Rabu, 07 Desember 2011

Ternyata Pemahaman Saya Tidak Ada Apa-Apanya Dibanding Mereka


Saya kira saya sudah sangat memahami apa itu cinta yang sebenarnya. Saya sudah dewasa, dengan berbagai hal dan bertahun-tahun menjalani hidup, ya. Saya kira saya sangat paham apa itu cinta. Cinta adalah ketika kita betah berlama-lama dengan seseorang, menikmati kebersamaan dengan dia, berbincang dan lain sebagainya.

Sampai suatu ketika saya mendengar apa yang dilakukan oleh bapak Suyatno (klik untuk baca kisah lengkapnya) kepada istrinya. Setiap hari pak Suyatno memandikan istrinya, membersihkan kotorannya, menyuapi makanan, dan lain sebagainya. Ya. Istrinya sudah lumpuh. Dan setiap hari, selama 25 tahun, pak Suyatno menjaga istrinya yang sudah tidak bisa melakukan apa-apa itu. 

Ketika keempat anaknya membujuk pak Suyatno untuk menikah lagi, jawaban pak Suyatno membuat menangis keempat anak dan istrinya. Bahkan pada saat dia dipanggil stasiun tv untuk menceritakannya ulang, ibu-ibu di sana juga menangis haru. 

Ternyata itu sebenarnya arti ‘betah berlama-lama’ dalam cinta.


Saya kira saya sudah sangat memahami arti dari cinta. Memperjuangkan orang yang kita cintai dan selalu berusaha membuat dia bahagia. Ya. Bukankah cinta harus seperti itu?

Sampai suatu ketika saya membaca kisah di China, dimana seorang pria yang mencintai wanita lebih tua dan sudah mempunyai anak. Pada zaman dulu hal tersebut sangat tabu. Akhirnya mereka berdua melarikan diri dan memutuskan tinggal di gua. Tentu saja mereka tidak memiliki apa-apa. Makanan, pakaian, semuanya tidak punya. Dan ketika si lelaki bertanya, “Apa kau menyesal?”, si perempuan selalu menjawab, “Selama kita rajin, kehidupan kita akan menjadi lebih baik.

Gua yang mereka tinggali ternyata di gunung. Sehingga istrinya harus sering naik turun untuk mencari makanan. Si lelaki pun setiap hari selama lima puluh tahun, memahat anak tangga di gunung itu untuk istrinya agar memudahkannya ketika naik turun. Bisa dibayangkan bertahun-tahun seseorang dengan konstan melakukan hal itu? Kisah nyata ini kemudian terkenal dengan sebutan 6000 anak tangga.

Ternyata itu sebenarnya arti ‘memperjuangkan’ orang yang kita cintai.


Saya masih mengira saya sudah sangat memahami arti dari cinta. Cinta adalah ketika seseorang jauh, kemudian saling merindukan dan khawatir jika tidak ada kabar.

Sampai suatu ketika di kota saya mengalami gempa. Jumlah yang meninggal mencapai ribuan. Orangtua saya panik luar biasa. Menelepon terus menerus. Apalagi gempa susulannya selalu beruntun datang. Dan ketika saya dan adik saya pulang, mereka memeluk kami berdua erat dan berairmata. Kami baik-baik saja. Selalu. Tapi airmata mereka menjelaskan semuanya tentang cinta. Saya tahu, ini bukan cinta tentang dua pasangan. Ini cinta orangtua kepada anaknya. Tapi cinta adalah cinta, bukan?

Ternyata itu sebenarnya arti ‘merindukan’ dan ‘kekhawatiran’ dalam cinta.


Saya tetap mengira saya sudah paham benar dengan yang mereka sebut dengan cinta. Ya. Memaafkan juga termasuk dalam hal-hal yang harus dilakukan ketika mencintai. Memaafkan pasangan ketika terlambat datang, memaafkan ketika karena kesibukan tidakbisa menjawab telepon dan pesan. Hal-hal seperti itu. Itu cinta.

Sampai suatu ketika, saya mendengar kisah di kota White Oak jauh sana. Tentang seorang pria yang kemudian membawa lari semua uang istrinya, membuat bisnis sendiri dan sukses, mabuk-mabukan dan bermain dengan banyak perempuan, lalu bangkrut dan akhirnya dipenjara. Selama di penjara, kemudian dia teringat istrinya. Rindu dengan senyum dan kebaikan istrinya. Setelah pergulatan batin berbulan-bulan, menjelang keluar penjara dia menulis surat kepada istrinya.

Isinya sederhana. Meminta maaf, dan kalau dimaafkan, dia meminta istrinya mengikat sebuah pita kuning di pohon besar tengah kota. Jika ada ikatan itu dia akan berhenti. Jika tidak, dia akan langsung melanjutkan bi situ dan keluar kota. Kisah ini kemudian terkenal di dunia dan bahkan tercipta lagu yang menjadi hits di mana-mana. “Tie a Yellow Ribbon around the Old Oak Tree.

Ternyata itu sebenarnya arti ‘memaafkan’ dalam cinta.


Saya, yang selama ini mengira sangat memahami apa itu cinta, ternyata masih sangat bodoh. Yang saya pahami tentang cinta, tidak ada apa-apanya dengan mereka. Kadang, kita memang jatuh cinta. Tapi tidak jarang, yang kita cintai adalah kebahagiaan kita sendiri. Kita mencintai untuk kita berbahagia. Dan semua kisah nyata di atas, seharusnya menyadarkan kita bagaimana itu cinta.



4 komentar:

Ely meyer mengatakan...

dari cerita di atas hanya satu yg sdh pernah kubaca , cerita cinta yg dr China itu.

cerita cinta tentang pak Suyitno memang luar biasa ya, berbalik 100% pada kenyataan skrg di mana byk pria yg begitu bangga mengandeng istri muda tanpa pernah merasa malu dan tak menghiraukan perasaan istri tuanya.

cerita yg terakhir belum pernah aku baca sebelumnya, jadi thanks buat sharingnya :)

namarappuccino mengatakan...

Apa yang dikatakn pak Suyitno ketika ditanya emngapa dia melakukan itu, juga keren mbak. Membuat terharu.

:)

Ditter mengatakan...

Luar biasa.... Di luar sana ternyata ada orang-orang yg memiliki cinta sejati, dan kisahnya sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya, jauh dibandingkan peristiwa biasa yg sering saya temukan dalam kehidupan sehari-hari.... Nice post, Mas :-)

namarappuccino mengatakan...

Iya mas. Its a wonderful love. I wonder if i can do that, either.