Jumat, 09 Desember 2011

Keping - Rinduku, Sejelas Kamu Melihat Senyumku Ketika Itu

1.
Sudah pagi, dan aku masih suka senyummu.

2.
Nanti, kalau waktu mempertemukan kita lagi, kamu pasti bisa melihat rindu di mataku.
Sejelas kamu melihat senyumku ketika itu.

3.
Kita tertawa.
Kamu tertawa bahagia bercerita tentang dia, aku berpura-pura tertawa bahagia ketika mendengarnya.

4.
Kamu, yang bisa selalu berada di dekatnya sesering itu, bagaimana rasanya?

5.
Ada orang-orang yang diciptakan untuk datang sebentar, lalu pergi lagi.
Hanya untuk mengajarkan seseorang tentang melepaskan.

6.
Kata yang mungkin paling tidak ramah pada hatiku tentangmu, adalah 'pernah'.

7.
Ketika mencintai, kita selalu punya pilihan, membela harga diri atau membela hati.

8.
Aku harus lebih berhati-hati.
Akhir-akhir ini, setiap orang menanyakan apa inginku, namamu selalu yang tersebut pertama kali.

5 komentar:

Syam Matahari mengatakan...

Saya suka di point 7, walau bagaimanapun akan tetap ada ego yang melekat pd seorang pecinta. Jangan mau sakit atas nama cinta, krn cinta sesungguhnya adalah sesuatu yg membebaskan.

nice poem namara :)

Ardhito Dharma mengatakan...

dalem dalem :D

Ely Meyer mengatakan...

berpura pura tertawa ? .... rasany akok sulit ya, paling tdk itu mnrtku

namarappuccino mengatakan...

@Syam: yap. Tergantung sifat orang itu. Pilih hati atau harga dirii.

@ARditho: selamat datang di blog ini. :)

@mbak Ely: kadang saya ingin seperti mbak ely. Tidak bisa berpurapura. Tape ada orang-orang seperti kami. Sebisa mungkin jangn sampai membebani pikiran orang. Jadi ikut tertawa. Yang penting dia tidak merasa bersalah. :) memang perbedaan karakter orang selalu mengagumkan.

Ririe Khayan mengatakan...

Point 7."Ketika mencintai, kita selalu punya pilihan, membela harga diri atau membela hati"...dalam hidup selalu ada pilihan, always so..