Sabtu, 21 Januari 2012

Kalau Kamu? Apa Kamu Baik-Baik Saja?

Pernah suatu ketika, aku sebegitu khawatirnya sampai tidak bisa melakukan apa-apa. Hanya memandangi handphone, menunggu kabarmu sambil terus bertanya-tanya. Itu terjadi ketika untuk pertama kalinya kamu pergi dengannya.

Lalu aku tidak tahan lagi dengan kepenasaranku. Aku meneleponmu dan bertanya, "Apa kamu baik-baik saja?"

Kamu setengah berbisik menahan bahagia, "Iya. Tentu saja aku baik-baik saja. Dia lelaki luar biasa. Kamu harus mengenalnya. Aku rasa aku jatuh cinta."

Aku bisa membayangkan senyum dan rona merahmu ketika mengatakan itu. Pasti cantik sekali. Karena kamu selalu terlihat cantik ketika berbahagia.


Lalu aku menutup telepon, mengambil nafas panjang, melirik ke dada kiriku dan mengelusnya. Berbisik pelan di sana, "Kalau kamu? Apa kamu baik-baik saja?"

Yang menerima bisikanku, diam saja. Tapi aku merasa terjadi badai besar di sana. Sepertinya. Karena tiba-tiba saja aku merasa air hujannya tidak tertampung di sana sehingga sebentar lagi meluber, menetes keluar mata.

7 komentar:

Kampung Karya mengatakan...

sepertinya (dia) orang yang sama. benarkah?

blogwalking siang

Baha Andes mengatakan...

klo ga salah ini maksudnya si penelpon jatuh cinta ama yg di telp ya? tapi....

suci nabbila mengatakan...

haaah.. suka sebel kalo ngeliat orang yang diem2 gitu. kompetisi dong! usaha ngerebut hatinyaaa. wwkkwk

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

cinta bertepuk sebalah tangan?

Ririe Khayan mengatakan...

"Tapi aku merasa terjadi badai besar di sana. Sepertinya." ~ Tentunya badai besar just for moment as normally human being when they feel unpleased. Dan Badai pasti akan berlalu...surely

Ririe Khayan mengatakan...

hadir lagi utk mengantarkan Award semoga berkenan ya http://kidungkinanthi.blogspot.com/2012/01/versatile-seven-shadow-award.html

namarappuccino mengatakan...

@Kampung: hehehe selalu orang yang sama, "kamu'

@Baha: yap. seperti itu. :)

@Suci: hihihi. iya. nanti kubilangin ke 'aku'

@mbak Lidya: mungkin mbak, mungkin juga tidak. :D

@Ririe: Iya, badai selalu berlalu Rie. Selalu. Orangnya saja yang sering malah mengikuti badai itu.
Awardnya, tunggu ya. :D