Selasa, 07 Februari 2012

Jangan-Jangan

Jangan-jangan kamu tidak juga bisa berjalan, karena masih diikat masa lalumu.

Jangan-jangan kamu masih terus sakit hati, karena memang tidak berani membiarkan dia pergi.

Jangan-jangan sebenarnya kamu sudah bahagia sekali sekarang ini, tapi karena melihat yang bukan kamu miliki, jadi kebahagiaanmu tidak kelihatan sama sekali?

Jangan-jangan rasa sakitmu tak pernah beranjak pergi karena kamu terlalu menghayatinya?

Jangan-jangan apa pun yang kamu kerjakan terasa sangat berat karena kamu terlalu memikirkan dan mengeluhkannya?

Jangan-jangan sebenarnya semua orang sama sekali tidak sedang membicarakanmu atau membencimu, tapi kamu mengiranya demikian karena sensitifmu?

Jangan-jangan sebenarnya kamu sudah mendapatkan yang kamu butuhkan, tapi kamu lepaskan hanya karena ingin mendapat yang kamu inginkan?

Jangan-jangan sebenarnya kamu memang ingin melupakan, tapi tindakan dan pikiranmu sama sekali tidak menunjukkan perbuatan melupakan?

Jangan-jangan sebenarnya kamu paham sekali setelah membaca semua tulisan ini, tapi lalu sebentar lagi kamu lupakan sehingga sama sekali tidak mengubah keadaan?

Jangan-jangan sebenarnya kamu memang ingin mengubah keadaanmu menjadi lebih baik, tapi kamu sama sekali tidak mengubah tindakanmu menjadi lebih baik?

Ya, jangan-jangan.



12 komentar:

cici mengatakan...

HHmm... beneer banget.. beneer sekaliii... mungkin emang aku masih 'takut' kehilangan dia, nasehatnya, pemikirannya, kesempatan bersamanya meski harus 'terluka' dan kecewaaa..

hanya ingin mengubah sudut pandangku, agar yang baik tetap terjaga, dan 'rasaku' tetapa damaaaii........ bisa Rick??????

namarappuccino mengatakan...

Once before, sudah pernah Sri.

Dan satu-satunya cara adalah memang melepaskan Sri. Kata pak Bambang Trim, melepaskan tidak harus kehilangan kok.

Melepaskan yang di hati dan di pikiran. Tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. ^^

susan mengatakan...

hua...menyentuh (kesindir) heheh :D

namarappuccino mengatakan...

Hehehe. SHINE ON SHINE ON, dek. :)

Wury mengatakan...

Jangan-jangan kamu tidak bahagia bersamaku, karena tidak pernah ada jawaban yang terucap ketika aku menginginkan untuk bersua. Dan berlalu begitu saja.
:)

Irma Devi Santika mengatakan...

duuuh tulisannya.. menohoook. eh? hehehe..
kok kayak aku ya? :D

Ririe Khayan mengatakan...

jangan-jangan aku lupa ngasih gula dalam kopi neh? hehehe...#ngaco

ditter mengatakan...

Jadi intinya sebenarnya kita bisa memilih untuk bahagia, ya. Namun terkadang justru kita sendiri yg sengaja melakukan tindakan yg menjauhkan kita dari kebahagiaan itu...

Rosa Al-Rosyid mengatakan...

jangan-jangan semua yg ada ditulisan itu mencerminkan apa yg saat ini saya rasakan...
*sukses bikin merasa tersindir*

namarappuccino mengatakan...

@Wury: Waaa jangan-jangan memang seperti itu?

@Irma: hehehe selamat bergalau kalau gitu. #LaluAkuDilemparCangkirKopi

@Ririe: Waa sudha lama tidak berkunjung ke 'rumah' Ririe. :) Hehhe nah. Jangan-jangan lupa gulanya belum diceburkan. :)

@Adit: Yap. seperti itu mas. :)

@Rosa: hihihi. maafkan. *salim* :)

miftayes mengatakan...

HWAAAAA, mas Namara nyindir nih. Jahat T_____T

Anonim mengatakan...

Hehe ngejleb pokoke