Rabu, 28 Desember 2011

Move On

Mungkin, salah satu hal yang susah dilakukan di dunia ini adalah melepaskan sesuatu yang bukan untukmu.

Tetapi mungkin juga sebenarnya, kamu hanya harus belajar tersenyum dan tertawa seperti biasa. Hanya saja kali ini tanpanya dan bukan lagi karenanya. Kali ini benar-benar karenamu sendiri dan karena kamu bahagia menjadi apa pun kamu, bersama siapa pun yang memang untukmu nanti.

Karena pada akhirnya, mau tidak mau, kamu hanya harus menyadari bahwa kalau memang bukan untukmu, mau dipikirkan dan diusahakan seberat apa pun juga, tetap tidak akan menjadi milikmu. Tapi mungkin kamu baru bisa melepaskan dia setelah menyadari itu.

Dan pada akhirnya juga, pelan-pelan, kamu akan melupakan. Pelan-pelan, ingatanmu tentang dia akan memudar. Pelan-pelan, kamu hanya akan mengingatnya kapan-kapan. Itu pun kebetulan ketika kamu melihat foto dia atau ada teman yang menanyakannya. Tapi pelan-pelan. Pelan-pelan. Yang banyak tidak dimengerti orang adalah 'pelan-pelan'nya.

Mulailah dengan tidak mengingat sama sekali tentangnya dan berhenti juga mencari tahu tentangnya. Tetap, pelan-pelan.

Pada momen ini, jangan dulu sering menengok ke belakang. Terus saja berjalan. Terus saja. Pada akhirnya nanti, akan sampai pada satu titik yang membuat kamu nyaman. Titik dimana ketika kamu menengok lagi ke belakang, semuanya sudah tidak sama lagi. Kamu rindu momen-momen itu, tapi tidak ingin kembali lagi ke momen itu. Hanya rindu, hanya kenangan. Bukan untuk dilupakan atau dihilangkan, hanya untuk sesekali menengok ke belakang, tapi bukan untuk menetap di sana. Just keep moving.

Karena bagaimanapun juga, jangan lupa, hatimu yang harus dijaga, bukan lukanya. Jangan lupa juga, bahagiamu yang harus dijaga, bukan keterpurukannya. Jadi, terus saja berjalan. Kalau tidak, kamu akan ketinggalan.

Karena bahagia selalu menemukan jalan untuk tetap sampai ke tempatnya. Dari arah mana saja, ke arah mana saja.

Angkat lagi kepalamu, bangun lagi bahagiamu, lepaskan 'reruntuhan' apa pun itu. 
Kita masih punya waktu. 
Kita selalu punya waktu. 

Maybe there's nothing wrong, maybe you just have to move on.

29 komentar:

fauziyah mengatakan...

uhmmm, mngkin mmg hrs spt itu, mngkin

Cyaam mengatakan...

Kemanapun kita melangkah pasti akan menemukan jalan yang bisa membuat kita terjatuh, sakit adalah pelajaran berharga... dan satu hal yang dibutuhkan adalah kesiapan untuk bangkit. karena perjalanan hidup akan seperti itu, menyerupai sebuah lingkaran.

Arsya Mauly Adya mengatakan...

Kak, kakak penulis novel cinta?
Really really really reaaaaaally love your blog

ila mengatakan...

melangkah di tempat yang baru, teman baru, kegiatan baru, semua serba baru juga cara terampuh untuh mulai tidak terus mengingat hari2 di belakang :)

Ely Meyer mengatakan...

aku suka paragraf yang ke dua :)

pelan pelan seiring berjalannya waktu :D

Ayya Idris mengatakan...

"Jangan lupa, hatimu yang harus dijaga, bukan lukanya. Jangan lupa juga, bahagiamu yang harus dijaga, bukan keterpurukannya."

Jangan lupa juga, dirimu sendiri yang harus kamu sayangi, bukan dirinya yang sudah jelas meninggalkanmu. :)

Kartika Rachmada mengatakan...

setuju sama "pelan - pelan" nya :) setuju sama semuanya sih, because life is just must go on, whatever it takes :)

catatan burhan mengatakan...

well, makasih ya kak, tulisannya bagus ^^
gatau harus bilang apa dari tulisannya. ngena banget!

DENAH OFFICIAL mengatakan...

makasih infonya,
salam blogwalking ^^

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

maju terus ya

Ririe Khayan mengatakan...

Mungkin, salah satu hal yang susah dilakukan di dunia ini adalah melepaskan sesuatu yang bukan untukmu.----> karena kita sudah sedemikian mengenggamnya seakan sesuatu itu untuk kita.

#Dan yang lebih susah sebenarnya adalah MEMULAI melepaskannya, karena ketika sudah bisa start 'mulai' melepaskannya...step by step akan membawa kita pd proses 'pelan-pelan':melupakannya, memudarkan rasa yang semula mengental, menetralkan hati yang beranyam kasih...

namarappuccino mengatakan...

@Fauziyah: Mungkin bukan mungkin. Mungkin memang harus. :)

@Syam: Karena memang selalu ada momen jatuh. Bukan untuk kita membuat benar-benar jatuh. Tapi untuk tidak jatuh lagi dalam keadaan yang sama. Untuk menguatkan diri lagi.

@Arsya: Trying to, dek. Wish me? :D terima kasih. :)

@Ila: Dan akhirnya akan sampai pada titik nyaman

@mbak Ely: Iya mbak. Pelan-pelan. Pelan-pelan. :)

@Ayya: waaa jempol quote-nya.

@Rachma: Yap whatever it takes. :)

@BUrhan: Terima kasih. :)

@Denah: sama-sama. :)

@mbak Lidya: hehehe buat mereka juga. maju terus.

@Ririe: that one. Memulai melepaskannya. :)

Anonim mengatakan...

setiap kalimatnya menyentuh bgt, tp penggalan yg paling kusuka ini :

"akan sampai pada satu titik yang membuat kamu nyaman. Titik dimana ketika kamu menengok lagi ke belakang, semuanya sudah tidak sama lagi. Kamu rindu momen-momen itu, tapi tidak ingin kembali lagi ke momen itu. Hanya rindu, hanya kenangan. Bukan untuk dilupakan atau dihilangkan, hanya untuk sesekali menengok ke belakang, tapi bukan untuk menetap di sana."

alhamdulillah aq sudah sampai di titik itu, betul itu kuncinya : pelan-pelan, jgn terburu2 :)

ijin share yaa..

Nabila Ika Ramadhani mengatakan...

wah, yang ini keren banget :)

Selvia Sari mengatakan...

Aku suka postingan ini, kak :' Sesuai dgn keadaan. :)

wieldha luchu mengatakan...

Mulailah dengan tidak mengingat sama sekali tentangnya dan berhenti juga mencari tahu tentangnya. Tetap, pelan-pelan => inilah yang sedang saya lakukan...berusaha untuk pelan-pelan melupakan..semoga saya bisa MOVE ON :)

Misni mengatakan...

Yeah, kita tak bisa melupakan seseorang yang berarti, karena jika kita lupa itu artinya kita anmesia. Yang bisa kita lakukan adalah berhenti memikirkannya.

Ryan Moestafa mengatakan...

tapi klo si dia ny tetep aja dket gmana,.???
susah juga klo mau pelan-pelan nglupain, sdangkan dia nggak mau jauh.

Anisa Yura mengatakan...

aku hampir lupa titik itu. titik yang membuat ku (dulu) nyaman. semoga, aku menemukannya kembali. dan tetap, pelan-pelan.

Irna mengatakan...

Tulisan anda bagus bagus, benar benar pakar perasaan anda ini
Boleh tahu nama aslinya ?sepertinya saya kenal gaya bahasanya hehe

rosyita alifiya mengatakan...

kalau dia bukan untukmu, kenapa harus sulit melepaskannya? take it easy, itsn't yours~ :)

rosyita alifiya mengatakan...

kalau dia bukan untukmu, kenapa harus sulit melepaskannya? take it easy, itsn't yours~ :)

Trisna Septi Werdini mengatakan...

sesekali aku harus mencoba untuk tidak merasakan luka namun itu tidak mungkin :)

Namarappuccino mengatakan...

"Kita kadang tidak bisa menghindari luka. Tetapi luka itu terus ada dan terasa karena kita sendiri yang kadang membiarkannya ada."

Puji Rahayu mengatakan...

Move on bukan dilihat dari seberapa cepat kamu melupakan, tapi seberapa besar keputusan kamu untuk terus maju--Unknown.

♥K!tty_MuTz♥ LuV aLLaH mengatakan...

Terima kasih mas namara.
Tulisanmu mengajarkankanku kalau melepaskan adalah sebuah proses dan harus dilakukan secara 'pelan-pelan'..

Semangat move on.. :)

Zulaikha Amalia mengatakan...

aku percaya, aku percaya suatu saat aku akan melakukannya--menengok belakang dan tidak merasakan apa-apa, sudah berkali-kali aku melakukannya. hanya saja, prosesnya terkadang begitu sakit :"

Lina Budiarti mengatakan...

Karena aku juga sadar, menunggu 10tahunpun, kalau memang itu bkn untukku, ga akan pernah jadi milikku
.butuh waktu lama memang untuk ikhlas melepaskan, tapi alhamdulillah sudah berhasil melewati semua "pelan-pelan" itu :")

Lina Budiarti mengatakan...

Karena aku juga sadar, menunggu 10tahunpun, kalau memang itu bkn untukku, ga akan pernah jadi milikku
.butuh waktu lama memang untuk ikhlas melepaskan, tapi alhamdulillah sudah berhasil melewati semua "pelan-pelan" itu :")