Kamis, 29 September 2011

Keping-Keping Fragmen - 1


1.
"Aku mencintaimu sebesar bumi mengelilingi matahari," katamu.
Aku hanya membalasnya dengan memelukmu, "Ini. Ini, aku mencintaimu."

2.
"Aku sudah tenang, sekarang kamu sudah bisa pergi," katanya pada yang lelaki yang menghapus tangisnya semalaman.

3.
"Aku menulis ramalan, sifat, dan nasibku sendiri," katanya sambil tersenyum manja dan merobek majalah pada bagian zodiak.

4.
"Itu seperti luka," katanya menunjuk sesuatu di dadaku.
"Bukan, itu hanya cemburu. Nampak seperti luka, ya?" jawabku.



5.
"Apa pun yang memberi luka, bukan cinta," katanya mengusap air mata.

6.
"Sudah lama aku berhenti mencintaimu," suara di mulutku.
"Maaf, kali ini saja, ijinkan aku berbohong, Tuhan," suara di hatiku.

7.
"Maaf, aku tidak pernah lagi merindumu," kataku.
Di belakang punggung, aku menyilangkan dua jariku.

8.
"Aku kira itu luka," kataku menunjuk sesuatu tentangmu.
Kamu tersenyum, "Bukan, ini hanya penanda agar aku tak mengulanginya."

9.
"Jangan terlalu dekat denganku, kamu bisa jatuh cinta padaku," katamu sambil tertawa.
Terlambat. Aku sudah melakukannya.



Tidak ada komentar: