Selasa, 06 Desember 2011

Jatuh Cinta pada Cara Allah

Jatuh cinta pada cara Allah memberi tahu mana yang terbaik untukku dan mana yang bukan. Kadang memang dengan cara yang menyesakkan, tapi di kemudian hari selalu melegakan.

Jatuh cinta pada cara Allah mengajarkan tentang kesabaran. Kadang berjalannya sangat pelan dan harus menunggu sampai tidak tahu kapan, tetapi ketika yang diharapkan datang rasanya sungguh luar biasa menggembirakan.


Jatuh cinta pada cara Allah mengajarkan tentang kekuatan. Kadang dengan memberi cobaan yang bisa jadi menyakitkan, tetapi ketika semua sudah berhasil dilalui, aku semakin lebih kuat untuk menghadapi apa pun yang berada di depan.


Jatuh cinta pada cara Allah ketika mengajarkan keberanian. Kadang dengan cara memberi pelajaran ketika saya takut melakukan sesuatu, pada akhirnya saya menyesalinya karena tidak mengejarnya berarti juga tidak akan mendapatkannya. Ya, dengan cara itu, saya tidak mau takut lagi untuk mengejar apa yang saya inginkan.

Jatuh cinta pada cara Allah mengajarkan tentang kebijaksanaan. Kadang dengan memberi masalah yang sulit untuk dipecahkan, tetapi selalu diberi jalan. Dan akhirnya hati dan pikiranku justru bisa benar-benar lapang.

Jatuh cinta pada cara Allah memberi tahu tentang rasa syukur. Kadang dengan memberi kita bermacam-macam kekurangan. Tidak ada maksud lain dari Allah selain untuk belajar menerimanya, memperbaikinya dan atau menunjukkan kelebihan lain yang aku punya untuk aku maksimalkan. Dan begitu menyadarinya, rasanya tidak cukup syukurku dengan sujud seribu satu malam.

Jatuh cinta pada cara Allah menunjukkan tentang kebahagiaan. Kadang harus melalui berbagai hal; letih, masalah, kekurangan, pengkhianatan, kekecewaan, rasa sakit, rasa sedih, dan lain sebagainya. Tetapi pada hakikatnya hanya satu:

Tidak mungkin Allah memberikan penderitaan tanpa merencanakan kebahagiaanku di masa depan.


Segala sesuatu sudah direncanakan. Aku hanya harus belajar dan menerima semua yang diberikan.

Bersabar jika memang belum waktunya datang, memperbaiki yang masih kurang, bersyukur atas semua yang sudah diberikan, dan …

JATUH CINTA … Pada apa pun yang diajarkan …

SHINE ON!


________


Dulu pernah posting ini pada awal-awal membuat blog. Sepertinya saya ingin membaginya lagi. Siapa tahu ada yang berkenan membacanya dan bermanfaat. Tentunya dengan sedikit update.

7 komentar:

dweedy mengatakan...

Jika semua terasa berat cukup membaca ayat ini hati terasa lapang: “Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?” _Ar Rahman

Untje van Wiebs mengatakan...

Yeah...
*aku bingung mau komen apa T.T*
Yeah... :D

Annesya mengatakan...

eeaaa aku ngeblank baca komennya una.. -_-a

namarappuccino mengatakan...

@Dwee: fabi Ayii aalairobbikuma tukadzdzibaan. :)

@Una: ^_^

@Deva: Hahaha. Gak apa, Va.

Ayya Idris mengatakan...

setujuu banget sama tulisan ini! Di balik segala pelajaran hidup yang Allah kasih ke kita, pasti ada maksud baik di dalamnya :)

namarappuccino mengatakan...

Yap. Benar, Ayya. There's always something behind something. :)

988Bet Trade In mengatakan...

kalau diizinin nitip numpang lapak yaaa terima kasih...

Agen Sbobet
Agen Bola
Agen Judi
Bandar Judi
Agen Bola Bonus
Bandar Asia77
Agen Poker
Agen Asia8
Agen 1sCasino
Agen Casino
Agen Bola IBCBET
Agen Bola Sbobet
Prediksi Bola