Kamis, 12 Januari 2012

Seperti Itu Pun Tidak Apa-Apa


Mungkin, kita berdua akan saling melupa. Hanya sesekali ingat ketika melihat album foto perpisahan angkatan kita atau mendengar lagu yang pernah kita nyanyikan berdua.

Kita menjadi kenangan. Sesuatu yang akan selalu kita rindukan, tapi tentu saja kita tidak akan bisa lagi kembali ke sana, ke masa-masa kebersamaan. Kita seperti menabung rindu, tapi bukan lagi untuk bertemu. Hanya menabungnya saja, karena kita tahu masa lalu sudah bukan lagi tempat kita. Dan celengan rindu itu akan kita pecahkan untuk kita urai kenangannya satu per satu. Tapi masih tidak untuk bertemu, karena kita sudah punya kehidupan sendiri dan harus terus melangkah maju. Ya, seperti itu. Tapi, seperti itu pun tidak apa-apa.

Mungkin juga, kita akan bertemu lagi. Tertawa dan bercanda berdua sambil memandangi senja. Dulu kita melakukannya penuh cinta. Kali kita bertemu lagi ini, kita mungkin akan melakukannya dengan penuh pura-pura tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita. Seperti itu pun tidak apa-apa.

Pada satu waktu, mungkin kita akan melihat televisi yang memutar sebuah film, lalu kita berdua bergumam, itu film kita. Dan kita akan menontonnya sampai selesai karena kita menyukainya. Kadang menggerutu karena iklan, kadang tertawa pada adegan yang kita suka, kadang terdiam karena mengingat betapa menyenangkan saat dulu kita menontonnya berdua. Bisa jadi juga saat itu kita menitikkan air mata teringat kenangan-kenangan lama ketika kita menontonnya berdua dan tertawa. Dan sekarang, kita juga menontonnya pada saat yang sama, hanya tempatnya yang berbeda. Seperti itu pun tidak apa-apa.

Bisa jadi juga, kamu akan menemukan bukuku di suatu tempat, membacanya, dan menemukan banyak sekali kamu di sana dengan nama yang berbeda-beda. Dan aku menemukan kekasihmu sedang melakukan tugasnya di tempatku sini, melihatnya, mengamatinya, dan terus berbicara tanpa suara betapa beruntungnya dia. Seperti itu pun tidak apa-apa.

Sebenarnya memang menjadi seperti apa pun, tidak apa-apa. Tapi kalau boleh jujur, aku ingin tidak seperti itu. Aku ingin kita adalah aku dan kamu, di sini, berdua, saling jatuh cinta. Bukan aku dan kamu yang berbeda tempat, bersama orang lainnya masing-masing, dan saling mengenang saja.

Tapi bagaimanapun juga, sepertinya, seperti sekarang ini pun tidak apa-apa. Kita saling peduli, kadang saling menyapa, menanyakan kabar, tapi kita sama-sama menjaga hati agar tidak saling jatuh cinta lagi. Ya. Seperti itu pun tidak apa-apa.


17 komentar:

mr.bogel mengatakan...

Aduh ngena banget ama ane.. T.T
postingan.a bagus.. ^^

jalan-jalan ke blog ane yak..
www.diiabbdm.blogspot.com

ila mengatakan...

ka namara, ini asli toh ceritanya? :)
Manis banget..

namarappuccino mengatakan...

@Bogel: Siaaap ke TKP. :)

@Ila: Ini fiksi dek. :D Tapi setiap menulis fiksi dan ada yang bertanya ini asli, aku senang malahan. Hehehe.

sYam mengatakan...

Tapi bagaimanapun juga, sepertinya, seperti sekarang ini pun tidak apa-apa. Kita saling peduli, kadang saling menyapa, menanyakan kabar, tapi kita sama-sama menjaga hati agar tidak saling jatuh cinta lagi.

seperti itu memang tidak apa, setidaknya kalian bisa menjaga memori bahwa ada hal indah antar kalian berdua. yang tak boleh dilupakan :)

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

aku termasuk yang mengira ceritanya real:)

namarappuccino mengatakan...

@Syam: Yap. setidaknya ada hal-hal yang memang menyenangkan untuk dikenang. Seperti itu pun tidak apa-apa. :)

@mbak Lidya: hihihi. terima kasih mbak. seperti biasa, fiksi kok. :)

ila mengatakan...

iya, ka, hidup banget rasanya...
atauu berbasis 'curcol' kah?? hehehe

namarappuccino mengatakan...

@Ila: hehehe gak juga kok. Sebisa mungkin, kehidupan nyataku tidak kumasukkan di blog, twitter atau fb. Kalaupun iya, mending yang sehari-hari saja, bukan yang berhubungan dengan hati. :D

Rachma I. Lestari mengatakan...

Keren.
I know how it feels. Keduanya sama-sama tahu apa yang sedang terjadi di antara mereka berdua. Tapi, ya.. do nothing. :)

*salam kenal :)

Lita mengatakan...

NICE!!!
Love it, Ra'.

namarappuccino mengatakan...

@Rachma: :) Salam kenal juga Rachma.

@Lita: :D *blushing*

Ely Meyer mengatakan...

hmmm dua duanya kasihan ya ... lebih kasihan lagi kalau pasangan masing masing tahu keadaan hati yg sebenarnya dari mereka

dwinda hayenda mengatakan...

sumpah aku kira ini real, ternyata *jeng jenggg cuma fiksi :)
keren kok

fauziyah mengatakan...

ga mau, ga mau kyk gini..!! T_T', #nangis guling2

Nabila Ika Ramadhani mengatakan...

Kakak, ini keren banget! :)
aku vote satu buat kakak.

cerita kita agak beda, aku selalu tulis yang nyata sih, haha. XD

namarappuccino mengatakan...

@mbak Ely: hiks kalau benar terjadi, kasihan semuanya mbak. :(

@Dwinda: hehehe. terima kasih. *blushing*

@Fauziyah: Semoga tidak ya dek. Semoga tidak. :)

@Nabila: Ah terima kasih dek, votenya. :) mirip? wow. SHINE ON dek. :)

Wury mengatakan...

So touchy :)
Aku ingin kamu melihatku, benar-benar melihatku, tapi kalaupun tidak juga tidak apa-apa, huihihi