Senin, 28 November 2011

Dunia Ini Bau Terasi?



Tersebutlah seorang kakek berjanggut panjang yang hidup di sebuah desa. Dia memiliki dua orang cucu yang tinggal bersamanya. Pada suatu ketika, sang kakek tertidur pulas di ranjang kamarnya. Kedua cucu melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan; mereka mengoleskan potongan terasi busuk ke janggut kakek.

Pada sore harinya kakek terbangun dan mencium bau terasi yang tak sedap. Sambil bersungut marah, ia berteriak, “Kamar ini bau terasi!”

Ia lalu menari tahu darimana bau terasi tersebut. Mencarinya di bawah kasur, di sudut-sudut kamar, di lemari. Hampir semua pelosok kamar dijelajahi kakek itu, tapi tetap tidak ditemukan terasi. Masalahnya, bau terasi tersebut sangat menyengat.

Dia beralih ke ruangan lain di rumah itu. Satu per satu dijelajahi untuk mencari terasi. Bahkan semua terasi (yang sedikit) di dapur, dibuang semuanya. Tapi tetap saja, dia mencium bau terasi.

Akhirnya sang kakek menyerah. Dia keluar dari rumah saja sampai baunya menghilang. Tapi bahkan di luar rumah pun, tetap bau terasi. Dia sampai berjalan jauh dari rumah, tetap saja bau terasi.

Akhirnya sang kakek berteriak, “Dunia ini bau terasi!” *

*****
Mungkin, pernah ada seseorang yang merasa bahwa semua orang menyebalkan pada satu hari itu. Bahkan seorang supir taksi yang sama sekali tidak kenal, atau anak kecil polos yang berlarian juga terlihat menyebalkan. Pernahkah?

Tetapi benarkah semua orang menyebalkan?

Tidak juga. Mungkin saja pikiran dia sedang buruk sehingga semua terasa buruk.

Kadang hanya cara pandang saja. Tidak mungkin semua orang menyebalkan. Tidak mungkin seluruh dunia ini menyebalkan. Ya, pasti ada satu dua orang yang menyebalkan. Tentu saja. Ini hidup. Mau tidak mau kita harus menerima ada orang-orang dan situasi tertentu yang akan menyebalkan. 

Tapi semua orang menyebalkan? Hmmm… bisa jadi mungkin sebenarnya ada ‘terasi’ di ‘jenggot’ kita. Lalu kita berteriak, “Dunia ini bau terasi!”

Ya. Bisa jadi kitanya yang ‘bermasalah’ lalu menyalahkan semua orang hanya karena kita tidak tahu bahwa kita bermasalah.

Kalau menurutmu dunia ini dan seisinya menyebalkan,
pada kenyataannya bagi semua orang tidak seperti itu.
Kalau begitu, siapa yang membuatnya menjadi serasa menyebalkan?
~SHINE ON Quote~

"Kalau semua makanan terasa tidak enak di lidah, berarti bukan salah makanannya. Ada yang salah dalam lidah kita."
~Potongan Sebuah Film~



_____
*Saduran dari sebuah cerita di buku "Fight Like a Tiger Win Like a Champion" karya Darmadi Darmawangsa dan Imam Munadhi.

2 komentar:

fauziyah mengatakan...

yes, lebih kepada "kacamata" yg dipakai saat memandang orang lain dan saat melihat dumia,,

namarappuccino mengatakan...

@Fauziyah: Iya. tergantung kacamatanya. Kalau kacamatanya berwarna ungu, semuanya jadi terlihat lebih ungu. :)