Sabtu, 30 Juli 2011

Mengeluarkan Uang atau Sedang Membantu Orang?



 
gambar diambil dari ficomaulana.com

Sudahkah Anda melihat tukang tambal ban di jalanan sekitar Anda atau yang sering Anda lewati? Bisa jadi pendapatan dia, hanya dari sana, dari orang-orang yang bannya bocor. Mungkin tidak banyak, tapi barangkali bisa menghidupi biaya sehari-hari dia dan keluarganya. Jadi mungkin nanti, ketika ban Anda bocor, dan Anda harus menambalnya di suatu tempat, jangan pikirkan Anda sedang mengeluarkan uang. Setidaknya, selain masalah Anda terselesaikan, Anda lihat, Anda sedang membantunya mendapat rezeki tambahan. Anda berbagi rezeki yang mungkin sudah membahagiakan dia dan keluarganya. Bukankah lebih menyenangkan seperti itu daripada berpikir Anda mengeluarkan uang?


Pasti Anda juga pernah merasa sakit dan tidak enak badan. Apa yang Anda lakukan? Periksa tentunya. Entah ke rumah sakit, ke puskesmas, atau ke dokter praktik saja. Biayanya mahal, iya, pasti. Apalagi jika dokter atau rumah sakitnya juga berkelas. Kalau begitu kita simak kembali, berapa biaya sekolah dokter? Dia punya keluarga? Berapa karyawan sebuah rumah sakit dan perumnas? Mereka perlu gaji dan biaya hidup sehari-hari? Sepertinya semua jawaban dari pertanyaan itu adalah iya. Jadi, daripada berpikir kita sedang mengeluarkan biaya untuk kesehatan kita, mungkin akan lebih baik jika berpikir bahwa kesehatan kita terbantu, tapi kita juga membantu mereka. Kita memberi rezeki kepada mereka. Bukankah lebih menyenangkan seperti itu daripada berpikir Anda mengeluarkan uang?

Kendaraan yang Anda kendarai sehari-hari rusak dan perlu diperbaiki? Padahal kendaraan tersebut sangat Anda butuhkan. Selain untuk angkutan Anda dalam mencari uang, bisa juga sangat bermanfaat dalam kondisi darurat. Dan sekarang mungkin perlu diperbaiki. Tapi sekali lagi, di sini mungkin seni dalam hidup dan cara pandang. Anda lihat, ketika Anda membawanya ke bengkel, kendaraan Anda—yang sangat Anda butuhkan itu, bisa diperbaiki, dan hei, ternyata Anda membantu bengkel itu terus berjalan. Dan jika bisnis bengkel itu tetap berjalan, tentunya orang-orang yang bekerja di sana juga tetap mendapatkan uang untuk hidup mereka dan keluarga mereka. Bukankah lebih menyenangkan berpikir bahwa Anda berbagi rezeki daripada mengeluarkan uang?

Mungkin, tidak semua mengerti dengan masalah semua orang. Saya tidak, teman dan saudara Anda tidak, apalagi orang-orang jauh. Tapi sepertinya semua orang mengalami hal serupa, bahwa aka nada biaya tak terduga yang HARUS dikeluarkan. Bukankah ‘harus’ berarti ‘harus’? Jadi tidak bisa ditawar lagi. Anda harus mengeluarkan biaya tersebut, kecuali jika kesulitan Anda tidak mau terselesaikan.

Menggarisbawahi kata ‘HARUS’, yang berarti ‘MAU TIDAK MAU HARUS DILAKUKAN’, kalau begitu sepertinya bukan sebuah masalah besar. Kenapa memikirkan sesuatu yang memang mau tidak mau harus dilakukan? Sudah, jangan dipikirkan. Bagaimanapun juga tidak ada yang bisa dilakukan selain mengeluarkan biaya-biaya tersebut. Tetapi, paling tidak, dengan berpikir bahwa kita sedang membantu orang lain (sementara kita juga dibantu mereka), tentunya perasaan kita juga lebih menyenangkan. Benar? Ah, sepertinya semua sepakat bahwa ini benar.

Jadi, sudahkah Anda berbagi rezeki hari ini karena sebuah keadaan? Syukuri saja, karena kita, sedang membantu orang lain. Kita, sedang menciptakan senyum di wajah dan hati mereka. Mungkin, kesempatan untuk membantu orang tidak terjadi setiap hari, lho. Jadi ketika Anda mengalaminya, Anda sedang beruntung sekali. Benar-benar beruntung. Dari sekian banyak orang di seluruh dunia ini, Anda yang dipilih Tuhan untuk melakukannya, untuk membantu orang-orang tersebut.

Jadi, Anda sedang mengeluarkan uang atau membantu orang lain?


(Boleh copy paste, tapi kalau tidak keberatan, mohon dicantumkan juga sumbernya)

Tidak ada komentar: