Minggu, 01 April 2012

Berbahagia


Hei, Its my birthday! 

Saya tidak akan memperdebatkan apakah saya harus berbahagia karena usia saya bertambah atau seharusnya tidak berbahagia karena justru umur saya berkurang. Pada intinya saya harus berbahagia pada apa pun juga. Itu salah satu cara untuk berbahagia. Eh, atau memang satu-satunya cara.

Untuk menjawab mungkin ada yang bertanya how old I am, im 31. Pretty old, ha? Tapi jiwanya masih muda kok. Hahaha.

Hmm 31 tahun menggeluti dunia. Ada banyak hal tentu saja yang terjadi. Pahit, manis; susah, senang; sedih, bahagia; kalah, menang; patah hati, jatuh cinta; apa pun itu. Karena, hei, its life. Dan ini bumi. Bukan surga. Tentu saja saya tidak bisa menghargapkan segala sesuatu yang menyenangkan saja yang terjadi pada saya. Akan tetap ada yang tidak menyenangkan terjadi. Saya mengalaminya, kalian juga, bahkan orang-orang yang dipandang sempurna, seperti para artis atau orang-orang terkaya di dunia, sama! Mereka pernah mengalami kepahitan. Jadi, I’m not alone. You’re not alone. Terima kenyataan bahwa hal-hal yang tidak menyenangkan pasti terjadi.


I have friends. Old friends, new friends. Banyak yang baik, tapi juga ada yang tidak. Kita kan tidak bisa memilih siapa saja yang harus ada di sekitar kita. Dan percaya gak, semua orang, tanpa kecuali, pernah memiliki kenalan yang berperangai tidak baik (baca: menyebalkan). Dalam satu kelompok pasti akan ada satu dua orang seperti itu. Pasti. Saya pun demikian. Kalian juga. Lalu bagaimana? Ya sudah, terima saja. Mungkin untuk mengajari kita bagaimana cara bersabar atau memberi tahu bahwa ‘hei, sikap seperti itu sangat menyebalkan lho, jadi jangan lakukan kepada teman-temanmu, ya?’  Eh, tapi jangan-jangan kita yang bersikap menyebalkan selama ini tapi kita tidak menyadarinya. Iya, kan? Siapa tahu?

I also have problem. Kalau ada yang mengira hanya kalian saja yang punya masalah di dunia ini. Hehehe kalian salah. Saya punya juga, sahabat karib kalian punya juga, saudara kalian punya juga, bahkan orang yang menurut kalian paling bijak juga punya. Jadi berhenti bertanya, ‘Kenapa aku?’ Karena memang harus kamu. Bukan untuk menjatuhkan, justru untuk mengajarimu kekuatan. Untuk mengajari bahwa masalah ini kalau bisa kamu atasi, nanti kamu akan bisa mengatasi masalah yang jauh lebih berat lagi dari ini. Untuk memberi tahu mana yang benar-benar teman dan mana yang bukan. Dan banyak lagi. Sayangnya, beberapa orang lebih fokus ke masalahnya. Terpuruk. Tidak pernah berpikir untuk memandang di baliknya. Mereka melihat ada titik hitam di sebuah kertas yang berwarna putih. Bukan ada kertas putih bersih, tapi ada titik hitam di sana. Memang sedikit mengganggu, tapi masih bisa digunakan untuk menulis, atau menggambar. Memang kita punya masalah, tapi masalah itu terjadi sekarang ini, bukan di seluruh hidup kita.

Oya, masalah saya selesai? Tentu saja. Dan tentu saja ada yang belum. Yang jelas, saya selalu ingin menyelesaikannya secepat mungkin tapi tanpa tergesa-gesa juga. Karena tergesa-gesa sering kali malah membuat segala sesuatunya berantakan. Jadi tetap cepat tapi dipikirkan. Bagaimanapun juga, sekecil apa pun sesuatu itu, kalau terus melekat, bebannya akan bertambah berat dan melelahkan. Kita harus secepat mungkin melepaskan agar lebih ringan.

I also have mistakes. Saya juga manusia biasa bagaimanapun juga. Pasti punya kesalahan. Ketika saya tidak pernah merasa bersalah sama sekali, berarti saya malah sangat bersalah karena saya bersikap kekanak-kanakan. Dewasa adalah berani mengakui kalau kita bersalah, meminta maaf, dan kembali berjalan. Oya, kalau saya punya salah dan belum meminta maaf, ini juga kesempatan saya untuk meminta maaf kepada kalian. 

I also have fear and regrets. Ya. Saya juga punya ketakutan-ketakutan dan penyesalan-penyesalan. Dan saya belajar banyak dari itu. Percaya saya, jangan terlalu takut. Kalau kalian punya mimpi, kejar. Mau orang bilang kalian gila, tidak mungkin atau buang-buang waktu, jangan pedulikan. Itu kan mimpi kalian, kebahagiaan kalian, bukan mereka. Kenapa harus memikirkan sesuatu yang bahkan mereka tidak tahu apa yang akan membuat kita bahagia? Kenapa bahagia kita harus disetir orang lain?

Dan ketika kalian jatuh cinta, tunjukkan. Jangan sampai kalian menyesal karena tidak menunjukkannya. Percayalah, jika kalian tidak menunjukkannya, kalian malah seperti menggendong sebuah beban. Hanya akan merasa ringan jika sudah dilepaskan. Pasti melelahkan kalau kalian hanya melihatnya, stalking, lalu membohongi diri dengan, ‘Seperti ini pun tidak apa-apa. Saya sudah cukup mengenalnya. Ini sudah cukup bahagia.’ Bohong! Kalian tidak bahagia dengan hanya cukup seperti itu. Been there, done that. Jangan melakukan kebodohan yang sama dengan saya.

I have past. Ya, tentu saja saya juga punya masa lalu. Kalian juga. Apa yang harus kita lakukan? Bungkus. Taruh di ruang terkecil di hati dan pikiran kita, dan tempatkan di pojokan. Kita akan melihatnya sesekali. Tertawa mengenangnya, atau menangis mengingatnya. Kalau sudah selesai, masukkan lagi dan kembalikan ke tempatnya, di pojokan. Ini hanya untuk menyadarkan bahwa, kita mengakui kita tidak bisa lupa, tapi kita juga tidak harus tinggal di sana. Hidup kita yang sebenarnya ya sekarang ini, detik ini, waktu sekarang, dengan apa yang kita lakukan, dan dengan orang-orang yang ada di depan kita. Itu saja. 

Lalu masa depan? Belum terjadi. Kita sedang merancangnya. Lakukan apa yang terbaik yang bisa kita lakukan sekarang ini, untuk berjalan ke masa depan. Karena bagaimanapun juga, apa pun yang kita lakukan sekarang ini memengaruhi apa pun yang terjadi di masa depan nanti. Ini rumus yang lebih pasti dari semua rumus eksakta yang ada di bumi.

And I have you. Yeah, you. Yang membaca ini. Yang bersama-sama kita berada di bumi sama, langit sama. Punya masalah juga, punya kenangan juga, punya cinta juga. Kita sama, seberapa pun perbedaan kita. Kalau kita merasa bahwa kita, meski tidak saling mengenal dan bertatap mata, memiliki hal-hal yang juga dialami orang lain, berarti kita tidak sendirian. Ada saya, ada kamu, ada mereka. Kita bersama saling menguatkan. Dan kapan pun terjatuh, saya hanya harus mengingat, ‘Saya tidak sedang sendirian. Di luar sana, ada banyak yang terjatuh seperti saya. Yang sedang berjuang untuk bangun lagi dan berjalan lagi. Jadi saya tidak boleh berhenti di sini, karena ada yang juga mengalami hal yang sama dengan saya dan tidak menyerah sama sekali. Ya. Kalian.'

Selamat ulang tahun aku. Semoga, lebih baik dari apa pun yang terjadi. Akan ada hal yang tentu saja tidak sesuai dengan yang aku harapkan, aku hanya harus menerimanya, dan tetap berbahagia. Karena bahagia itu bukan apa yang ada di luar sana, tapi apa yang ada di dalam sini. Di hati.


____
Special thanks to dek Funy di sini dan Tuta di sini  yang membuat saya sampai speechless. Terima kasih untuk ucapan, suara, dan puisinya. Dan juga untuk semua yang juga mendoakan. Semua doa yang terbaik juga untuk kalian. :)

16 komentar:

Mifta Chaliq mengatakan...

Happy birtday (lagi) you gave me love, i'll give you a lot of love.
Happy birthday yaaaaaangg *kiss*

ssstttt...postingan kamu yang ini aku suka ;)

Zy Al-Fikriyah mengatakan...

kita tidak sendirian. Ada saya, ada kamu, ada mereka. Kita bersama saling menguatkan

sekali lagi happy birtday

Ririe Khayan mengatakan...

SO, Allow me to say this congratulation: sugeng ambal warsa..amugi tansah pinaringan gesang ingkang berkah saking Gusti Ingkang Murbeng Dumadi...Wish you always have great days, amazing things and happines arround the core to come and come..always and forever. Happy birthday.... #Ucapannya di samaain dengan FB sj

Aiinizza Wynata mengatakan...

semoga bisa cepet2 merried kak ara yah :)

Ca Ya mengatakan...

tw blog ini dr Funy^^
met milad ya...moga jd makin baik dan sukses^^

I have fear n regrets too, I have past too, I have mistakes too...but...I have friends, best friends..^___^

yes, it's life^____^

salam kenal :D

nita mengatakan...

Happy birthday :)

Semoga berbahagia selalu ^_^

kunang kunang mengatakan...

Selamat berbahagia cahaya kecil..

BlogS of Hariyanto mengatakan...

selamat hari lahir untuk tuan rumah blog, semoga sehat bahagia selalu dalam lindungan ALLAH :)

Tebak Ini Siapa mengatakan...

Selamat ulang tahun ya mas...
Dari fotonya tampak lebih muda dari 31, mas :D

NF mengatakan...

happy milad, saya kirain tuaan saya, ternyata... :D

semoga apa yang dicita-citakan segera terwujud :)

Manik Mata mengatakan...

Waaa... semoga gak terlalu terlambat, Selamat Ulang Tahun kak Namaraa ^^

Hope you all the best

Arif Zunaidi Riu Aj mengatakan...

speechless baca tulisan ini.
@riu_aj

Rosa Al-Rosyid mengatakan...

Happy Milad mas namara :)

rasakanlah cukup apa yang ada daripada apa yang tiada, dan tetaplah mengejar apa yang dicita sambil bersyukur atas apa yang ada...

F u n y mengatakan...

once again kak, happy birthday ^,^

Fitri Rachmawati mengatakan...

happy birthday kak Ara, umur segitu seharusnya udah menikah jd doanya semoga cepat menemukan jodohnya, amin..
sepertinya blm telat yaa hehe..

Tiesa mengatakan...

ngucapin lagi ah
selamat ulang tahun Mas Ara, semua yang terbaik semoga terkabul, amin :)
cepet nikah, biar makin banyak tulisantulisannya :D *ya kali istrinya nanti jd sumber inspirasi yg ga ada habisnya*