Rabu, 21 Desember 2011

Dan Aku Kehilangan Hatiku di Hari Itu

Ini. Aku sudah menemanimu satu tahun lebih.

Ini. Selama itu aku tidak pernah bosan mendengar ocehanmu tentang ini itu. Memandangi gelak tawamu atau kegemaranmu yang mengedipkan berulang dua matamu. Aku benar-benar ingin mencubit pipimu ketika itu.

Oya, tapi ada yang ingin kukatakan. Kalau tidak keberatan, kapan-kapan, aku ingin bisa lebih berlama-lama denganmu. Kamu bisa berbicara apa saja, aku akan mendengarkan. Kamu boleh mengajakku ke mana saja, aku akan mengikutinya dengan senang. Kamu pun boleh menggunakan bahu atau pahaku jika kamu kelelahan.

Pada intinya, aku hanya ingin mengatakan, ada banyak hal yang ingin aku tunjukkan. Kadang, aku ingin kamu membacaku dari semua tindakan, tidak perlu dari perkataan. Karena sepertinya, mengatakan ‘aku mencintaimu’, akan terkesan mudah bagi lelaki mana pun. Mereka yang mengenalmu, pasti bisa melakukannya. Jadi, aku tidak akan mengatakannya, setidaknya untuk sekarang. Aku tidak mau menjadi salah satu dari deretan lelaki itu. Aku mungkin akan mengatakannya jika kamu sudah membaca semua yang kulakukan dan paham. Itu pun kalau aku ada dalam deretan pilihan. Jika tidak, sebaiknya malah tidak kukatakan. Sederhana, bukan?

Mari kita runut satu per satu tentang ini agar bisa memudahkanmu. 


Masih ingat hari itu? Ketika kita berbicara untuk pertama kalinya dan berlama-lama? Lalu kamu mulai bertanya ini itu dan aku menjawab ini itu. Aku bukan orang yang suka lama-lama berbincang dengan orang yang tidak kukenal, tapi entah kenapa kamu adalah yang pertama kalinya membuatku tersenyum dan jenak mendengarkan, entah itu pertanyaan atau cerita tentang hal-hal yang belum pernah aku dengar. Tentang legenda hujan dalam dongeng, tentang legenda Sundarti, tentang legenda cerita cinta dari dua orang yang tidak pernah berjumpa sebelumnya, atau tentang mengharukannya kisah gadis cantik dengan seorang lelaki yang selalu meminum kopi yang dicampur garam. Aku tahu, kebanyakan adalah fiksi. Tapi untuk pertama kalinya, aku menyukai fiksi.

Oh, ataukah sebenarnya aku menyukai cara kamu bercerita, gerak tanganmu ketika menjelaskan, melihat bibirmu yang bergerak-gerak dengan mata riang? Atau memang seperti inilah apa yang dikatakan orang sebagai rasa ‘nyaman’? Dan semuanya tidak ada hubungannya dengan fiksi-fiksi yang kamu ceritakan?

Dan aku kehilangan hatiku di hari itu. Berlanjut sampai sekarang. Karena itulah suatu hari nanti, aku ingin berlama-lama denganmu untuk membicarakannya. Untuk memastikan apakah kamu akan mengembalikan hatiku, atau menyimpannya bersamamu. Itu pun kalau aku ada dalam deretan pilihan.

4 komentar:

Asep Saepurohman mengatakan...

bingung kalo soal hati hehe

Mixer Blog mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Mixer Blog mengatakan...

selamat berjuang ya!kamu insya allah termasuk deretan jika bersungguh2..semangat ya :D

Ririe Khayan mengatakan...

Jika tak bisa berada dalam deretan , setidaknya ada frgamen kecil tentangku yang kamu ingat..