Minggu, 15 Januari 2012

Aku Beri Tahu, Rasanya Melelahkan


Sudah pernah melihat dan mendengar caramu bercerita? Sesekali lihat, rasakan dan dengarkan. Perhatikan benar cara kamu tertawa; kerenyahannya, keriangannya, kelucuannya, semuanya. Perhatikan benar juga bagaimana kamu menggerak-gerakkan tanganmu lucu mencontohkan setiap ceritamu. Mungkin saja dari sana, kamu bisa tahu kenapa aku selalu memiliki rasa rindu.

Dan kapan pun aku menemanimu bercerita itu, kalau saja kamu sadar, kadang aku memalingkan mukaku sebentar. Itu karena aku takut ada kalimat yang melompat keluar, seperti ‘Aku selalu suka ketika kamu bercerita’, misalnya. Atau sembunyi-sembunyi aku sering mengelus dada kiriku ketika kamu tertawa. Itu juga sebenarnya untuk menenangkan hatiku, agar tingkahku tetap wajar. Aku takut melakukan tindakan yang memalukan karena gugup melihat tawamu.


Tapi aku suka seperti ini. Menemanimu berlama-lama bercerita seperti ini. Karena aku suka semuanya tentang kamu. Aku suka mendengar ceritamu dan merekam setiap detailnya dalam kepala. Lalu, aku akan membuka kembali file itu malam harinya, dan membayangkannya berlama-lama. Atau di lain waktu, aku memotret senyum dan tawamu diam-diam dari mataku lalu menyalurkannya, juga ke kepala. Sebelum tidur, kadang aku buka kembali file potret-potretnya. Itu sudah cukup untuk membuatku tersenyum seharian keesokan harinya.

Masalahnya kemudian adalah, seperti apa pun kamu menganggap kedekatanku denganmu, kamu sering lupa kalau aku juga laki-laki biasa. Kalau para laki-laki yang kamu ceritakan itu, yang sering melakukan hal-hal konyol untuk menarik perhatianmu itu, jatuh cinta padamu, bagaimana denganku? Bagaimana dengan aku yang hampir setiap hari melihat dan mendengar ceritamu? Bisa kamu bayangkan perasaanku yang harus menenangkan jantungku setiap hari? Bayangkan, s.e.t.i.a.p h.a.r.i?

Tapi sudahlah. Aku akan nikmati ini dulu. Menikmati kebersamaan ini dulu. Sambil mencari tahu,apa arti kedekatanku denganmu dari kacamatamu. Aku takut menebak-nebak, karena jika salah, aku mungkin tidak bisa melihat dan mendengar lagi ceritamu. Tidak bisa merasakan memalingkan mukaku sebentar agar tidak ada kalimat yang keluar atau mengelus dada kiriku untuk menenangkan hatiku lagi. Ya sudah, seperti ini saja untuk sekarang, mungkin cukup. Setidaknya itu cara menenangkan hatiku, merasa cukup dengan seperti ini.

Suatu hari nanti, kalau aku tidak pernah bisa mengatakannya kepadamu, atau ternyata kedekatanku denganmu ini memang salah tebak, aku akan memperlihatkanmu surat ini. Untuk memberitahumu, kamu pernah kucintai. Itu kalau-kalau aku salah tebak. Untuk sementara, aku simpan dulu surat ini.

Oya, kamu pasti belum pernah merasakan seperti apa mencintaimu tapi tidak bisa mengatakan. Aku beri tahu. Rasanya melelahkan.


________
#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-3 untuk @poscinta

12 komentar:

Mine and Me mengatakan...

ini nyata nggak?
knp nggak diungkapin aja?

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

surat cinta hari ketiga, makin pingin dikriiin surat cinta hehehe

Kampung Karya mengatakan...

bahasanya bening, kalau yang dimaksuk baca udah tentu bakal pingsan (lebay) hehe
jika ada wktu, komen cttn saya ya
http://kampungkaryakita.blogspot.com/2012/01/berapa-berat-kandungan-di-perutmu-bu.html
thanks berat

Ririe Khayan mengatakan...

# 30 hari menulis surat cinta...cukup 1 moment utk mengungkapnya..

ketika 2 orang ~venus-mars~ kedekatan dan keakraban hampir selalu menimbulkan friksi yg mengarah pd romansa cinta.

Adakah mars-venus truely be friendship...keduanya pure dengan rasa berteman?

poenyarika mengatakan...

yup, bener banget. rasanya memang melelahkan. :(

salam blogwalking! =D

Lita mengatakan...

Namara... kamu lomantis deh.
Jadi senyum2 sendiri bacanya...

namarappuccino mengatakan...

@Mine: :D Fiksi kok. :P

@Mbak Lidya: Ayo ikutan mbak. :D

@Kampung: ah *blushing*

@Ririe: I like diksi kamu Rie yang memilih kata 'friksi' :D

@Rika: Salam, Rika. :) Terima kasih sudah merekomendasikan blog ini ke temannya. :)

@Lita: Hihihihi.Tapi mungkin melelahkan juga kalau mengalaminya, Ta.

Anonim mengatakan...

Katakanlah kepadanya..
Kau tidak pernah tau kan..
Mungkin saja saat ini dan sejak dulu dia menunggu kata darimu..
Mungkin saja dia tidak pernah menunjukan perasaannya karena sama seperti alasanmu,,
yaitu takut kau hanya menganggapnya sebatas teman..
Sometimes people need a statement..
Maka nyatakanlah..
Atau berikan dia waktu untuk sejenak saja hidup tanpamu..
Jika dia benar mencintaimu..
Maka kehilanganmu akan membuatnya sadar bahwa dirimu sangat berarti baginya..

Sumber :
Pengalaman pribadi sebagai perempuan yg pernah merasakan lelahnya menunggu pernyataan..

AIIDWY mengatakan...

bagus tulisannya, wlo fiksi berasa seperti ada disitu :)

namarappuccino mengatakan...

@Anonim: I know. Dan setelah itu belajar. semoga tidak lagi. jadi tidak ada yang teraskiti. :)

@Aii: :) maybe its real? hehehe bercanda dek. :)

AiiDWYnata mengatakan...

hahaha lol :D
maybe ^^

Anonim mengatakan...

FriendZone kronis ceritanya ini... wew... wkwkwkwkwkwk