Sabtu, 17 Maret 2012

Salah Satu dari 5 Perusahaan Semi Konduktor Terbesar di Dunia, Didirikan Orang Indonesia

Depok (ANTARA News) - Presiden dan CEO Marvell Technology Group Sehat Sutardja menilai Indonesia mampu mendirikan perusahaan semikonduktor karena generasi mudanya melek teknologi.

"Perlu kerja keras dan terus belajar untuk mengembangkan teknologi," kata Sehat dalam kuliah umum bertajuk Entrepreneurship Through Innovation di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Rabu.

Menurut dia, generasi muda Indonesia banyak yang sudah melek teknologi sehingga perlu mendapatkan perhatian besar untuk mengembangkannya. "Kunci sukses adalah belajar dan mau bekerja keras," tegasnya.


Mengenai apakah Marvell akan membuka cabang di Indonesia, Sehat mengatakan akan segera merealisasikannya karena Indonesia berpotensi besar bagi perkembangan teknologi.

Sehat Sutardja adalah putera Indonesia yang menuai sukses besar di dunia.  Marvell Technology Group, perusahaan yang didirikannya di Amerika Serikat adalah satu dari lima perusahaan semiconduktor terbesar di dunia.

Ia saat ini menduduki posisi Chairman, President and Chief Executive Officer Marvell Technology Group. Ia adalah lulusan Universitas Berkeley, California dan telah mengantongi lebih dari 260 hak paten atas namanya.

Perusahaan Marvell Technology Group yang kantor pusatnya berkedudukan di California ini mengembangkan teknologi penyimpanan, komunikasi, dan solusi silikon konsumen.

Produk Marvell mencakup switching, transceiver, communication controller, teknologi nirkabel dan solusi penyimpanan yang menggerakkan seluruh infrastruktur komunikasi termasuk bagi pemerintah, perusahaan, perkotaan, dan rumah tangga.

Produk Marvell banyak digunakan di berbagai perangkat elektronika, seperti Cisco Switch, Blackberry, Apple iPod, Xbox 360 dan produk-produk keluaran perusahaan elektronika ternama, seperti Panasonic, Huawei, Toshiba, Fujitsu, Sony Ericson, HP, Samsung, Hitachi, dan lainnya.

Marvell adalah salah satu perusahaan Amerika Serikat yang tercantum dalam Majalah Forbes dengan kekayaan bersih 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp9,5 triliun.


Sumber

1 komentar:

Ririe Khayan mengatakan...

Yups..setuju, sebenarnya SDM kita sdh cukup capable di IpTek...Ada seorang teman yg riset semikondutor dlm sekala nano yg trnyta hasil riset tsb lisence'nya milik asing..