Senin, 27 Agustus 2012

KITA


Kita berbicara tentang masa depan seolah-olah kita mengetahuinya dengan benar. Tentang berapa kita akan punya anak, tentang seperti apa konsep pernikahan kita, tentang kita akan bulan madu di mana. Ya, menyenangkan sekali. Lalu kita akan tertawa sepanjang malam. 

Kita bercanda tentang berbagai hal seolah kita hanya hidup sendirian. Tentang film apa yang kamu suka, tentang buku apa yang aku suka, dan tentang seperti apa muka kita nanti ketika tua. Ya, tidak membosankan sama sekali. Lalu tangan kita akan saling menggenggam sepanjang malam.

Kita bercerita tentang dongeng cinderella dan kita adalah pemeran utamanya seolah dongeng cinderella itu adalah nyata. Tentang bagaimana cantiknya si puteri (bagiku kamu lebih cantik), dan bagaimana cintanya pangeran (cintaku lebih dari yang bisa diceritakan). Tentang keduanya hidup bahagia lebih lama dari selamanya. Hahaha, kita gila. Tapi juga sedang jatuh cinta. Lalu kita saling berpandangan, tanpa mengucap apa-apa. Hanya senyuman. Kita sama-sama tahu bahwa itu artinya cinta.

Kita benar-benar merencanakan segala sesuatu sampai sebegitu detailnya. Tapi kita tidak pernah merencanakan bagaimana jika ternyata kita tidak bersama nantinya. Itu kesalahan pertama. Ah, juga yang terbesar. Sekarang apa yang harus kulakukan setelah kamu tidak ada?

Mengelus dadaku ketika aku rindu, agar tidak perih mataku lalu menangisimu? Sudah. Berusaha menyibukkan diri dengan pekerjaan-pekerjaan dan berkumpul bersama teman-teman? Itu juga sudah. Membaca buku, menonton film atau live music? Itu sudah. 

Tapi kalau sudah waktunya pulang, dan aku sendirian, rinduku benar-benar tidak tertahankan. Kadang aku merasa bahwa sesaknya sudah dalam tahap keterlaluan, tapi tidak ada yang bisa kulakukan. Hanya menangisimu, hanya memegangi dadaku dan bertanya kenapa kehilangan bisa seperih itu. Dan aku melakukannya sampai lelah, sampai mataku merah, dan tertidur dengan sendirinya.

Kamu, ... Aku rindu. 

Sangat.          

14 komentar:

Nurul Khaliza mengatakan...

Tissue. Mana tissue? :'(

Aiinizza anggriani mengatakan...

ya Allah.. yah sy kalo gobrol dgn dia kadang membicarakan hal untuk pisah nnti seperti apa. bkn kadang tapi tdk sama sekali.
kak ara aku izin share yah...

WaroengBlogger mengatakan...

kehilangan akan terasa saat tidak ada. saat dia bener-bener tidak ada disamping kita. pelajaran bagus. hargai dirinya ketika masih sempat :D
salam

Unknown mengatakan...

kehilangan bukan berarti hilang segalamya, akan ada yang lebih baik

miftayes mengatakan...

Mas Namara, fiksinya 'dapet' banget T_____T
Sukaaaaaaa~

Seagate mengatakan...

Penyesalan selalu datang di akhir, karenanya jaga orang-orang yang saat ini memberikan cinta kepadamu, jangan pernah menyia2kan cinta mereka.

Nice post mas, kalau berkunjung kesini saya serasa jadi muda lagi hahaha

namarappuccino mengatakan...

@Nunu: :')

@Aii: Iya. Tentu saja boleh dek. :)

@warungblogger: Salam mas. Iya. Dan saat itu, saat yang melelahkan. :)

@Unknown: Insya Allah selalu akan ada yang lebih baik. :)

@Mifta: :) Selamat datang kembali di namarappuccino dek.

@Seagate: Hehhe yang punya blog ini juga masih muda kok mas. *crossfinger* :p

Ririe Khayan mengatakan...

Semoga saat terbangun, setelah lelah dengan semua pilu dan duka, perasaannya akan membaik..dan mulai moving...

Tiesa mengatakan...

udah lama ngga dibikin nangis, kali ini postingannya sukses bikin mewek :'(

Reinta Mirza mengatakan...

mas, netessss!!!!! :'( :'(

pratiwikono mengatakan...

pernah, pernah merasakan :'(

destini mengatakan...

"Sekarang apa yang harus kulakukan setelah kamu tidak ada?"
aish...ngena banget nih kaaaa :'(
that's why i thought move on is so hard to do :O

Efita Tria mengatakan...

tak tau apa yang harus aku katakan, sudah 1 tahun, kita berpisah, tidak ada hubungan apa-apa, tapi hati ini tetap merindukanmu ? really missing you :'(
izin share kak, bagus banget :)

Anonim mengatakan...

memang begitu manusia selalu berambisi untuk bahagia sampai terkadang mereka lupa kapan akan terjadinya saat kita tersiksa..
barulah ketika penderitaan datang manusia hanya bisa mengeluh..

aku pernah seperti itu dan rasanya seperti kehilangan arah dan hidup tanpa roh...