Selasa, 29 November 2011

Maaf, kami datang jauh sebelum anda, Mister”


Gambar perahu Bugis karya bangsa Aborigin (sumber www.dfat.gov.au)
“Maaf, kami datang jauh sebelum anda, Mister”
“Pak, kenapa bangsa barat dikatakan menemukan benua Australia? Apakah benua itu pernah hilang?” Pertanyaan itu dilontarkan seorang anak kecil berumur 9 tahun, ketika saya mengajar di sebuah pesantren di Yogyakarta. Saya tidak tau kenapa negara-negara barat lebih suka menggunakan kata “discover”, dan bukan “arrived” kalau mereka bertualang. Dan kenapa hanya bangsa barat yang “berhak menemukan”  padahal bangsa China dan Indonesia pada masa lampau telah menjadi penjelajah-penjalajah samudera, jauh sebelum bangsa barat mengenal kompas.



 Sejarah mencatat bahwa Suku Bugis sudah lama berinteraksi dengan kaum Aborigin Australia 1000 tahun sebelum Willem Jansz/Janszoon, pelaut Belanda, “menemukan” Australia pada 1606. Suku Bugis lah yang pertama kali berinteraksi dengan suku Aborigin Australia dan mentranSfer kearifan lokalnya berupa teknologi kelautan, sehingga kaum Aborigin memiliki kemampuan membuat perahu sederhana dan melaut untuk mencari ikan. Pada saat itu di bagian utara benua Australia terdapat kampung Bugis, jadi secara historis dan budaya mestinya Benua Australia itu merupakan bagian dari Negara Indonesia.


Lukisan perahu Makasar di atas batu menunjukkan adanya hubungan dengan Indonesia (www.dfat.gov.au)


Apapun itu, bolehlah kita berbangga diri, “Kami datang lebih dulu, Mister.”


 ________
by Akhyari Hananto dari goodnewsfromindonesia.org

9 komentar:

Syam Matahari mengatakan...

jadi ingat bukunya Es.Ito yang negara kelima... xixixi

kita kurang kekuatan mungkin untuk mengarahkan sejarah sehingga negara2 barat betul2 berkuasa dan semaunya.

Annesya mengatakan...

tapi bangsa Inggris yang berani lebih dulu menjajah sih, bang. makanya jadi negara bonekanya inggris.
coba dulu kita berani menjajah ya bang,,, hahaha... *loh?

Yayack Faqih mengatakan...

sebenarnya bangsa kita bangsa yg lbh besar dari bangsa lain cuma karena generasi penerusnya yg tdk bsa mewarisi kebesaran bangsa kita. Jadi suka melupakan sejarah padahal itu sangat penting. Makasih tulisanya :)

srrriii mengatakan...

sayang banget ya.
sampe sekarang warga indonesia malah lebih banyak yg jadi budaknya mister mister itu.
padahal ini negri kita, kenapa kita yang jad babu, mereka yg jadi bosnya?
miris.

Nurul Khaliza mengatakan...

Saya bugis lho :D *bangga*

namarappuccino mengatakan...

@Syam: Mungkin. Dan sekarang, kita harus dan sedang memperbaikinya. Suatu hari nanti, kita akan mengejarnya.

@Deva: Hahahaha. Kita dulu termasuk mungkin. Pada jaman Sriwijaya dan Majapahit. Kekuasaannya melebar sampai ke hampir semua Asia Tenggara.

@Yayack: Yap. Kita selalu menjadi bangsa besar. Dan suatu hari nanti, dengan penerus-penerus yang benar, kita tetap akan menjadi bangsa besar.

@Sri: Siapa tahu suatu hari nanti berbalik. karena prediksi berbagai analis di dunia, Indonesia pada beberapa tahun ke depan, akan semaju negara-negara lainnya.

@Nurul: Waaa. ikut bangga dek. :)

Lilih Prilian Ari Pranowo mengatakan...

hehehe... ulasan menarik mas erick... good news...

namarappuccino mengatakan...

Hehehe. Selamat datang mas Lilih.

fauziyah mengatakan...

sejarah emg penuh dg konspirasi, sypa yg kuat, mereka yang akan jadi tokoh utamanya,,pdahal saya suka sekali cerita sejarah,,uhmm,