Rabu, 18 Juli 2012

Seseorang Sepertimu


Ini nyaris sempurna. Setelah kepergianmu itu, aku menemukan seseorang sepertimu. Gaya dia berbicara, cara dia berpakaian, postur tubuhnya, semuanya sepertimu. Hei, bahkan kamu tahu, Cara dia berjalan dan menyeruput kopi juga sama sepertimu. Atau cara dia memainkan rokok putih di sela-sela jarinya. Ya. Sepertimu.

Jangan lupa, cara dia menyayangiku pun sama sepertimu. Dia akan berlama-lama mendengarku bercerita, membelai rambut panjangku dan kemudian kalau aku menangis, dia akan berkata dengan suara baritonnya, “Semua akan baik-baik saja.” Ya. Sepertimu. Menenangkanku, menghangatkanku.

Aku juga suka berlama-lama bersandar di dada bidangnya. Oya, bahkan parfumnya sepertimu. Lembut, tapi tidak mengurangi sisi maskulinnya. Ya, tentu saja aku betah berlama-lama menyandarkan kepalaku di sana. Aku suka wangi, terutama wangimu. Dan dia memiliki wangi itu. Sepertimu.

Dia juga tidak keberatan dengan kegemaranku berbelanja, atau menonton film, atau sekadar minum di kafe kecil penuh buku. Dia menemaniku dengan sabar. Pada intinya sederhana. Dia suka melihatku bahagia. Sama sepertimu.

Kamu lihat kan, semuanya nyaris sempurna.

Hanya satu yang mengganggu.

Kata ‘seperti’ yang terletak sebelum kata ‘mu’. Di sana. Di sana letak permasalahannya yang membuat segala sesuatu hanya sebatas nyaris. Ya, nyaris. Tapi, tidak pernah sempurna.

Bagaimanapun juga seseorang ‘sepertimu’ artinya tetap bukan ‘kamu’.




8 komentar:

Baha Andes mengatakan...

dah menemukan ganti ya?

ya "sepertimu" semoga tidak yg satu ini, tidak sepertimu yg telah pergi meninggalkan. iya bukan ya?

namarappuccino mengatakan...

Itu fiksi kok. ^_^

Ditter mengatakan...

Fiksi tapi kayak beneran nih, hehehe... :p

panduan belajar blog mengatakan...

biar fiksi yang penting bagus. :D

namarappuccino mengatakan...

@Mas Adit: Hehehe. Kan tokohnya cewek yang menemukan seseorang seperti prianya dulu. :D

@bro: Hehehe. thank you. dan terima kasih juga buat postingannya yang selalu membantu dalam ngeblog dan hal-hal lain.

nonasan mengatakan...

posisi "mu" itu mungkin gak akan pernah tergantikan karena memang hanya ada 1 di dunia :3

Aninda Naima mengatakan...

waww... keren.. :D

Btw makasih sudah follow blog sy, kalo sy sih sudah dr dulu follow blog kamu, pas awal2 dulu punya blog..

Ayu Rainaya mengatakan...

"Bagaimanapun juga seseorang ‘sepertimu’ artinya tetap bukan ‘kamu’." Suka banget :)