Rabu, 20 Juli 2011

"Saya Ingin Menyumbang," Kata Anak Kecil yang Cacat Ini. (Anda Malu?)


 “Saya ingin menyumbang!” Ia menuang koin dari mangkuknya. Para petugas mengulurkan tangan ingin membantu, tapi dia ingin melakukannya dengan tangannya sendiri.

Kami semua tak bisa berkata-kata, ia memberikan semua yang diperolehnya kepada Lembaga Amal dengan usahanya sendiri.

“Saya masih punya uang.”
Ia berkata dengan antusias sambil merogoh saku celananya.
Ia mengambil beberapa lembar uang 10 dollar
dan … menyumbang!




fajrin10.blogspot.com
*****

Anda masih bisa berjalan normal? Melangkahkan kaki Anda dengan tegap? Mengendarai sepeda motor, sepeda atau mobil?

Anda masih bisa berolahraga? Makan dengan kedua tangan normal? Bermain basket, bola, atau kegiatan menyenangkan lainnya?

Anda masih bisa berlari ke sana kemari di pantai? Anda masih bisa  menggendong putra-putri Anda? Masih bisa menaiki tangga dengan leluasa?

Anak kecil itu mungkin tidak bisa melakukan apa-apa yang Anda lakukan, apa-apa yang kita bisa lakukan. Dia harus berjalan dengan mungkin menyerat kaki dan pantatnya. Yang mungkin untuk sepuluh meter jarak saja dia membutuhkan waktu bermenit-menit. 

Dia, yang tidak memiliki kelebihan-kelebihan yang kita miliki; dia, yang masih sekecil itu; dia, yang mungkin tidak memiliki uang sebanyak Anda; dia, yang tidak bisa bersenang-senang setiap hari seperti Anda, ... masih berhati besar. Masih merelakan uangnya yang tidak seberapa untuk disumbangkan bahkan sebenarnya dia sendiri mungkin membutuhkan. Dia bahkan ingin memasukkan uangnya sendiri ke kotak. 

Ah, saya tidak tahu. Saat ini saya dalam kondisi malu ketika menulis bagian akhir ini. Anda malu?

Tidak ada komentar: