Senin, 20 Februari 2012

Dia


Kadang, aku merasa ingin tahu seperti apa rasanya menjadi dia. Rindunya, sakitnya, cintanya. Yang rela menunggumu berlama-lama, yang begitu kamu menelepon untuk datang, dia akan segera datang. Lalu juga merasakan bagaimana berdebarnya dan betapa excited-nya dia setiap kali kamu memanggilnya untuk bertemu. Ya, bagaimana rasanya?

Atau, aku bisa juga ingin tahu seperti apa rasanya menjadi dia, yang ketika sedang suntuk-suntuknya, lalu ada pesan masuk darimu, dan tiba-tiba saja kata ‘suntuk’ langsung hilang dari kamus hidupnya. Kamu, adalah kekuatan dan semangat dia. Tidak perlu melihat 'Golden Ways'-nya Mario Teguh, atau membaca buku Ajahn Brahm, atau 'ngopi' di 'SHINE ON' nya Namarappuccino untuk membangkitkan semangatnya. Cukup satu kalimat sederhana darimu di layar hape-nya.

Atau, mungkin juga ingin tahu seperti apa rasanya menjadi dia, yang ketika kamu berulang tahun, dia sibuk membuatkan puisi dan mencari kado ke sana kemari. Menikmati setiap momen yang dipikirkan dan kebingungannya, apakah kado ini akan kamu suka, atau yang itu? Atau yang di toko sebelumnya tadi? Atau…? Ya, seperti itu. Bingung tapi mungkin bahagia.

Tapi, sekarang, aku tidak ingin tahu seperti apa rasanya menjadi dia. Cintanya, rindunya, sakitnya. Terutama pada bagian karena seminggu lagi, kamu akan menjadi tunanganku.

Aku tidak ingin tahu seperti apa rasanya menjadi dia, yang sedang memegangi dadanya untuk meredakan sakitnya, yang berhari-hari berusaha tidur tapi tidak bisa tidur seberapa pun lelahnya, yang ingin sekali menangis untuk sedikit mengurangi perihnya tapi pepatah 'boys dont cry' mencegahnya. Lalu terus bertanya kenapa yang dipilih olehmu adalah aku, dan bukan dia.

Aku tidak ingin tahu seperti apa rasanya menjadi dia, yang juga mencintaimu, tapi sedang berusaha sekeras mungkin melupakanmu.

16 komentar:

Tiesa mengatakan...

kenapa harus memikirkan orang di masa lalunya mas Ara???

namarappuccino mengatakan...

Hehehe ya ampun, dek Tiesa ini update banget. :D

Hehehe. Karena laki-laki gak melulu seburuk yang ada di sinetron. Mereka juga ada rasa berempati dan bersimpatinya. :) Bahkan pada seseorang saingannya sekalipun. (Itu hanya laki-laki yang berjiwa besar)

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

kenapa aku dilupakan hehehe

Reinta Mirza mengatakan...

kayaknya cowo yg kayak gini bisa diitung sama jari kali ya di dunia. terlalu baik sepertinya, kasian sama hatinya sendiri jadinya.

Mifta Chaliq mengatakan...

wih erick memaksa untuk mencerna dua peran euy, kebanyakan baca cerita ttg "aku" yg mencinta diam-diam, berusaha melupakan kemudian melepaskan tiba-tiba ada peran lain yang biasa disebut "dia" oleh "aku" sekarang bertukar peran, jadi sedikit mikir bacanya :D

Mine and Me mengatakan...

aku suka-suka-suka- banget sama kata ini :
"Aku tidak ingin tahu seperti apa rasanya menjadi dia, yang juga mencintaimu, tapi sedang berusaha sekeras mungkin melupakanmu."

dalam banget gitu... rasanya perih banget nih hati... nggak tahu kenapa, kalau menyangkut laki-laki yang patah hati tetapi berjiwa besar melepaskan cintanya dan turut berbahagia bersama si cewek yang lebih memilih laki-laki lain membuatku merasakan iba teramat sangat...

susah mendapatkan laki-laki yang tidak egois seperti ini...

bella sirait mengatakan...

Saat-saat jatuh cinta dan patah hati itu adalah saat-saat kita untuk lebih kreatif menulis ya...;p *curcol masa lalu

namarappuccino mengatakan...

@mbak Lidya: hehehe tenang saja mbak, gak akan. :D

@Reinta: Hehhee berarti tetep ada kok dek. :D

@Mifta: Hehee sudah diedit habis sekarang. :) Sudah lebih enak.

@Mine: Tapi kasihan banget sama 'dia'. Sudah berusaha sekeras mungkin mendapatkan cinta, yang dapat orang lain. :( AKu gak mau jadi dia dan gak mau suatu hari melukai orang seperti dia. :(

Wury mengatakan...

Jangan pernah membayangkan menjadi 'dia', karna memang sangat sakit sekali. Sungguh.

Vetpurple mengatakan...

she know who the best ara.. "dia" belum tentu seperti "aku"... karena "aku" bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh "dia"... mungkin that's why she choose you/aku.... :D
hahhaha

melby sabila mengatakan...

i love the way u write kak :--)

dian ajeng maharani mengatakan...

halo,
thanks for following me, i follow you back. tapi aku gatau kenapa potoku ga muncul di follower listmu, jadi coba kamu liat di belakang-belakang gitu pasti ada namaku, dian ajeng maharani gitu.
aku baru aja ngeblog makasi uda follow ya.
btw tulisanmu bagus, aku suka kata-katanya...
oiya apakah kamu anak ugm juga? soalnya dari poto profilmu aku merasa background nya adalah sebuah gedung di ugm hehe.
salam kenal.

Ririe Khayan mengatakan...

Wahh, #tepuk tangan#...akhirnya tukar posisi neh?

Btw,aku jd ingin membayangkan juga bagaimana si 'aku' saat membayangkan 'dia' yang juga memiliki perasaan sedalam itu padanya..#termenung

Nurmayanti Zain mengatakan...

#cool
sensasinya luar biasa :)
aku gak kepikiran.. keren

selvi mengatakan...

cinta tak harus memiliki dong...

keren :), tapi aku ga mau menjadi dia :)

wanita jawa mengatakan...

aku juga selalu ingin menjadi 'dia'..

yang selalu tampak lebih indah.. :)