
z
a
be
ce
de
e
ef
ge
ha
i
je
ka
el
em
en
o
pe
ki
er
es
te
u
ve
we
eks
ye
zet


B.  Huruf Vokal

Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan u.

Huruf  Vokal
Contoh Pemakaian dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Akhir
a
e*

i
o
u
api
enak
emas
itu
oleh
ulang
padi
petak
kena
simpan
kota
bumi
lusa
sore
tipe
murni
radio
ibu


 Keterangan:
* Untuk keperluan pelafalan kata yang benar, tanda aksen ( ′ ) dapat digunakan jika ejaan
   kata menimbulkan keraguan.

Misalnya:
  Anak-anak bermain di teras (téras).
  Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia.
  Kami menonton film seri (séri).
  Pertandingan itu berakhir seri.
  Di mana kécap itu dibuat?
  Coba kecap dulu makanan itu.


C.  Huruf Konsonan

Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.


Huruf  Konsonan
Contoh Pemakaian dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Akhir
b
c
d
f
g
h
j
k

l
m
n
p
   q**
r
s
t
v
w
   x**
y
z
bahasa
cakap
dua 
fakir
guna
hari
jalan
kami
-
 lekas
maka
nama
pasang
Quran
raih
sampai
tali
varia
wanita
xerox
yakin
zeni
sebut
kaca
ada
kafan 
tiga
saham
manja
paksa
rakyat*
 alas
kami
tanah
apa
status-quo
bara
asli
mata
lava
hawa
-
payung
lazim
adab
-
Abad
maaf 
gudeg
tuah
mikraj
politik
bapak*
akal
diam
daun
siap
Taufiq
putar
tangkas
rapat
-
-
sinar-x
-
juz



Keterangan:
*    Huruf k melambangkan bunyi hamzah.
** Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq dan Xerox) dan  keperluan ilmu (seperti status quo dan sinar-x). 


D. Huruf Diftong

     Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai, au, dan oi.

Huruf  Diftong
Contoh Pemakaian dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Akhir
ai
au
oi
ain
aula
-
malaikat
saudara
boikot
pandai
harimau
amboi


E.  Gabungan Huruf Konsonan

      Gabungan huruf konsonan kh, ng, ny, dan sy masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan.


Gabungan Huruf  Konsonan
Contoh Pemakaian dalam Kata
Posisi Awal
Posisi Tengah
Posisi Akhir
kh
ng
ny
sy
khusus
ngilu
nyata
syarat
akhir
bangun
banyak
isyarat
tarikh
senang
-
arasy

Catatan:
Nama orang, badan hukum, dan nama diri yang lain ditulis sesuai dengan Ejaan Bahasa
Indonesia yang Disempurnakan, kecuali jika ada pertimbangan khusus.


F. Huruf Kapital
 
  1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
      Misalnya:
Dia membaca buku.
Apa maksudnya?
Kita harus bekerja keras.
Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam.

  2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
      Misalnya:
Adik bertanya, "Kapan kita pulang?"
Orang itu menasihati anaknya, "Berhati-hatilah, Nak!"
"Kemarin engkau terlambat," katanya.
"Besok pagi," kata Ibu, "dia akan berangkat."

  3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang     berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
 Misalnya:
 Islam Quran
 Kristen  Alkitab
 Hindu  Weda
 Allah
Yang Mahakuasa
Yang Maha Pengasih
Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya. 
Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.

4.  a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan,  keturunan, dan keagamaan  yang diikuti nama orang.
   Misalnya:
Mahaputra Yamin
Sultan Hasanuddin
Haji Agus Salim
Imam Syafii
Nabi Ibrahim

b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
Misalnya:
Dia baru saja diangkat menjadi sultan.
Pada tahun ini dia pergi naik haji.
Ilmunya belum seberapa, tetapi lagaknya sudah seperti kiai.

5.  a.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu.
Misalnya:
Wakil Presiden Adam Malik
Perdana Menteri Nehru
Profesor Supomo
Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara
Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian
Gubernur Jawa Tengah 

b.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya. 
 Misalnya:
Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia.
Sidang itu dipimpin Presiden.
Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen.

c. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang, nama instansi, atau nama tempat tertentu.
Misalnya:
Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu?
Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal.
Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal.



6.   a.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.
      Misalnya:
 Amir Hamzah 
Dewi Sartika 
Wage Rudolf Supratman   
Halim Perdanakusumah
Ampere

Catatan: 

(1)  Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de,  van, dan der (dalam nama Belanda), von  (dalam nama Jerman), atau da (dalam nama Portugal). 
 Misalnya:
 J.J de Hollander
 J.P. van Bruggen
 H. van der Giessen
 Otto von Bismarck
 Vasco da Gama

(2) a. Dalam nama orang tertentu, huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama  kata bin atau binti.
Misalnya:
 Abdul Rahman bin Zaini
 Ibrahim bin Adham
 Siti Fatimah binti Salim
 Zaitun binti Zainal

b.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.
Misalnya:
 pascal second  Pas
 J/K atau JK-1  joule per Kelvin
 N  Newton

c.  Huruf  kapital tidak dipakai sebagai  huruf pertama nama  orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.
Misalnya:
 mesin diesel
 10 volt
 5 ampere

7.  a.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Misalnya:
bangsa Eskimo 
suku Sunda
bahasa Indonesia

b.  Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata  turunan.
            Misalnya:
pengindonesiaan kata asing
keinggris-inggrisan
kejawa-jawaan

8.  a.   Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya.
Misalnya:
 tahun Hijriah tarikh Masehi 
 bulan Agustus bulan Maulid 
 hari Jumat hari Galungan 
 hari Lebaran hari Natal

 b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama peristiwa  sejarah. 
Misalnya:
  Perang Candu
  Perang Dunia I
  Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

c.  Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama.
Misalnya:
Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.

9.  a. Huruf  kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama diri geografi.
           Misalnya:
    Banyuwangi                                Asia Tenggara
    Cirebon                                      Amerika Serikat
    Eropa                                         Jawa Barat

b.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama geografi  yang diikuti nama diri geografi.
   Misalnya:
 Bukit Barisan                              Danau Toba 
 Dataran Tinggi Dieng                  Gunung Semeru
 Jalan Diponegoro                       Jazirah Arab
 Ngarai Sianok                             Lembah Baliem 
 Selat Lombok                             Pegunungan Jayawijaya
 Sungai Musi                                Tanjung Harapan
 Teluk Benggala                           Terusan Suez 

c.Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya.
 Misalnya:
 ukiran Jepara                              pempek Palembang
 tari Melayu                                 sarung Mandar
 asinan Bogor                               sate Mak Ajad

d.  Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografi.
 Misalnya:
 berlayar ke teluk             mandi di sungai
 menyeberangi selat                      berenang di danau

e.  Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis.
 Misalnya:
 nangka belanda
 kunci inggris
 petai cina
 pisang ambon

10. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti  dan, oleh, atau, dan untuk.
 Misalnya: 
Republik Indonesia
Departemen Keuangan
Majelis Permusyawaratan Rakyat 
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 1972
Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak

b.  Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi.
 Misalnya:
beberapa badan hukum
kerja sama antara pemerintah dan rakyat
menjadi sebuah republik
menurut undang-undang yang berlaku

 Catatan:
Jika yang dimaksudkan ialah nama  resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu, misalnya Indonesia, huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital.

Misalnya:
Pemberian gaji bulan ke-13 sudah disetujui Pemerintah.
Tahun  ini Departemen sedang menelaah masalah itu.
Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur.

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan.
 Misalnya:
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Rancangan Undang-Undang Kepegawaian
Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial
Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan.

12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan  makalah, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.
 Misalnya:
  Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
  Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
  Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.
  Ia menyelesaikan makalah "Asas-Asas Hukum Perdata".

13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama diri.
 Misalnya:
 Dr.                                                doktor
 S.E.                                               sarjana ekonomi  
 S.H.                                              sarjana hukum
 S.S.                                               sarjana sastra
 S.Kp.                                            sarjana keperawatan
 M.A.                                             master of arts
 M.Hum.                                         magister humaniora
 Prof.                                             profesor
 K.H.                                              kiai haji
 Tn.                                                tuan 
 Ny.                                               nyonya
 Sdr.                                               saudara

 Catatan: 
Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi, termasuk singkatannya, diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia Nomor 036/U/1993.

14. a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti  bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan  paman, yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan.
 Misalnya:
 Adik bertanya, "Itu apa, Bu?" 
 Besok Paman akan datang.
 Surat Saudara sudah saya terima.
 "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto.
 "Silakan duduk, Dik!" kata orang itu.

b.  Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan dalam pengacuan atau penyapaan.
 Misalnya:
  Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
  Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
  Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta.

15. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata  Anda  yang digunakan dalam penyapaan.
 Misalnya:
 Sudahkah Anda tahu?
 Siapa nama Anda?
 Surat Anda telah kami terima dengan baik.

16.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada kata, seperti  keterangan, catatan, dan misalnya  yang didahului oleh pernyataan lengkap dan diikuti oleh paparan yang berkaitan dengan pernyataan lengkap itu. (Lihat contoh pada IB, IC, IE, dan II F15).

G. Huruf Miring

  1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
Misalnya:
Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan  Prapanca.
Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa.
Berita itu muncul dalam surat kabar Suara Merdeka.

Catatan:
Judul skripsi, tesis, atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring, tetapi diapit dengan tanda petik.

2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
 Misalnya:
 Huruf pertama kata abad adalah a.
 Dia bukan menipu, melainkan ditipu 
 Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital. 
 Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan berlepas tangan.

3. a.  Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia.
  Misalnya:
  Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.
  Orang tua harus bersikap tut wuri handayani terhadap anak.
  Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini.
  Weltanschauung dipadankan dengan 'pandangan dunia'.

b.  Ungkapan asing yang telah diserap  ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia.
 Misalnya:
   Negara itu telah mengalami empat kali kudeta.
  Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus.

 Catatan:
Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf atau kata yang akan dicetak miring digarisbawahi.
  
H. Huruf Tebal

1.  Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku, bab, bagian bab, daftar isi, daftar tabel, daftar lambang, daftar pustaka, indeks, dan lampiran.

Misalnya:
Judul                                         :  HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
Bab                                           :  BAB I PENDAHULUAN
Bagian bab                                :  1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Tujuan
Daftar, indeks, dan lampiran   :  DAFTAR ISI
                                                    DAFTAR TABEL
                                                    DAFTAR LAMBANG
                                                    DAFTAR PUSTAKA
                                                    INDEKS
                                                    LAMPIRAN

2. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata; untuk keperluan itu digunakan huruf miring.
Misalnya:
Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris.
Saya tidak mengambil bukumu
Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah.

Seharusnya ditulis dengan huruf miring:
Akhiran –i  tidak dipenggal pada ujung baris.
Saya tidak mengambil bukumu
Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah.

3.  Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi.
Misalnya:
kalah v 1 tidak menang ...2 kehilangan atau merugi ...; 3 tidak lulus ... ; 4 tidak menyamai
mengalah v mengaku kalah 
mengalahkan v 1 menjadikan kalah ...; 2 menaklukkan ...; 3 menganggap kalah ...
terkalahkan v dapat dikalahkan ...

Catatan:
Dalam tulisan tangan atau ketikan manual, huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda.  


Tidak ada komentar: