Selasa, 19 Juli 2011

Seberapa pun Penghasilan Anda, Jika Pengeluaran Anda Juga Besar, Maka Uang Anda akan Habis.


Adalah jauh lebih sulit untuk menggunakan uang Anda secara cerdas, daripada mendapatkannya terlebih dahulu” (Andrew Carnegie)


            Ini berkaitan erat dengan menunda kesenangan tadi.
Berapa penghasilan Anda saat ini? Satu juta, dua juta, lima juta, atau lima puluh juta rupiah? Seberapa pun besarnya, penentuan kekayaan bukan pada berapa penghasilan Anda per bulan. Kalau pun Anda bisa mendapatkan lima puluh juta per bulan, jika pengeluaran Anda empat puluh sembilan juta per bulan, itu sama saja Anda hanya memiliki sisa satu juta rupiah per bulan. Berarti uang sisa per bulan Anda tidak jauh beda dengan orang yang berpenghasilan dua juta, tetapi pengeluarannya per bulan hanya satu juta.
Bagi Anda yang terbiasa membelanjakan uang yang berjuta-juta per bulan, pasti akan berpikir mana mungkin ada orang yang pengeluaran per bulan hanya satu juta? Jangan salah. Ada. Justru banyak sekali. Jauh lebih banyak dari jumlah orang yang pengeluarannya berjuta-juta per bulan. Menurut Anda, berapa gaji para buruh? Cuma sekitar satu juta. Dan dia harus menghidupi keluarganya. Ternyata uang segitu juga cukup.
            Bagi Anda yang berpenghasilan satu juta atau beberapa ratus ribu, bisa jadi berpikir, kok ada orang yang pengeluarannya mencapai empat puluh lima juta per bulan? Jangan salah. Hitung berapa mobil yang dia punya, rumah, dan lain-lain. Semuanya membutuhkan biaya perawatan. Selain itu, berapa pembantu yang dia miliki, sekuriti, biaya sumbangan, dan lain-lain. Percayalah, pengeluaran mereka sangat banyak.
Seperti yang sudah disampaikan, kekayaan bukan pada berapa yang Anda hasilkan per bulan. Jika penghasilan Anda sangat besar tetapi pengeluarannya juga besar, maka uang Anda juga lama-lama akan habis. Karena itulah tadi disampaikan, tidak jauh beda antara orang yang berpenghasilan lima puluh juta tetapi pengeluarannya empat puluh sembilan juta, dengan orang yang berpenghasilan dua juta tetapi pengeluarannya hanya satu juta.
            Pasti akan ada bantahan, “Tetapi hidup mereka tetap berbeda. Lebih menyenangkan yang berpenghasilan lima puluh juta rupiah.” Anda benar. Karena itulah kata yang digunakan “tidak jauh beda”. Yang dimaksudkan adalah dari segi uang sisa penghasilan per bulan. Tentu saja yang berpenghasilan besar hidupnya lebih enak… “sementara”.
            Sementara? Iya. Seperti yang pernah disampaikan dalam bab sebelumnya, expect the best prepare for the worst. Bagi orang yang bergaya hidup seperti itu memang masuk dalam kategori “expect the best”, karena pikirannya selalu (baca: terlalu) positif. Sayangnya, dia tidak pernah bersiap dengan kemungkinan terburuk. Bagaimana jika sumber pendapatannya bangkrut, hilang, tutup, terbakar, hancur karena perang, atau apa saja hal terburuk yang bisa terjadi? Menurut Anda, dengan hanya sisa sekitar satu juta per bulan, berapa tabungan yang dimilikinya setelah beberapa tahun? Seratus, dua ratus, tiga ratus juta rupiah? Cukup banyak juga. Benarkah? Sebenarnya tidak. Ingat kembali bahwa orang itu sudah terbiasa hidup dengan pengeluaran sebanyak empat puluh sembilan juta rupiah per bulan. Jadi, uang tiga ratus juta rupiah pun kemungkinan akan habis dalam waktu… berapa? Enam bulan?
            Akan ada yang protes, tetapi dengan keadaan seperti itu, mereka pasti akan mencoba hidup hemat. Bisa jadi memang benar. Tetapi, Anda harus mengingat kembali, itu semua tergantung dengan karakter masing-masing orang. Sebuah karakter sangat sulit diubah. Jika dia cenderung membanggakan prestise yang selama ini diterima, pujian dan penghormatan dari orang-orang, maka dia akan terlalu gengsi untuk mengurangi pengeluarannya hanya untuk mempertahankan prestise yang selama ini dia terima. Barangkali dia akan mengurangi pengeluarannya sedikit, tetapi tidak akan banyak. Jadi, jika karakternya memang sudah demikian, akan sangat sulit diubah.
Agar imbang, perlu disampaikan juga bahwa ada beberapa orang –kalau bisa dibilang sebenarnya sangat sedikit– yang karakternya pembelajar. Dia belajar dari kesalahannya dan bisa mulai mengurangi pengeluarannya secara drastis. Sayangnya, tipikal orang seperti ini jumlahnya hanya sedikit. Terlalu sedikit. Bisa dibilang hanya ada satu dari seratus orang. Orang seperti ini barangkali bisa mengubah gaya hidupnya. Tetapi ingat, hanya satu di antara seratus orang.
            Bagi orang yang berkarakter mengutamakan prestise, bisa ditebak, uangnya akan habis. Dia akan mulai menjual satu per satu asetnya. Rumah, mobil, surat-surat berharga, dan lain-lain hanya untuk “terlihat” memukau. Sayangnya, kebanyakan orang adalah jenis ini.
            Jadi, dari penjelasan yang panjang di atas, ada satu garis merah kecil dan tipis. Seberapa pun Penghasilan Anda, Jika Pengeluaran Anda Juga Besar, Maka Uang Anda akan Habis. Sesederhana itu.


Diambil dari buku "DNA MILLIONAIRE" terbitan Citra Media oleh Rick Armanae.
Buku bisa diperoleh di sini.

2 komentar:

Ririe Khayan mengatakan...

kalau belum mendapatkannya, gimana menggunakannya secara cerdas ya?

namarappuccino mengatakan...

Hihihi, karena itu dapatkan dulu, Rie. Ayooo. :)