Kamis, 16 Februari 2012

A Reason to Smile

Kadang, aku ingin berhenti. Terutama ketika aku mengerahkan semua tenaga dan waktu untuk mendapatkan satu mimpi karena aku sangat menginginkannya sekali, tapi pada akhirnya sama saja, mimpi itu bukan untukku. Bukan milikku. Semua usahaku seperti sia-sia saja. Mungkin aku harus berhenti memiliki mimpi.

Tapi lalu aku pulang, menemukanmu tersenyum menyambutku, kemudian aku ingat, salah satu mimpi terbesarku adalah senyummu. Dan aku memiliki mimpi yang itu.

Kadang juga, aku merasa lelah. Mungkin kalau aku adalah burung, sayapku sedang patah. Aku ingin berpuas diri seperti ini saja. Mencari makan dengan apa yang ada, dan tidak perlu ke mana-mana. Ya, seperti burung yang sayapnya patah dan tidak bisa ke mana-mana.


Tapi lalu aku meneleponmu, dan mendengarmu mengatakan, "Aku mencintaimu, entah menjadi apa pun kamu. Istirahatlah sebentar. Pulanglah dan kumasakkan nasi goreng dan kopi susu dengan takaran favoritmu. Tidurlah yang cukup, lalu bangun lagi semangatmu. Aku akan di sampingmu, mendukung apa pun keputusanmu. Tapi jangan pernah lupa, bahagiamu, juga bahagiaku."

Mungkin aku juga pernah mengatakan bahwa beberapa kali aku merasa lemah. Ada pekerjaan yang menumpuk, tagihan yang banyak, atau masalah-masalah lain di luar sana. Tidak semuanya berat tentu saja, tapi ada juga yang membuatku tidak bisa tidur semalaman karena terus memikirkannya.

Lalu kamu ikut terbangun dan bertanya ada apa. Kamu menemaniku semalaman bercerita dan mengatakan, "Tidak apa. Tidurlah dulu. Atau mau aku buatkan susu? Kata orang, susu memiliki efek menenangkan. Jadi bisa membantu tidur. Dan untuk semuanya itu, semuanya akan baik-baik saja. Aku percaya denganmu lebih dari semua orang di dunia ini. Kamu, akan bangkit lagi. Kamu akan bisa mengatasinya. Alasannya sederhana, aku mencintaimu sebagaimana kamu mencintaiku. Selama ini kamu selalu menjaga bahagiaku, jadi pasti juga yang ini."

Setelah itu, entah kenapa, aku kemudian merasa baik-baik saja. Ya, besok, aku pasti bisa mengatasi semuanya. Pelan-pelan dan satu demi satu.

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Tapi aku memiliki senyummu. Aku memiliki nasi goreng dan kopi susu buatanmu. Dan aku juga memiliki kamu yang akan mau menemaniku semalam apa pun itu. Itu sudah cukup untuk aku menghadapi apa pun. Itu sudah cukup untuk terus membuatku tersenyum apa pun yang terjadi.

13 komentar:

Mifta Chaliq mengatakan...

"Aku mencintaimu, entah menjadi apa pun kamu" --> aku akan mengatakan ini kepada kekasihku ^.^

"Aku percaya denganmu lebih dari semua orang di dunia ini. Kamu, akan bangkit lagi. Kamu akan bisa mengatasinya. Alasannya sederhana, aku mencintaimu sebagaimana kamu mencintaiku" --> dan ini untuk (calon)suamiku #lopelopediudara

"Aku akan di sampingmu, mendukung apa pun keputusanmu. Tapi jangan pernah lupa, bahagiamu, juga bahagiaku." --> ini dari kekasihku untukku, dengan kalimat yg berbeda

nice one er, as ussual

Tiesa mengatakan...

aku iri dengan pemilik senyum itu, memiliki dia yang begitu memuja senyumnya #langsungmengkhayal

Vetpurple mengatakan...

hai hai hai... kamu yang abis jalan-jalan langsung bereproduksi hahaha.... baca tulisan kamu yang ini, khusus yang ini, aku seperti bercermin!!!!
Well done boy!!! Greaatttt!!!

Faizal Indra kusuma mengatakan...

Sungguh °o°"

NF mengatakan...

aku juga #eh

Reinta Mirza mengatakan...

*speechless* ini bagus dan selalu bagus :O

namarappuccino mengatakan...

@Mifta: So which one for me? :D

@Tiesa: Hihihi. Aku iri dengan 'aku', bisa memiliki senyumnya. :)

@Vetpurple: Biar gak buntu. Harus terus nulis. :D

@Faizal: :D

@NF: :)

@Reinta: Aaaa *blushing*

Anonim mengatakan...

Which part do u want to stay? Boyfriend? Future husband? Or? I'll type the words for you then :)

Gloria Putri mengatakan...

the nice one......memang...kadang org2 tertentu dlm hidup kita bs membuat kita bersemangat....

btw..terimakasih komennya di blog ku

Faizal Indra kusuma mengatakan...

Bikin hatiku terkatung2 bacanya :))

ngetik.com mengatakan...

ahh, manis sekali..

Ririe Khayan mengatakan...

Membaca ini terus membuat tersenyum menemukan 'aku' yang sdh cukup untuk menghadapi apa pun degan memiliki kamu yang akan mau menemani semalam apa pun itu serta nikmatnya nasi goreng dan kopi susu buatanmu yang pas dengan takarnnya yang spesial.

Kapan-kapan, kopi susunya di seling dengan capuccino semoga tetap bisa tersenyum ya?

namarappuccino mengatakan...

@Anonim: Which one do you want? :D

@Gloria: Sama-sama/ :)

@Faizal: Hehehe. Semoga tidak terkatung-katung lagi.

@ngetik: :D

@Ririe: heheh kopi susu hanya sarananya. Minuman apa pun akan lebih enak jika bisa bersama. :)