Rabu, 21 Maret 2012

Dua Jam Terpanjang


I finally found someone, that knocks me off my feet
I finally found the one, that makes me feel complete
(We started over coffee, we started out as friends
It's funny how from simple things, the best things begin)

Kamu terlihat cantik sekali dengan gaun itu. Berjalan anggun dengan seikat bunga di tangan. Di belakangnya, dua gadis kecil yang juga cantik, mengiringimu. 

Aku menyanyi lagu itu dengan senyum bahagia. Ya. Kamu memintanya secara khusus aku menyanyikan lagu itu ketika kamu memasuki ruangan. Kamu suka suaraku menyanyikan lagu itu, katamu. Tentu saja aku menyanggupinya. Lagipula, kapan aku pernah tidak menyanggupi permintaanmu?


This time it's different, dah dah dah dah
It's all because of you, dah dah dah dah
It's better than it's ever been
'Cause we can talk it through

Kamu tersenyum melihatku menyanyikannya sepenuh hati. Ya. Kita terlihat bahagia. Bagaimana mungkin aku tidak mencintai senyummu itu, matamu itu. Semuanya.

(Oohh, my favorite line was "Can I call you sometime?"
It's all you had to say to take my breath away)

Aku menuruni panggung, di tengah nyanyian vokalis perempuan dari band pengisi acara ini, siapa pun dia aku tidak tahu namanya. Aku hanya akan menyanyikan lagu ini, jadi kami belum sempat berkenalan. Lalu berjalan menghampirimu, meraih tanganmu tepat di depan kursi pelaminan.

This is it, oh, I finally found someone
Someone to share my life
I finally found the one, to be with every night
'Cause whatever I do, it's just got to be you
My life has just begun
I finally found someone, ooh, someone
I finally found someone, oooh

Aku mendudukkanmu di kursi itu dengan perlahan. Kalau orang melihat senyumku, mereka akan mengatakan aku terlihat bahagia menyanyikan lagu itu. Kamu pun juga tersenyum bahagia sambil memandangku yang terus menyanyikan lagu itu. Ah, bahkan sampai sekarang, aku selalu berdebar melihat senyummu itu.

Did I keep you waiting, (I didn't mind)
I apologize, (baby, that's fine)
I would wait forever just to know you were mine
And I love your hair, (sure it looks fine)
I love what you wear, (isn't it the time?)
You're exceptional, I can't wait for the rest of my life

Berangsur aku kembali ke panggung. Memandangimu di kursi pelaminanmu itu, lalu membalikkan badan agar tahu letak panggung. Aku melewati seorang gadis yang sangat kukenal. Dia sedang melihatku sambil menghapus airmatanya dengan tisu. Aku tersenyum kepadanya. Dia mengalihkan muka, sepertinya dia benar-benar berusaha keras agar airmatanya tidak jatuh. Lalu dia pergi keluar. 

Aku pun juga langsung mengalihkan muka. Aku takut tidak tahan dengan airmatanya dan ikut larut dalam kesedihannya.

Tepat saat itu, seorang pria berjas dan tampan juga sudah sampai di kursi pelaminan. Aku sengaja memunggungi pemandangan ketika dia berjalan menuju tempat yang kamu duduki itu. Untuk duduk di sampingmu. Rasanya terlalu memukuli sesuatu yang kecil di dada. Aku sampai harus berulangkali memegang dadaku. Berpura hal itu adalah penghayatan lagu. Padahal, aku sedang menenangkan sesuatu di dalamnya.

Tapi aku sedang juga di panggung dengan banyak orang di sana meski perhatian pasti sedang terpusat pada kamu dan lelaki itu. Jadi, aku tidak bisa terus memunggungi kamu dan dia. 

Dan aku melihat di sana. Kalian berdua. Baru kali ini aku melihat seseorang yang senyumnya sebahagia itu. Ya. Siapa yang tidak berbahagia mendapatkan seorang gadis sepertimu. 

Ah, aku harus menyelesaikan lagu ini secepatnya, menuruni panggung, dan menyusul gadis yang menangis tadi. Sahabatku tadi. Dia satu-satunya yang tahu betapa besar aku mencintaimu. Dan yang paling penting, aku sedang sangat butuh udara segar. Karena aku sudah susah bernapas.

Untuk saat ini, aku hanya harus bertahan menyanyikan lagu ini dengan senyum paling bahagia yang bisa aku usahakan. Dan setelah itu terus melakukannya untuk mungkin dua jam ke depan. Bertemu teman lama, berbincang dengan keluargamu dan keluarga dia, dan mati-matian berusaha tersenyum sambil mengucapkan selamat menempuh hidup baru di akhir acara nanti. Kalau kamu melihatku bersalaman sambil tangan kiriku memegang dada, maafkan. Aku harus melakukannya. Aku takut rasa sakitnya akan keluar begitu saja dan aku mengeluarkan airmata.

Ya. Aku hanya harus bertahan. Meski berulang kali aku harus mengelus dadaku untuk mengurangi sakit yang ada di sana, aku tetap harus bertahan. 

Ya Tuhan, ini mungkin akan menjadi dua jam yang terpanjang.

Whatever I do, it's just got to be you
My life has just begun
I finally found someone



24 komentar:

rusydi hikmawan mengatakan...

luar biasa, saya berasa ingin menari walau dua jam saja. tulisan yang indah

namarappuccino mengatakan...

Terimakasih, mas. ^_^

karakiri mengatakan...

GREAT !

namarappuccino mengatakan...

@Karakiri: Terimakasih. :)

Ayya Idris mengatakan...

Aahh.. speechless.. *mau nangis*

namarappuccino mengatakan...

Jangaaan ....

*kasih tisu buta Ayya*
:)

Ayya Idris mengatakan...

*menangis dalam hati*

fauziyah mengatakan...

hhiiikks, :'(

pinkletters mengatakan...

ini yang paling aku suka , masih membekas. aku dan temanku membaca ini , kami berdua merasakan perihnya :')

namarappuccino mengatakan...

@Ayya: :)

@Fauziyah: :)

@Pinkletters: I wrote it with imagination of that man. And i also almost cry

wieldha luchu mengatakan...

i like this...

namarappuccino mengatakan...

@Weidha: terima kasih. I almost cry myself when wrote it.

Ririe Khayan mengatakan...

If I were "there"..tentunya akan berusaha extra keras utk tersenyum sambil mengucapkan selamat menempuh hidup baru dengan menahan butir-butir bening agar tidak menetas..

Untungnya, I just almost were 'there' at years ago. #curcol

namarappuccino mengatakan...

Waaa you almost there, Rie?
Cant imagine that. :(

Aiinizza anggriani mengatakan...

berikan tissue ku.. -__- hiks, sakit bacanya :(
I hope this is not real because it was so deadly.. T_T

Tiesa mengatakan...

oh damn!!! it so sad T.T

Zy Al-Fikriyah mengatakan...

T.T

hiks hiks......

My Name is Destini mengatakan...

Waaaah...cerita yang sangat mengharu biru...love it!
*baca cerita ini sambil dengerin lagunya Taylor Swift : Speak Now :D

Anonim mengatakan...

i just like this story... ngeri eh... semacam tragis bercampur romantis... kinda thing... #spheechless
sesuatu ini mah namanya...

ditya isandrini mengatakan...

nice :') bikin aku nangis kak :')

Anonim mengatakan...

I will be there, soon.. :')
Bisakah aq sekuat "dia"? :(

ukie efandari mengatakan...

ya Tuhaaaan, gimana kalau aku yg lagi berdiri di panggung saat itu :"

Dian Fernanda mengatakan...

hmm, Kasian

Meuthia Handayani mengatakan...

I love this blog btw..
Saya suka tulisan-tulisannya..
Kali ini another sad and tragic story..