Senin, 07 November 2011

Pernah Merasa Terpuruk? Mereka Juga Pernah


Kalaupun jatuh dan terpuruk,
yang jatuh dan terpuruk adalah peristiwanya,
Bukan pribadi, hati maupun pikiranmu.
Kecuali kamu memang membuat dirimu sendiri jatuh dan terpuruk.
 
Anda pernah merasa terpuruk? Saya pernah. Rasanya? Mengagumkan!
Sewaktu masih muda, keterpurukan yang dirasakan adalah biasa, masalah cinta. Begitu juga dengan saya, dan pasti juga dengan Anda. Semua orang mengalaminya. Jangan mengira sesuatu buruk terjadi hanya kepada Anda sehingga sampai-sampai Anda ‘menuntut’ kepada Tuhan, “KENAPA SAYA?”. Anda pasti bercanda. Banyak orang yang mengalami hal yang sama dengan Anda. Ratusan, ribuan, bahkan jutaan!
Kembali kepada masalah yang biasa didapatkan ketika masih muda. Kalau Anda sekarang muda, atau ‘masih’ merasa muda (saya masih merasa muda), pasti Anda pernah juga mengalami kisah serupa.
 Masalah tentang cinta biasanya berupa putus cinta, cinta ditolak, tidak bisa mengatakan cinta, orang yang Anda cintai ternyata mencintai orang lain, Anda dikhianati (bisa juga terjadi pada orang dewasa), dan masih banyak hal lainnya. Kebanyakan, saya pernah mengalaminya. Anda? Mungkin pernah satu dua, atau bahkan semuanya? Tidak mengapa. Mari kita jujur kepada hati kita sendiri. Lagipula Anda menjawabnya dengan hati bukan?
Yang harus kita ketahui adalah, bahwa kita orang biasa. Sangat biasa. Kita bukan orang terkenal serupawan para artis yang kita lihat seolah mereka ‘sempurna’. Hei, tapi ternyata orang secantik Jennifer Aniston mengalami patah hati juga. Hei, ternyata seseorang yang semenarik Lady Diana, dikhianati juga. Cukup dengan contoh itu? Kalau Anda melihat berita, ada banyak artis dan actor yang sangat rupawan, tapi kehidupan cinta mereka berantakan. Apa lagi yang kurang dari mereka? Harta melimpah. Fisik? Kan artis, sehingga rupawan. Rumah dan mobil tentu juga mewah. Tapi, mereka juga tetap tidak terhindar dari masalah yang bernama patah hati, dikhianati, dan lain sebagainya.
Lalu apa yang membuat kita istimewa sehingga ketika mengalaminya menjadi seolah-olah benar-benar terpuruk? Kita tidak sendirian. Banyak orang yang jauh di atas kita, atau di bawah kita (kalau kita artis sekalipun) mengalaminya.
Kalau memang kita terpuruk, lihat lagi. Iya, kita patah hati, dulu. Tapi, hei bukankah kita bertahan dan baik-baik saja sampai kini? Iya, mungkin ada yang pernah cintanya ditolak. Tapi hei, bukankah Anda baik-baik saja kini? Iya juga, mungkin ada yang dikhianati dan rasanya sakit sekali. Tapi hei, bukankah Anda juga baik-baik saja kali ini?
Seringkali, keterpurukan benar-benar dirasakan sakit ketika kita baru saja mengalaminya. Mungkin beberapa hari, minggu, atau bulan, entahlah. Tapi simak tempat Anda berdiri sekarang. Semua hal yang dulu Anda 'rasa' membuat Anda terpuruk itu tidak ‘membunuh’ Anda! Mengagumkan! Anda baik-baik saja.


Dan kalau Anda sedang mengalaminya, berarti Anda memang sedang ‘merasa’ terpuruk saat ini. Anda bisa membold kata ‘saat ini’. Iya, kenapa? Karena Anda, sebelumnya, dulu pernah mengalaminya tapi Anda bisa bertahan. Berarti harusnya yang sekarang ini juga bisa bertahan, bukan?


Tapi sekarang beda! Baiklah, mungkin akan ada yang mengatakan demikian. Tapi, bukankah Anda dulu juga merasa yang waktu itu adalah ‘beda’? Sehingga Anda merasa seolah-olah sangat jatuh? Jadi, benar ‘beda’? Atau memang perasaan saja?

Dan kalau Anda baru pertama mengalami kejadian terpuruk karena cinta, Anda lihat, banyak yang bertahan ketika patah hati, putus cinta, ditolak dan lain sebagainya. Banyak kisah yang ternyata mereka baik-baik saja dan bahagia dengan pasangannya yang sekarang. Anda hanya harus banyak membaca dan mendengar kebahagiaan orang-orang di sekitar Anda.
Bukti?  Anda silakan bertanya kepada orangtua Anda, pernahkah mencintai orang sebelum ayah/ibu kita sekarang ini? Pasti pernah. Dan pernah juga patah hati. Tapi mereka bahagia sekarang (Semoga bahagia). Atau Anda bisa menanyakan kepada orang lain lagi, tetangga, teman, saudara, siapa pun. Apa mereka pernah patah hati? Pernah! Apa mereka bisa berbahagia setelah itu? Tentu saja, kenapa tidak?
Jadi, kenapa terlalu memikirkannya? Pada suatu saat nanti, Anda pasti akan menemukan seseorang yang tepat dan Anda akan berbahagia.
“Bahagia itu selalu datang tepat waktu, kita saja yang tidak sabar menunggu.”
 
Menginjak dewasa, selesai? Tentu saja tidak. Anda akan menemukan ‘keterpurukan-keterpurukan’ baru. Bisa jadi masalahnya tetap sama, tapi bisa jadi juga bertambah dengan adanya keuangan, pekerjaan, hubungan sosial, dan lain sebagainya.
Kembali, jangan mengira hanya Anda yang mengalaminya di dunia. Keuangan? Bahkan Donald Trump, salah satu orang terkaya di bumi pernah bangkrut dan berutang jutaan dolar! Dia mengembalikannya dalam sepuluh tahun. Bahkan Yusuf Mansyur pernah dipenjara gara-gara utang miliaran.
Anda punya utang miliaran? Sepertinya tidak. Jadi, Anda pasti akan baik-baik saja. Tapi hanya jika Anda bangun, berdiri dan melakukan apa yang harus dilakukan. Bukan hanya diam dan meratapi kenapa terjadi seperti itu.
Keluarga. Nah ini cukup berat, tapi juga bukan berarti tidak terselesaikan. Semua orang yang berkeluarga mengalaminya. Ingat, semua orang yang berkeluarga mengalaminya. Bukan hanya Anda.
Pekerjaan, hubungan sosial dan lainnya? Well, sama. Anda tidak sendirian. Semua orang mengalaminya. Dan hei, banyak yang bisa menyelesaikannya, kenapa Anda tidak?
“Tuhan selalu mengirim masalah satu paket dengan penyelesaiannya. Diturunkan secara terpisah. Anda hanya harus menemukan paket terpisah yang berisi penyelesaian. Jangan hanya membuka paket berisi masalah dan meratapinya.
*****
Bahkan,
Ada kalanya manusia sekuat apa pun, sebijak apa pun,
Ada momen-momen tertentu ketika dia terjatuh.

Bagaimanapun juga,
Dia akan bangkit kembali.

Jika kamu tidak sekuat apa pun dan sebijak apa pun,
Maka wajar kamu sekali sekali mengalami jatuh.
Tapi tetap harus bangun kembali.

Ayolah, SHINE ON!


5 komentar:

DiGiTaLyZm JouRNaL... mengatakan...

wah kakak selalu saja keren bikin postingan selalu buat aku terharu bacanya bener bener spirit booster :')

namarappuccino mengatakan...

Hehehe. SHINE ON dek. ^_^

Ditter mengatakan...

Sip banget, Mas. Dulu saya pernah baca buku motivasi, tapi lupa judulnya. Ada sebaris kata yg mengungkapkan bahwa terpuruk atau tidak sebenarnya adalah pilihan kita. Sayang sekali sebagian besar orang lebih memilih utk terpuruk daripada mencari cara utk keluar dari masalah....

program umkm gratis mengatakan...

Nice Info ^_^
Ijin nambahin. Jika Qt sdh BANGKRUT (BANYAK HUTANG, BLACK LIST BI, DIKEJAR2 DEBT COLLECTOR, PENGANGGURAN)? Ternyata MASIH BISA SELAMAT :) http://program-umkm-gratis.blogspot.com

Ndris blogs" mengatakan...

Bagus artikelnya..