Jumat, 08 Juli 2011

Menyerah? Lupakan Keajaiban Kalau Begitu ...

 
(Morris Goodman, The Miracle Man)

Saya tidak tahu pendapat Anda tentang kisah ini, tapi bagi saya, ini adalah keajaiban.

Pada suatu ketika, mungkin lebih tepatnya 10 Maret 1981, menjadi sebuah peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan bagi seseorang (mungkin juga bagi semua orang yang mengenalnya). Peristiwa yang benar-benar mengubah seluruh jalan hidupnya. Entah bagaimana bisa, tapi dia menabrak sebuah pesawat. Yang saya maksud adalah benar-benar menabraknya.

Ajaibnya dia masih hidup! Ajaib? Tunggu, kisah mengagumkan ini belum selesai. Dia memang masih hidup, tapi seluruh tubuhnya lumpuh total. Jika dalam bayangan Anda lumpuh total adalah tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki, Anda salah. Dia tidak hanya tidak bisa menggerakkan tangan dan kaki. Tulang punggungnya remuk, begitu juga dengan tulang leher pertama dan kedua. Refleks menelannya hancur sehingga tidak bisa menelan apa pun. Cukup? Belum. Ternyata diafragmanya pun hancur, sehingga untuk bernafas pun dia tidak bisa dan menggunakan alat bantu pernafasan. Untungnya, satu-satunya hal yang bisa dilakukannya adalah mengedipkan mata. Untungnya, … untungnya (bagaimanapun juga masih ada hal baik).

Tentu saja para dokter mengatakan bahwa dia akan lumpuh seumur hidup. Ah, sepertinya tidak perlu dokter untuk menganalisanya, semua terlihat dari remuknya tubuhnya.

Namanya Morris Goodman. Entah kenapa apa pun yang dikatakan dokter, dia selalu membayangkan dirinya keluar dari rumah sakit dengan kakinya sendiri. Ada suara (mungkin suara batinnya sendiri) yang mengatakan untuk, “Bernafaslah dalam-dalam, bernafaslah dalam-dalam.” Akhirnya, alat bantu pernafasan pun dilepaskan. Tidak ada yang bisa menjelaskannya. Tidak juga para dokter.

Selesai? Belum. Anda pasti akan menyukai ini. Dia menetapkan tujuan dalam pikirannya, bahwa dia akan berjalan keluar dari rumah sakit dengan kakinya sendiri. Setiap hari yang ada di pikirannya hanyalah berjalan keluar. Pada saat sekitar natal, itu terjadi. Tidak, tidak. Ini bukan bohongan. Tidak dengan menggunakan alat Bantu. Dia benar-benar berjalan sendiri dengan kedua kakinya meski tertatih. Tetap tidak ada yang bisa menjelaskannya.

Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda, tapi menurut saya, ini keajaiban. Benar-benar keajaiban.

Tetapi apa hanya itu keajaiban? Tidak, masih banyak. Beberapa di antaranya ada di bawah ini.

Stephen Hawking, fisikawan terbaik dunia setelah Einstein. Dia didiagnosis mengidap penyakit pada umur 21 tahun dan diperkirakan umurnya tinggal dua setengah tahun lagi. Tetapi, dia tetap berjuang hidup dan prediksi dokter pun salah. Pada tahun 1988, dia menulis buku A Brief History of Time yang telah diterjemahkan ke dalam 22 bahasa dan terjual lebih dari sepuluh juta kopi. Ketika berumur 52 tahun, profesor Inggris ini lumpuh akibat penyakit neuron motor yang berangsur-angsur semakin buruk serta tak dapat diobati. Tapi, dia terus bertahan.

John F. Kennedy, sungguh pun dia menderita cedera tulang belakang yang parah, dia masih mampu menjadi presiden Amerika Serikat ke-35.

Franklin Delano Roosevelt, meski mengidap polio dan lumpuh dari pinggang ke bawah pada usia 39 tahun, ia menjadi satu-satunya orang dalam sejarah yang dipilih sebagai presiden Amerika Serikat sampai empat kali.

Hellen Adams Keller, seorang penulis yang sangat ternama di dunia dengan banyak sekali karya buku, adalah seorang yang tuli, buta, dan bisu sejak masih anak-anak.

Thomas Alva Edison menciptakan music box dalam keadaan tuli.

Iskandar Agung (Alexander the Great), salah satu pemimpin paling terkenal dalam sejarah, adalah seorang yang bungkuk.

Beethoven, salah satu pemusik klasik nomor satu dunia, ternyata seorang yang tuli.

John Milton, pengarang sajak teragung di Inggris yang berjudul Paradise Lost, adalah seorang yang buta.

William Shakespeare, siapa yang tidak mengenalnya? Kisah Romeo Juliet adalah salah satu kisah roman paling laris di dunia. Tetapi, tidak banyak yang tahu bahwa Shakespeare adalah seorang yang lumpuh.




Percaya atau tidak, keajaiban sering terjadi pada orang yang tidak pernah menyerah. 
Dan itu terjadi setiap hari. 
Anda ingin menyerah?
Lupakan keajaiban kalau begitu.



(Morris Goodman sebagaimana dikisahkan dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne, dikenal dengan nama The Miracle Man)

Tidak ada komentar: