Senin, 06 Februari 2012

Aku Ingin Menjadi Lelaki Seperti dalam Ceritamu


Aku ingin menjadi lelaki seperti dalam ceritamu, yang bisa membuatmu mengunyah roti berisi selai strawberry lebih pelan dari biasanya agar kamu bisa lebih lama berdua dengannya.

Aku ingin menjadi lelaki seperti dalam ceritamu, dimana kamu ingin menikmati senja bersamanya sambil meminum teh di udara terbuka. Kemudian kalian saling bercerita walau sudah habis cahaya.

Aku tetap ingin menjadi lelaki seperti dalam ceritamu, yang kadang dengan sengaja kamu bersembunyi agar dia mencarimu. Atau berpura-pura tidak mampu melakukan sesuatu padahal kamu sangat mampu, hanya agar dia mendekat dan membantumu. Atau menjadikannya sebagai tempat kamu berbagi senyum hanya untuk memberi tahu bahwa kamu tidak pernah ke mana-mana. Kamu tetap selalu di sana, bersamanya.

Aku masih ingin menjadi lelaki seperti dalam ceritamu, yang kamu tidak peduli pergi bersamanya ke arah mana, entah pakai ransel atau koper, entah menginap di hotel bintang lima atau losmen biasa. Yang penting, kamu bersama dia.

Aku ingin menjadi lelaki itu, yang kamu ingin mengatakan kepadanya, “Aku ada karena kamu ada. Hanya itu.” Lalu dia menenangkan dadanya karena gemuruhnya nyaris terdengar ke mana-mana.

Aku ingin menjadi lelaki itu, yang kamu bilang kepadanya, “Jangan ke mana-mana, tetap di sini. Di sini. Kamu punya cerita, aku punya telinga. Mari kita satukan keduanya.” Yang kamu menggombal kepadanya, “Sini, letakkan telingamu di nadiku. Bahkan denyutnya pun menyebut namamu.” Aku bisa membayangkan betapa tersipunya aku jika menjadi lelaki itu. 

Ya, aku ingin menjadi lelaki yang selalu kamu tulis dalam cerita fiksimu itu. Jadi, kapan-kapan, izinkan aku menjadi lelaki itu. Dan aku akan menjadikan kebahagiaan gadis dalam cerita itu senyata semua orang yang bisa melihat betapa aku selalu otomatis tersenyum ketika melihatmu. Bolehkah hanya sesederhana itu?


____
#30HariMenulisSuratCinta Hari ke 24

17 komentar:

NF mengatakan...

mendingan jadi diri sendiri, lebih bebas tidak terbebani, lebih lepas tidak capek :D

Uswah mengatakan...

bang kok mesti na'as gini se cerita cintanya :D

Tiesa mengatakan...

dan ijinkan aku menjadi gadis itu, agar bisa kusebut namamu dalam ceritaku :)

ahhh mas ara baguss sekali tulisannya, suka sekali :D

Faizal Indra kusuma mengatakan...

Gila, gue doyan ini. Gue naksir sama artikel2nya. Kreatif, menarik deh. Ayo buat buka, ayo buat! Ahahahah

Eel Pecidasase mengatakan...

Dalem banget penuh arti yang tersirat..... :) wessss

poenyarika mengatakan...

kamu menulis disini dan aku menulis disana di tempatku sendiri dengan waktu yg nyari sama. *halah*

Ini bukan soal jadi diri sendiri ato tidak. Bisa jadi lelaki yg digambarin di atas memang (sudah) sama persis dg imajinasi si perempuan, hanya saja dia belum menyadari keberadaan lelaki itu. #eaa

Lita mengatakan...

Seperti biasa, aku terenyuh. Kamu tuh romantis abis ya, Ra?
Dan kamu, sepertinya emang baca banget kata hati cewek, yang memang sering nuangin kriteria cow idaman di sebuah karya fiksi. Aku salah satunya... LOL. Pengen cowok six pack, karena pada kenyataannya suamiku one pack. Wkwkkwwkwkwkwk... Contoh lo Ra... (^^)

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

mengunyah strawberry lebih pelan memang biasnaya cepat ya :)

Mami Zidane mengatakan...

ceritanya romantis banget nih.....sampe daku ikutan terhanyut ke dalamnya....hehe...

namarappuccino mengatakan...

@NF: Tetap jadi diri sendiri. Hanya, menjadi lelaki yang dicintai 'kamu'. :) Bukan sifatnya, karakternya dan lain sebagainya.

@Uswah: Hehehe, kalau dilanjutkan, ini happy ending kok. :D Karena si 'kamu' ternyata memiliki rasa sama dengan 'aku'.

@Tiesa: Aaaa lanjutannya juga bagus.
"dan ijinkan aku menjadi gadis itu, agar bisa kusebut namamu dalam ceritaku :)"
sukaaaa

@Faizal: heheheh. tengkyu bro

namarappuccino mengatakan...

@Eel: :D mungkin karena memang dihayati. #halah. hehehe tengkyu bro.

@Rika: Naaa benar sekali Rika. Kalau dilanjutkan, ceritanya akan seperti itu, persis. :D

@Lita: Hahahah. mungkin karena aku ingin seperti itu, jadi kutuangkan di ceritaku. :p
BTW jangan cerita siapa-siapa kalau aku juga onepack. T_T

@mbak Lidya: I dunno mbak. :D

@Mami Zidane: Hehehe soalnya nulisnya dihayati juga mbak. :D

Faizal Indra kusuma mengatakan...

sama-sama bro... terus berkarya okok

Nonanovnov mengatakan...

bg ara, paragraf ke-4 istimewa ya?? font-nya dibedain, hmm ada maksud tertentu kah?

namarappuccino mengatakan...

@Faizal: Hehehe. Terima kasih bro.

@Novnov: Tidak kok. :D Blognya yang eror pas itu. Semua font sama sebenarnya. :)

Ririe Khayan mengatakan...

Kemarin si 'dia' bilang: cukup cintai dengan cara yg tidak sempurna karena kalau caramu mencintai sdh sempurna besok tak akan ada lagi cara yg lebih baik(baru) dari sekarang.....#Kabuurr

Nurul Khaliza mengatakan...

Kun Faya kun! Maka jadilah! :D

namarappuccino mengatakan...

@Ririe: waaa itu keren kok Rie :)

@Nurul: hehehe aamiin