Jumat, 24 Februari 2012

Laki-Laki, Gadis, dan Kopi Campur Garam


caritauaja.info
Seorang laki-laki bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si laki-laki sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si laki-laki itu, si gadis mengiyakan ajakannya.


Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si laki-laki sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, “Kita pulang aja yuk…?”.

 Namun tiba-tiba si laki-laki meminta sesuatu pada sang pramusaji, “Bisa minta garam buat kopi saya?” Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si laki-laki , aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?”

Si laki-laki menjawab, “Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana.”

Begitu berkata kalimat terakhir, mata si laki-laki mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan laki-laki di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang laki-laki dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti laki-laki itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya. Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.

Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si laki-laki itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli … betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin!

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.

Setelah 40 tahun, si laki-laki meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, “Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu … tentang kopi asin.”

"Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun."

"Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi."

Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab, “Rasanya manis.”

*****
Kadang kita merasa mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat kitatentang seseorang itu bukan seperti yang kita gambarkan. Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.


To Walk Through Forever Hand In Hand Together...So Lets Us Begin...!!

Sumber

8 komentar:

Annesya mengatakan...

bagus banget ini... habis baca ini aku rasanya pengen minum kopi asin... :))

Endah mengatakan...

ringan tapi menggugah, terima kasih "garam"nya...

namarappuccino mengatakan...

@Deva: jangaaan. Tetep asin Va. hehehehe

@Endah: Hehehe iyaaa, Endah. ^_^

zahrina mengatakan...

Mas... ini sweet banget.. :(

Ada ga sih mas laki2 di kehidupan nyata yang kaya cerita2nya mas? Penasaran.... :p

wanita jawa mengatakan...

dan tak jarang, gula menjadi sangat asin.. :)

duh,, kapan ya bertemu pria yang hampir selalu ada dalam tulisanmu..?

jika itu hanya ada dalam imajinasi dan disempurnakan dalam setiap kisah oleh sang penulis,, mungkin aku juga akan memilih menjadi tokoh dalam tulisanmu.. :)

syam12 mengatakan...

inspiratif... meski dia berbohong dan merasakan asinnya kopi hanya karena cinta dan kebahagian dirinya...tragis sebenarnya...

erniee mengatakan...

Bagus banget..jempol untuk mu

Anonim mengatakan...

Sekali baca langsung ketagihan. Hingga berkali2 tidak bosan untuk membacanya. Saya Jenniagustina nahampun ingin memiliki buku ini. Suatu saat nanti
Amin