Rabu, 23 November 2011

Mencintainya Tanpa Bosan?


Bisakah seseorang mencintai tanpa rasa bosan?

Dulu, pernah ada seseorang yang menanyakan itu. Tepatnya lupa, mungkin dia menulisnya di status social network. Ya, kurang lebih pertanyaannya seperti itu, di luar dia bercanda atau tidak. Bosan dalam hal ini yang dia maksud adalah bosan yang sudah bersama sekian lama, kemudian merasa bosan dan meninggalkannya. Bukan bosan yang sering dialami manusia ketika mengalami kejenuhan sementara.

Dan sepertinya saya punya jawabannya (ini juga entah benar atau tidak).

Bisakah seseorang mencintai tanpa rasa bosan?
YA! Tentu saja. Kenapa tidak?

Kenapa bisa seseorang begitu mencintai sepakbola sehingga dari kecil dia sudah bermain bola, remaja bermain bola, dewasa bermain bola, bahkan setelah tua dia bisa menjadi pelatih atau hal lainnya. Jangan lupa, kenapa banyak orang yang rela menonton pertandingan bola jam berapa pun mainnya di televisi? Jawabannya sederhana, cinta.

Bagaimana bisa seorang B.J. Habibie dan Ibu Ainun sebegitu romantisnya sampai menjelang tua? Bapak Habibie mencintainya sampai beliau (Ibu Ainun) dipanggil yang Maha Kuasa. Cinta.

Bagaiman seorang Hellen Keller yang dengan penuh keterbatasannya (Bisu, tuli, buta) bisa terus menulis dan sampai diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan menjadi salah satu penulis terbaik sepanjang masa? Cinta.
Iya, baiklah. Contoh pertama dan ketiga, tidak berhubungan dengan seseorang. Tapi cinta adalah cinta. Jika cinta dengan sesuatu yang dilakukan saja bisa membuat seseorang tidak bosan, apalagi cinta dengan seseorang, bukan?

Tapi kalau memang kita mau melihat contoh sebenarnya seseorang yang bisa mencintai tanpa bosan, kita bisa memilinnya satu per satu. Lupakan kisah cinta raja yang membuat istana Taj Mahal untuk istrinya. Itu kisah sebenarnya tapi mungkin beberapa orang tidak akan menganggapnya contoh. 

Anda harus menyimak contoh ini.

Bagaimana seorang pemuda mencintai seorang perempuan yang lebih tua di China (Pada zaman dulu, hal itu adalah aib. Akhirnya dia lari dari kampungnya bersama perempuan itu ke sebuah tempat tinggi. Setiap hari istrinya naik turun untuk mencari makanan. Tahu apa yang dilakukan lelaki muda itu? 

Setiap hari dia memahat gunung itu untuk membuat tangga agar istrinya bisa lebih mudah naik turun. Sampai akhirnya sudah terpahat 6000 anak tangga ketika mereka sudah tua. Anda tahu? Setiap hari memahatnya selama puluhan tahun! Istrinya sudah meninggal sekarang dan cerita mereka menjadi legenda di seluruh dunia.

Simak kisah lengkap dan fotonya di sini. 6000 Anak Tangga.

Apa mereka mencintai dengan ada bosan?

Ada lagi satu cerita ini.

Kejadiannya di  White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita cantik dan baik. Sayangnya dia tidak menjadi suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan istrinya.

Dia juga mencuri semua uang istrinya dan mendirikan perusahaan ersama teman-temannya. Dia sukses besar sehingga hidupnya penuh gelimangan seks bebas, berjudi dan narkoba. 

Tapi pada suatu ketika dia bangkrut dan mulai melakukan apa saja untuk mendapatkan uang sehingga melakukan tindakan criminal untuk menipu banyak orang. Pada akhirnya dia tetap tertangkap.
Selama di penjara dia teringat istri dan anaknya. Dan menulis surat kepada mereka.

Apa isi surat itu dan bagaimana kelanjutan kisah nyata itu hingga dibuat lagu dan menjadi hits setelahnya dan kisahnya menyebar ke seluruh dunia?

Anda baca saja kisah selengkapnya di sini. Ikatkan Pita Kuning.

Itu cinta. Istri dan anaknya mencintai tanpa bosan. Bahkan setelah pasangannya melakukan kesalahan besar, mereka masih menerimanya dengan sederhana. Diminta mengikat satu pita kuning saja, istrinya itu mengikat ratusan pita kuning sebagai tanda dia menerimanya kembali.

Jadi bisakah mencintai seseorang tanpa bosan? Ya. Tentu saja. Sudah banyak buktinya, bukan?
Kalau ada momen sedang bertengkar dan tidak bertemu beberapa saat, itu wajar. Tapi bosan yang benar-benar bosan? 

Jika benar itu cinta, seharusnya tidak ada kebosanan.




*Dikarenakan sepertinya terjadi perbedaan pengertian dengan kata bosan dalam pertanyaan teman saya itu, maka postingan updatenya ada penambahan kalimat ini.
"Bosan dalam hal ini yang dia maksud adalah bosan yang sudah bersama sekian lama, kemudian merasa bosan dan meninggalkannya. Bukan bosan yang sering dialami manusia ketika mengalami kejenuhan sementara."

13 komentar:

Anonim mengatakan...

dulu ane putus sama cewek ane beralasan karena ane bosan.
dan setelah ane fikir2 lagi emang iya, ane bosan sama cewek ane.
kenapa bisa bosan? karena sudah tidak ada cinta.
dan biasanya cowok mutusin ceweknya ya karena udah bosan alias karena udah ga cinta. dg alasan yang bermacam2, ga cocok lah,mau fokus sama ini itulah, kamu posesif lah :D

namarappuccino mengatakan...

Ya. pada intinya memang mungkin karena sudah tidak cinta, sehingga ada 'bosan'. Kalau masih cinta, mungkin tidak akan bosan.
Mungkin. :)

Nurul Khaliza mengatakan...

@anonim: Kalau menurut saya sih, anda dan cewek anda tidak pernah ada rasa cinta. Kenapa?
Karena anda dengan mudahnya merasa bosan.
Singkat kan? Hahaha :D

k'Erick: Nice post kak :D

namarappuccino mengatakan...

@Dek Nurul: Hayooo novelnya yang buat Bentang Pustaka dah jadi belum?

dave setiono mengatakan...

Bagus..
Tapi kadang2 rasa bosan juga sllu datang kan? Dan kita kudu siap mengatasi rasa bosan tsb..
Susah2 gampang... :)

namarappuccino mengatakan...

@Dave: Mungkin kadang ada perasaan untuk sebentar menghindar. Entahlah apa namanya. Mungkin namanya bukan bosan. Karena kalau bosan, biasanya akan ditinggalkan.

Tapi tetap bisakah seseorang mencintai tanpa bosan (bosan yang akan meninggalkan)? Sepertinya bisa.

Mungkin. Mungkin.

Kalau secara pribadi, saya akan menjawab. Ya. Bisa!

Kalau untuk mewakili semua orang, "Mungkin, mungkin."

Baha Andes mengatakan...

kisah 6000 udah pernah baca tapi klo ikatkan pita kuning belum.

kebosanan pasti selalu ada disetiap diri manusia tetapi tergantung orang itu menyikapinya.

namarappuccino mengatakan...

Sepertinya postingan saya ini agak kontroversi. Hehhehe.

Tapi baiklah, bosan sementara mungkin bisa jadi. Sebagai manusia biasa.

Tapi bosan dan kemudian meninggalkannya, itu akan bermasalah.

Pada saat pertama mendengar pertanyaan teman saya adalah, 'bosan' yang kemudian bermaksud pergi untuk selamanya.

Tapi rasanya senang kalau ada banyak yang komen di sini.

Terimakasih semuanya.

Ikesusest mengatakan...

well, jika benar - benar cinta sama pasangan---kata bosan emang gak ada lagi yah.
Semoga nanti saya bisa menjadi istri yang mencintai suaminya seperti cerita 6000 anak tangga.
Amin.

Ikesusest mengatakan...

well, jika benar - benar cinta sama pasangan---kata bosan emang gak ada lagi yah.
Semoga nanti saya bisa menjadi istri yang mencintai suaminya seperti cerita 6000 anak tangga.
Amin.

Ikesusest mengatakan...

well, jika benar - benar cinta sama pasangan---kata bosan emang gak ada lagi yah.
Semoga nanti saya bisa menjadi istri yang mencintai suaminya seperti cerita 6000 anak tangga.
Amin.

namarappuccino mengatakan...

Amin amin amin. Seharusnya memang tidak boleh ads kebosanan yang berbahaya. :)

Athycute mengatakan...

"j9n prnh bSAn u/ meNcintai"
Krn CInta bSa membut Qta mrskan kebhGiaaN, , . . !!!!!!!!!!!!!!!