Minggu, 03 Juli 2011

Jatuh Cinta pada Cara Allah

Jatuh cinta pada cara Allah memberi tahu mana yang terbaik untukku dan mana yang bukan. Kadang memang dengan cara yang menyesakkan, tapi di kemudian hari selalu melegakan.

Jatuh cinta pada cara Allah mengajarkan tentang kesabaran. Kadang berjalannya sangat pelan dan harus menunggu sampai tidak tahu kapan, tetapi ketika yang diharapkan datang rasanya sungguh luar biasa menggembirakan.

Jatuh cinta pada cara Allah mengajarkan tentang kekuatan. Kadang dengan memberi cobaan yang bisa jadi menyakitkan, tetapi ketika semua sudah berhasil dilalui, aku semakin lebih kuat untuk menghadapi apa pun yang berada di depan.

Jatuh cinta pada cara Allah mengajarkan tentang kebijaksanaan. Kadang dengan memberi masalah yang sulit untuk dipecahkan, tetapi selalu diberi jalan. Dan akhirnya hati dan pikiranku justru bisa benar-benar lapang.

Jatuh cinta pada cara Allah memberi tahu tentang rasa syukur. Kadang dengan memberi kita bermacam-macam kekurangan. Tidak ada maksud lain dari Allah selain untuk belajar menerimanya, memperbaikinya dan atau menunjukkan kelebihan lain yang aku punya untuk aku maksimalkan. Dan begitu menyadarinya, rasanya tidak cukup syukurku dengan sujud seribu satu malam.


Jatuh cinta pada cara Allah menunjukkan tentang kebahagiaan. Kadang harus melalui berbagai hal; letih, masalah, kekurangan, pengkhianatan, kekecewaan, rasa sakit, rasa sedih, dan lain sebagainya. Tetapi pada hakikatnya hanya satu:

Tidak mungkin Allah memberikan penderitaan tanpa merencanakan kebahagiaanku di masa depan.


Segala sesuatu sudah direncanakan. Aku hanya harus belajar dan menerima semua yang diberikan.

Bersabar jika memang belum waktunya datang, memperbaiki yang masih kurang, bersyukur atas semua yang sudah diberikan, dan …

JATUH CINTA … Pada apa pun yang diajarkan …

SHINE ON!



(Boleh copy paste, tapi jika tidak keberatan, mohon dicantumkan sumbernya)
(Gambar didapat dari internet, yang karena banyak yang memilikinya, saya tidak tahu sumber pertamanya)

Tidak ada komentar: