Selasa, 15 November 2011

Sederhananya Bahagia Itu

Sederhananya bahagia itu. Seperti kamu mengabariku, "Di sini hujan. Lalu aku teringat kamu."

Sederhananya bahagia itu. Seperti setelah kita lama tidak bertemu, kamu menghambur memelukku dan berteriak, "Aku rindu!"

Sederhananya bahagia itu. Seperti aku sedang tertawa, lalu jeda. Dan kamu berkata, "Aku suka kapan pun kamu tertawa."

Sederhananya bahagia itu. Seperti kamu menyempatkan diri menyapaku, sesibuk apa pun kamu.

Sederhananya bahagia itu. Seperti kamu sedang membutuhkan teman untuk bercerita, dan yang kamu hubungi pertama kali adalah aku.

Sederhananya bahagia itu. Seperti aku memperlambat menyantap roti dan meminum kopi, hanya untuk bisa lebih lama mendengar ceritamu.

Sederhananya bahagia itu. Seperti aku menceritakan lelucon apa saja, dan kamu tetap tertawa.

Sederhananya bahagia itu. Seperti di bangun pagiku, ada secangkir kopi dengan senyuman selamat pagimu. 

Sederhananya bahagia itu. Seperti ketika kamu memelukku, "Cukup sediakan waktumu, dan kutukar dengan seluruh hatiku."

Sederhananya bahagia itu. Seperti ketika kamu mengatakan bahwa kamu tidak pernah lupa ketika pertama kali kita bertemu.

Sederhananya bahagia itu. Seperti kapanpun kita selesai bertemu, kamu mengatakan, "Kamu tetap di sini saja, menemaniku."

Sederhananya bahagia itu. Seperti melihatmu tertawa, dan itu karenaku.

Sederhananya bahagia itu. Seperti kapanpun aku terjatuh, kamu segera dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja, sambil memelukku.

Sederhananya bahagia itu. Seperti kita sedang melewatkan waktu bersama, dan kamu berkata, "Ingin seperti ini selamanya."

Sederhananya bahagia itu. Seperti kamu terlihat bahagia kapan pun melihatku.

Sederhananya bahagia itu. Seperti aku bercerita, dan kamu menyediakan telinga. Mendengarkan setenang-tenangnya.

Sederhananya bahagia itu. Seperti kita menukar sapa dengan cara berbeda. Aku membuatkan puisi, kamu membuatkanku kopi.


********

Kadang, bahagia itu memang sederhana. Dan bahagiaku? Melakukan apa pun bersamamu.
Karena bahagia kadang bukan tentang melakukan apa dan mendapat apa, tapi bersama siapa.

2 komentar:

Nurul Khaliza mengatakan...

Hehe, setuju kak! :)

Bukan tentang melakukan apa, tapi tentang bersama siapa :D

#bahagiaitusederhana :)

namarappuccino mengatakan...

Hehehe. Iya dek.
Melakukan apa pun, jika itu bersama seseorang yang kita cintai, rasanya tetap, ... beda.