Senin, 20 Februari 2012

Wawancara dengan Tuhan




 Aku bermimpi bahwa aku sedang wawancara dengan TUHAN

“Jadi kamu ingin mewawancarai SAYA?“ Tuhan bertanya.

“Jika TUHAN mempunyai waktu,“ jawabku

TUHAN tersenyum, “Waktuku abadi ...
… Apa yang ingin kau tanyakan pada KU?”

Aku terdiam beberapa saat, tersenyum, lalu bertanya, “Kalau misalnya ada hal yang paling mengherankan tentang manusia, menurut Tuhan apa saja itu?"


Tuhan menjawab,
“Bahwa mereka terlalu cepat bosan tentang masa kanak-kanak, terburu-buru dalam masa pertumbuhan, dan lalu merindukan kembali menjadi anak-anak...“
“Bahwa kesehatan mereka hilang hanya untuk mencari uang tetapi kemudian menggunakan uang itu untuk mengembalikan kesehatan mereka lagi...“

“Bahwa karena terlalu berpikir tentang masa depan, mereka melupakan masa sekarang, seolah-olah mereka tidak akan pernah hidup di masa sekarang ataupun masa depan...“

“Bahwa mereka hidup seolah-olah tak akan pernah mati, dan mereka mati seolah-olah belum pernah hidup di dunia ini...“

Tuhan mengambil tanganku dan kami diam untuk beberapa saat. Lalu aku bertanya,
“Tuhan, apa yang harus disampaikan kepada anak-anak dan remaja? Agar mereka tahu bahwa orang tua dan sahabat selalu melakukan yang terbaik untuk mereka, dan agar mereka tahu bahwa mereka sebenarnya benar-benar dicintai?"


"Katakan kepada mereka,
“bahwa mereka tidak bisa melakukan apapun supaya mereka bisa dicintai, yang bisa mereka lakukan adalah membiarkan diri mereka untuk dicintai...“

“bahwa tidak baik membandingkan diri mereka sendiri dengan orang lain. Lebih baik mereka berusaha menjadi yang terbaik dari mereka sendiri...“

“bahwa mereka harus belajar memberi maaf dengan berlatih memaafkan. Memaafkan orang lain penting, tapi yang pertama kali, maafkan diri sendiri dari kesalahan yang sudah terjadi dulu, lalu berjalanlah lagi...“

“bahwa dibutuhkan beberapa detik untuk membuat luka di hati orang yang mereka cintai, tetapi dibutuhkan waktu lebih dari selamanya agar luka itu bisa disembuhkan. Karena itu jangan menuruti emosi dulu. Biasanya itu melukai orang-orang yang mencintaimu.“

“bahwa orang yang paling kaya bukanlah yang memiliki terbanyak, tetapi yang membutuhkan paling sedikit. Yang Aku berikan selalu lebih banyak daripada yang tidak Aku berikan. Mereka sendiri yang selalu merasa kurang.“

“bahwa begitu banyak orang yang sangat mencintai mereka, tetapi belum mengetahui bagaimana cara menunjukkannya atau mengatakannya. Seperti orangtua, sahabat atau saudara mereka...“

“bahwa dua orang bisa melihat pada sesuatu yang sama, tetapi dari sudut pandang yang berbeda. Jangan memaksakan semua orang memiliki pandangan yang sama, karena setiap orang juga memiliki mata, hati, dan pikiran yang berbeda...“

“Terima kasih atas waktunya Tuhan,“ kataku kemudian.
“Apakah masih ada hal lain yang ingin Tuhan sampaikan kepada para manusia?“

Tuhan tersenyum kemudian berkata,
“Hanya ketahui saja bahwa Aku ada bersama kalian …
... Selalu ...“




*****
(dari sebuah flash yang dibuat oleh siapa saya tidak tahu dengan sedikit saduran. Saya kemudian menyadurnya dan menambahkan di sana-sini. Tidak banyak, dan tidak mengubah artinya, justru agar lebih mempermudah saja.)

22 komentar:

Tiesa mengatakan...

nyadur darimana mas Ara?

namarappuccino mengatakan...

Saya lupa dek. Dulu dapat flash (semacam video mini) berisi tulisan-tulisan ini dalam bahasa Inggris. Duluuuu banget. Keren dan penuh makna.

Lebih bagus kalau melihat film itu. Tapi filenya hilang. Untuk segala sesuatu sudah aku tulis dulu. Masalahnya, sedang mencari format yang bagus agar memahaminya lebih enak.

Semoga format ini lebih baik dari yang dulu pernah kuposting. Dulu pernah tapi kuhapus tadi, kuganti dengan yang baru ini.

Aiinizza anggriani mengatakan...

kata-katanya sesuatu..
yah, banyak dari kita yang masih belum berpikir tentang tulisan itu. trma ksih udah share kak.. ^^

Una mengatakan...

Huhuhu iyaaa pengen jadi anak anak lagiii~

namarappuccino mengatakan...

@Aii: Barusan sudah aku edit ulang dek, agar lebih mudah memahaminya. Tapi memang lebih susah menyadur daripada menulis tulisan sendiri. :)
Semoga sekarang lebih mudah dipahami.

@Una: Unaaa. hehehe sama. Aku juga. Selalu menyenangkan menjadi kanak-kanak. Tapi seperti ini pun tidak apa. Juga menyenangkan. :)

dhenok habibie mengatakan...

tapi pada saat ini, anak2 lebih memilih untuk memaksakan diri mereka dewasa dari umur mereka.. padahal masa kanak-kanak itulah, masa yang indah untuk menikmati hidup sebelum berubah menjadi dewasa.. bagus mas, apalagi nasehat Tuhannya.. :)

Monika Yulando Putri mengatakan...

Dalem :)

Faizal Indra kusuma mengatakan...

Sedalem, sumur abadi #GAK. Ok keren, keren. So sweet lagi deh :D

Aeny mengatakan...

Bagus .. :) betah mampir ke blog'y , keep posting yah ^_^

Ririe Khayan mengatakan...

Indahnya masa kanak-kanak...seingatku justru diriku termasuk anak yang tak ingin buru-buru dewasa (besar)/cepat bertambah usia.#dasar..

All of these GOD's statement....so visioner..... dan spechless jadinya

Wury mengatakan...

Tuhan itu selalu menyediakan waktunya untuk kita. Tapi kita kadang merasa berat menyisihkan waktu untuk Tuhan, walaupun hanya 10 menit. Urusan duniawi membuat kita terlena dan lupa bahwa Tuhanlah yang memberi kita segalanya. Aku nggak munafik, kadang aku juga seperti itu. Tapi setelah membaca tulisan ini, aku terasa disiram air es. Benar-benar membuatku kaget dan aku ingin bangun. Terima kasih, Namarappuccino :)

poenyarika mengatakan...

minta ijin copas-send email to many ya, Ra!

good post.
thanks Ara. ;)

Mifta Chaliq mengatakan...

Wow....i thought it was you dear..
anyway...kamu mengemas dengan sangat sederhana erick namara :)

Hana Ester mengatakan...

Memang Tuhan itu narasumber yang tepat untuk pertanyaan2 yg beginian mas..
Hehehee...

*Tersentuh

Mine and Me mengatakan...

jujur, nggak bisa baca smpe akhir...
udah nggak tahan nangis...
ini tulisan mas namara yang paling ngena' dengan aku...

aku bookmark dlu ya, kapan2, kalau aku sudah tenang, aku baca lagi...

bella sirait mengatakan...

suka ;)

namarappuccino mengatakan...

@Dhenok: Iya. too bad. :( pengaruh film dan sinetron. :(

@Una: Heheh aku juga. :D pasti menyenangkan.

@Monika: :)

@Faizal: Thank you bro. :)

namarappuccino mengatakan...

@Aeny: Aaa terima kasih Aeny.

@Ririe; Iya benar. lebih bagus lagi kalau beneran lihat flash nya Rie. kereen

@Wury: me too Ry. :( kurang berterima kasih pada Tuhan.

@Rika: Silakan. Tentu saja boleh. :)

namarappuccino mengatakan...

@Mifta: No, dear. im just memarafrasekan dan menambahkan di sana-sini, agar bahasanya menjadi lebih sederhana. :)

@Hana: Hehehe iya. UUU I love you GOD. So much.

@Mine: Hehhehe. :) Iya. semoga nanti bisa buka lagi dan sudah kuat membacanya. :)

@Bella: Ah, apalagi aku, Bella. Suka sangat.

Ririe Khayan mengatakan...

Coba kalau punya flashnya ya? bisa di bagi2 juga deh....

Noor Amalia mengatakan...

Pertama kali membaca artikel ini langsung jleb!
dan selanjutnya membaca post anda yg lain malah jadi deg2an..hehe

Karlina Agustiyana mengatakan...

Mantab 😍☺😊☺😊