Minggu, 30 Oktober 2011

Dengarkan


Ah, seperti biasa, aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Seperti biasa, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu, tapi tidak pernah ada yang bisa keluar dari mulutku. Dan kebenarannya selalu ada di sini, di belakang mulutku, di tengah tenggorokanku. Diam bersembunyi.

Tetapi kata orang, kadang kesunyian memiliki suara yang jauh lebih nyaring daripada bunyi paling nyaring. Tapi hanya bisa didengar dengan merasakan. Pernah mengetahui itu? Mendengar dengan merasakan? Ini, aku ingin kamu melakukannya.

Jadi, dengarkan, sesekali saja dengarkan. Ini ...kamu mendengar?

Dengarkan apa kata mataku setiap kali dia memandangmu. Dengarkan keriangannya ketika melihatmu berjalan mendekat, dengarkan ketika dia berteriak cinta melihatmu tertawa lepas, dengarkan ketika dia sedang benar-benar bahagia ketika kamu duduk di depannya berlama-lama, dengarkan ketika dia sedang sendiri lalu memikirkanmu. Dengarkan, dengarkan.

Dengarkan apa kata sentuhan tanganku ketika menyentuh tanganmu. Bagaimana dia menceritakan, "Kamu tidak perlu khawatir, ada aku akan selalu menemanimu di sini." Dengarkan ketika kamu menangis dan melalui usapannya yang menghapus airmatamu, dia mengatakan, "Aku mohon jangan menangis. Kapan pun kamu melakukan itu, di hatiku terjadi gerimis.” Dengarkan ketika keduanya memegang tanganmu, berbisik melalui setiap pori-porinya agar masuk ke pori-pori kedua tanganmu, sekadar mengatakan, "Aku rela menemanimu seharian. Mendengarmu bercerita sepanjang malam. Memandangi tidurmu sampai pagi. Menjagamu dari apa pun yang menyebabkan tangismu."

Dengarkan, aku mohon dengarkan. Tidak seorang pun di dunia ini yang aku ingin senyumku didengar kecuali kamu yang mendengar. Dengarkan ketika dia mengatakan sangat lega kamu baik-baik saja. Dengarkan bisikan senyumku yang sekadar berkata, "Ah, lihat, cantiknya kamu," kepan pun kita bertemu. Atau dengarkan ketika kamu tertawa karenaku, dia selalu berkata, "Itu. Itu yang selalu ingin kujaga keberadaannya selalu di wajahmu. Tawamu."

Ah, dengarkan juga pelukanku. Dengarkan setiap nol koma sekian ribu milimeternya, yang semuanya berbisik akan menjagamu selalu. Dengarkan setiap kehangatannya yang selalu mengucap mantra bahwa dia rindu setiap inci kulitmu di setiap detiknya. Dengarkan, dengarkan. Dengarkan bagaimana lengan-lengannya berkata akan melawan siapa pun yang akan melukaimu. Dengarkan bagaimana kaki-kakinya yang rela berlari sejauh apa pun jika itu harus dilakukan untuk menjagamu.

Ini, ini. Sekarang, dengar dadaku di pelukan itu. Ada semesta kecilku di sana yang bernama hatiku. Dengarkan setiap doa yang dia panjatkan agar kamu selalu baik-baik saja dan bahagia. Dengarkan bagaimana dia lebih dulu selalu mendoakanmu daripada aku. Dengarkan bagaimana dia hanya ingin berkata, "Aku mencintaimu. Mencintai alis lengkungmu. Mencintai kulit pucatmu. Mencintai rambut panjangmu. Mencintai tawamu. Mencintai candamu. Mencintai suaramu. Mencintai kekonyolanmu. Mencintai apa pun yang kamu kenakan. Mencintai apa pun yang kamu ceritakan dan kamu tuliskan. Mencintaimu. Mencintai semuamu. Mencintai seluruhmu. Kamu dengar itu? Seluruhmu."

Dengarkan. Dengarkan semua yang dikatakan setiap atom dan molekul terkecil di diriku.

Kalau kamu sudah mendengarnya, bisa kamu berjanji untuk selalu bahagia? Kalau tidak untukku, setidaknya untukmu?



Menulis ini dengan mendengarkan dua lagu.
1.       Listen (Beyonce)
2.       Speechless (Natasha Bedingfield)

5 komentar:

Nurul Khaliza mengatakan...

Hehe , dengarkan..
Mendengarkan itu terkadang lebih baik dari berbicara kak :D

namarappuccino mengatakan...

hehehe iya dek. sebenarnya semua bagian tubuh berbicara, dengan gaya bahasanya sendiri, kalau orang mau mendengarkan.

Winda Tiodang mengatakan...

I AM A NEW FASHION BLOGGER FROM INDONESIA, LIVING IN SINGAPORE.
I LOVE YOUR BLOG,AND YOU AS WELL ! NICE POST!! I AM NOW FOLLOWING YOUR BLOG,YOU CAN CHECK IT!! IT WOULD BE AN HONOR IF YOU FOLLOW MY BLOG:

seekthesleek.blogspot.com
if you follow my blog:
- I WILL BE ACTIVE ON COMMENTING YOUR POSTS
- I WILL RECOMMEND YOUR POSTS TO GOOGLE
- I WILL SHARE YOUR POSTS TO MY TWITTER : @TIODANG
PLEASE LET ME KNOW YOUR TWITTER ACCOUNT, SO I CAN MENTION YOU IF I SHARE YOUR POST TO MY TWITTER,
AND FEEL FREE TO MENTION ME IF YOU WANT ME TO READ YOUR NEWEST POST & COMMENT IT!
- I WILL PROMOTE YOUR BLOG IN MY BLOG (*this one need a special request , please contact me: cheeringwinda@yahoo.com if you are interested!)
*THAT IS AS LONG AS YOU KEEP IN TOUCH WITH MY BLOG TOO!!*

(PLEASE TELL ME IF IT SAYS THAT I HAVENT FOLLOW YOUR BLOG, SOMETHING IS WRONG WITH MY BLOG RECENTLY, BUT IF IT'S FIXED, I WILL FOLLOW U AS SOON AS POSSIBLE)

Ida Ayu Melati mengatakan...

menari juga sebuah bahasa tubuh, setahuku :D
(maaf ikutan nimbrung)

namarappuccino mengatakan...

@Winda: Sure. ^^

@Ida: Iyap benar. Menari juga. Bahasa tubuh yang indah. ^^