Senin, 09 Januari 2012

Kamu


Kamu, sudah berapa lama kita tidak bertemu? Cukup lama sepertinya, karena bahkan obrolan ringan ‘apa kabar’ atau ‘kamu sudah jauh berubah sekarang’ pun lama tidak terdengar. 

Aku tidak pernah lagi menghitung kapan terakhir kali kita berbincang. Dulu aku sering melakukannya, sampai seperti sebuah kebiasaan. Ya, dulu. Bahkan terakhir kalinya itu pun aku sempat menghitungnya. Sehari, dua hari, seminggu, tiga minggu, sebulan, empat bulan, lalu mulai berhenti dan melangkah pergi.  Aku tidak menghitung kapan terakhir kali kita berbincang lagi.

Ibaratnya, kita dulu sedekat matahari dan Bumi. Saling melihat, kadang ‘berbincang’, tapi tidak bisa lebih dekat lagi karena akan menghancurkan salah satunya, siapa pun yang menjadi bumi, aku atau kamu.  Karena itu mungkin diciptakan Merkurius dan Venus. Oya, juga revolusi Bumi. Agar matahari dan Bumi tidak saling mendekat, apa pun yang menjadi Merkurius, Venus dan revolusi itu, mungkin orangtua, mungkin kasta, mungkin jarak, mungkin orang lain, apa saja. Ya, perumpamaannya seperti itu.

Tapi aku selalu menikmati perbincangan denganmu, mungkin kamu juga (aku selalu ingin tahu hal ini, apakah kamu juga menikmatinya dulu?). Menikmati kebersamaan dan mengagumi betapa menariknya kamu ketika bermain-main dengan rambutmu. Oya, apa kebiasaanmu yang satu itu sudah berubah? Mengambil beberapa helai rambutmu yang menjuntai di pundak, lalu memilinnya dari atas ke bawah? Atau mengangkat gelas dengan dua tanganmu lalu meminum di bagian yang berseberangan dengan gagangnya karena itu tempat yang jarang terkena bibir orang lain?

Uuuuh I love it. I love every little thing you did. Its like colourful rainbow to me. No. Its more than that. Much more I think.

Well, but its over now. Its over few years ago. Sekarang, aku sudah dengan seseorangku. Menurutku dia tidak semenarikmu, karena memang tidak pernah ada seseorang yang semenarikmu. Tapi kamu harus melihat dia ketika pagi-pagi membangunkan aku, membuatkan aku kopi dan sarapan, lalu mengucapkan selamat pagi dengan senyum yang tulus dan menciumku. That moment, dia jauuuuh lebih cantik dari kamu. Atau pada saat aku pulang, dia mengambil tasku, dan teh hangat sudah di meja, menyambutku dengan senyuman termanis yang dia bisa, dia juga jauuuuuh lebih kukangenin daripada kamu.

Itu. Cinta.  Perbedaannya sederhana. Cinta. Dia memang tidak semenarikmu, tapi dia mencintaiku. Itu jauh lebih dari cukup. Dan apa pun yang dilakukannya untukku, sekarang membuatnya jauuuuh lebih menarik dari kamu. 

Ini aku masih di teras dengan secangkir kopi, dan beberapa donat. Perpaduan inilah yang hari ini membuatku mengingatmu setelah bertahun-tahun aku tidak melakukan itu. Aku tahu, pada suatu saat aku akan mengingatmu, kamu pun mungkin begitu, akan mengingatku. Tidak selalu dan tidak setiap hari, tapi akan selalu ada momen ketika kita melihat atau mendengar sesuatu dan abracadabra! Seperti de javu, kita ditarik oleh kekuatan tak terlihat dan menjelajahi masa lalu. Setiap kenangan baiknya, setiap kenangan buruknya. Walaupun aku selalu memilih mengunjungi kenangan-kenangan baiknya. Seperti sekarang ini. 

Dan ini aku mengingatmu. Sementara saja. Karena sebentar lagi, ketika dia datang, tersenyum dan menemaniku bercerita, kamu akan terlupa. Tenggelam. Seperti aku, yang pasti tenggelam di balik cintanya seseorangmu. 

Pada suatu saat nanti, kamu mungkin akan datang lagi ke memoriku. Tapi itu tetap sama. Bukan rindu. Hanya sesuatu yang bernama masa lalu. 

Lihat, dia sudah datang. Sudah, kamu pergi dulu dari pikiranku. Aku ingin menikmati kopi bersama seseorangku. Oya, lihat bagaimana dia tersenyum sekarang.

Itu.

Aku selalu mencintai itu.

14 komentar:

Nurul Khaliza mengatakan...

Udah move on, nih?
Hehe. :D

namarappuccino mengatakan...

When someone is married, it just now and future. Not now, future, and past. :D

#Harusnya

sYam mengatakan...

hihi... KAMU! aku juga ada tulisan tentang kamu ^^

fauziyah mengatakan...

kug palah nangis yya baca ini? hhe

namarappuccino mengatakan...

@Syam: Oya? Meluncuuuuur. :)

@Fauziyah: Hihihii sedih atau terharu dek? :D

Ririe Khayan mengatakan...

"....meminum di bagian yang berseberangan dengan gagangnya karena itu tempat yang jarang terkena bibir orang lain?..." Apa aku yg salah predikisi, jutru menurutku yg jauh dr gagang gelas yg berpeluang jd tempat utk minum, sehingga aku sk mengambil bagian yg tepat di handle utk minum...

Btw, secinta mati apapun...tetap hanya keping masa lalu jk kita sdh move on with some else

namarappuccino mengatakan...

Kalau tangan memegang gagang, yang sering terkena adalah samping gagang sebelah kanan. Mungkin. Waaa kamu sama kayak aku Rie. Persis. Aku minum selalu di atas gagang. :D

Yap. Harus menjadi kepingan masa lalu. Rindu, tapi tidak ingin kembali.

Rachma I. Lestari mengatakan...

Kenangan ada dua.
1. Kenangan yang diingat, terus masih ngefek ke kita.
2. Kenangan yang diingat, tapi gak ngefek apa-apa lagi ke kita.
Kenangan yang di cerita ini, tipe ke dua ya?

namarappuccino mengatakan...

@Rachma: yap. Rindu. Tapi tidak ingin kembali. :)

Nila Kussriani mengatakan...

kak, yang ini tulisan yang "gw banget" deh hahaha :p

namarappuccino mengatakan...

Hayoooo. nyata berarti. ;D

Nila Lazuardi mengatakan...

mkin kangen dan makin merasa bersalah sama mantan deh :((

Anonim mengatakan...

wah menyenangkannya saat telah berhasil mlewati sesuatu bernama masa lalu itu. :)

pink mengatakan...

kamu tau .....hampir smua tulisan mu ...isi di jiwaku
halah...sipp