Jumat, 02 Desember 2011

Selamat Pagi, Kamu




Kamu harus berhenti melakukan itu. Ya. Itu. Tersenyum di pagi hari, menyediakan secangkir kopi hangat di meja sampingku, dan mengucapkan selamat pagi sambil mencium keningku. Itu sangat berbahaya bagi mata dan jantungku.

Meski demikian, kadang kamu pun mengomel tentang malasnya aku bangun di hari minggu atau berantakannya kamar itu karenaku. Aku tertawa kecil saja. Pada awalnya, aku agak jengkel juga, ternyata ketika kamu mengomel, kamu bisa tidak berhenti hampir satu jam. Tapi kamu tetap tidak pernah melupakan kebiasaanmu itu, menyediakan kopi dan lain sebagainya. Meski awalnya aku pikir aku akan menjadi gila jika sering mendengarmu mengomel di pagi hari seperti itu, tapi, ya, kenyataannya sampai sekarang aku baik-baik saja. Bahkan aku kadang sengaja tidur berlama-lama atau membuat kasur sedikit berantakan hanya untuk menggodamu. Dan aku selalu tertawa kecil di balik bantalku ketika kamu sudah mulai, “Ayah ini…, Kan bisa,… “ dan sebagainya. Ya. Aku menikmatinya.

Lalu kita akan berada di meja makan atau teras belakang. Menikmati suara gemericik air di kolam ikan meski kadang diganggu oleh pemandangan jemuran. Tapi tidak apa. Aku suka. Terutama ketika kita masih menyempatkan diri berbicara dan bercanda meski beberapa menit saja sebelum aku dan kamu berangkat kerja.

Ya. Seperti itu pagiku setiap hari. Dan jika ada yang bertanya pernahkah bosan? Jawabannya sederhana, aku dan kamu selalu bisa menciptakan sesuatu agar pagi dan malam kita (saat-saat kita selalu bertemu), tidak pernah membosankan. Kadang kita menonton film, kadang memberi makan ikan bersama, apa saja. Yang jelas, aku dan kamu selalu menemukan cara untuk membuat segala sesuatunya menyenangkan.

Seperti di Minggu pagi ini, setelah ‘kebiasaan yang membahayakan mata dan jantungku’ itu, kamu membawa sarapan di meja kecil yang khusus untuk makan di tempat tidur. Semacam tempat makan yang biasa digunakan untuk pasien di Rumah Sakit, bedanya ini bukan di Rumah Sakit. 

“Hari ini adalah hari berpacaran sedunia,” katamu. Kamu ingin kita berdua saja seharian ini di rumah. Melakukan apa saja. Yang pertama, makan berdua di ranjang. Yang kedua, dan seterusnya, kamu sudah menyiapkannya tapi tidak mengatakannya.

Itu. Aku suka itu. Cara kamu tertawa dan bercerita. Cara kamu bercanda dan tersenyum kepadaku manja. Semuanya.

Bukankah sangat menyenangkan, kita melihat orang yang sama ketika bangun pagi, dan jatuh cinta kepadanya setiap hari? Ya. Seperti itu aku, jatuh cinta lagi kepadamu di setiap bangun pagiku.

Oya, selamat pagi, kamu…




7 komentar:

panduan belajar blog mengatakan...

ada banyak cara untuk menghindarkan kebosanan di antara kalian berdua. yang terpenting ciptakan suasana baru yang tak terduga sebelumnya.

dan yang paling penting lagi adalah menghabiskan banyak waktu untuk bisa selalu berdua bersama-sama. :)

Syam Matahari mengatakan...

Ahahahha... sy semakin penasaran, ini crita imajinasi atau nyata yah? Xixixixi...

catatan burhan mengatakan...

wow ^^
kereeeennn :D

Ely Meyer mengatakan...

sama dengan komentarnya Syam Matahari ... fiksi atau nyata ya ? :)

nggak masalah deh, fiksi atau nyata, yg penting tulisannya bikin inspirasi bg yang lain agar tetap romantis dan mencintai pasangan hidupnya :)

namarappuccino mengatakan...

@Panduan: Itu fiksi kok bro. :D

@Syam dan mbak Ely: Hehehe fiksi. Lebih tepatnya sesuatu yang ingin saya inginkan terjadi nanti. :D

@Burhan: Terimakasih. ^_^

fauziyah mengatakan...

nice story,,^__^',

namarappuccino mengatakan...

Semoga suatu hari bisa seperti itu, dek. :)