Selasa, 19 Juli 2011

Mata Itu, Aku Menyebalnya ...


Mata itu, aku menyebalnya. Mata yang menyiratkan sesuatu yang tidak memiliki makna. Aku tidak bisa menemukan kejujuran di sana, tidak juga kebohongan. Karena itu aku menyebalnya.

Tidak, ini bukan tentang cinta. Ah, apakah iya. Aku tidak tahu. Tapi aku memang menyebal mata itu. Indah. Sangat. Kalau kamu melihatnya pasti jatuh cinta. Begitu juga aku. Tapi tetap saja, tak pernah ada pertanyaan ataupun jawaban di sana. Datar. Indah saja. Tapi tak ada apa pun di sana. Lalu bagaimana bisa membaca apa perasaannya?



Pada suatu ketika dia mengatakan cinta, tapi matanya menunjukkan biasa saja. Tidak ada binar, tidak ada nyala yang membuat hati berdebar. Datar. Terlalu datar. Lain lagi dia menatap kosong sambil tersenyum dan tertawa. Masih datar. Semua raut mukanya bisa berubah seketika ketika marah, sedih, tertawa, apa pun. Kecuali mata. Iya, kecuali mata. Sudahkah kubilang tentang mata itu? Bahwa aku menyebalnya?


(Boleh Copy paste, tapi kalau tidak keberatan, mohon dicantumkan sumbernya)

Tidak ada komentar: