Rabu, 18 April 2012

Keping - Sudah Nyaris Saja Lupa


1.
Kalau aku diberi kesempatan untuk mencintaimu sekali lagi, aku akan melakukannya dengan benar kali ini.

2.
Kamu pasti tidak tahu beratnya belajar mencintai orang lain sementara aku tak bisa berhenti memikirkanmu.

3.
Beberapa orang ditakdirkan untuk bertemu, mengenal dan jatuh cinta. Tapi tak pernah bisa mengatakannya.

4.
Aku sudah nyaris saja berhasil untuk lupa, sampai kemudian kamu menyapa.

5.
Di saat aku berusaha mempertahankan kita ketika kamu berusaha membubarkannya, itu bukan kebodohan. Itu namanya jatuh cinta.

6.
Nanti, ketika kamu merasa dia tidak bisa memperhatikanmu seperti aku mencintaimu, kamu akan sangat merindukanku.   

7.
Kalau kamu suatu hari sesekali mengingatku, yang harus kamu tahu adalah aku pernah setiap hari melakukan itu.

8.
Aku bisa mengingatmu nyaris sempurna. 
Aku tidak yakin kamu bisa mengingatku dengan sama baiknya.  

 

7 komentar:

Maurine magdalena mengatakan...

5. Ketika suatu hari nanti pikiranku membisikan namamu, kuharap agar hari itu menjadi hari dimana aku sudah menemukan pria lain.. :)

DiGiTaLyZm JouRNaL... mengatakan...

6.
Nanti, ketika kamu merasa dia tidak bisa memperhatikanmu seperti aku mencintaimu, kamu akan sangat merindukanku.

dan darisitulah akan muncul rasa menyesal telah meninggalkanku sedemikian rupa.. :')

Ririe Khayan mengatakan...

Beberapa orang ditakdirkan untuk bertemu, mengenal dan jatuh cinta. Tapi kadang takdir tak mengijinkan untuk bersatu...hiks:(

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

jika diberikan kesempatan kedua, pergunakan dengan sebaik mungkin

Arif Zunaidi Riu Aj mengatakan...

Kalau kamu suatu hari sesekali mengingatku, yang harus kamu tahu adalah aku pernah setiap hari melakukan itu.

cara pemesanan trica jus mengatakan...

hmmmm kita banting piring bareng2 yuk ...! hhe.

Tiesa mengatakan...

"Aku sudah nyaris saja berhasil untuk lupa, sampai kemudian kamu menyapa."

---> dan rasa itu pun kembali, tidak tidak bukan kembali, mungkin memang rasa itu selalu ada karena aku tidak pernah berusaha menghilangkannya, hanya mencoba untuk melupakannya