Selasa, 01 Mei 2012

Kenapa tidak Kamu Lakukan


Sepulang Columbus dari pelayarannya setelah menemukan Benua Amerika, dia menjadi sangat terkenal dan diagung-agungkan oleh semua orang di negaranya. Columbus pun bahkan diangkat menjadi bangsawan kehormatan kerajaan. Hal ini menjadikan beberapa orang menjadi iri kepadanya.

Pada suatu hari, Columbus mengadakan sebuah perjamuan makan. Di acara itu dia  menceritakan segala pengalamannya dalam usaha menemukan benua baru tersebut. Berbagai rintangan dan bahaya yang diceritakannya membuat para undangan terpukau dan kagum. Namun tetap saja ada beberapa orang yang iri lalu berkata dengan sinis, “Apa hebatnya? Dia hanya berlayar lalu kebetulan saja menemukan benua baru. Siapa saja dapat melakukannya.”

Columbus mendengarnya lalu menantang orang-orang tersebut, “Marilah kita bertanding untuk menentukan siapa yang lebih baik di antara kita. Barang siapa yang bisa membuat terlur-telur rebus ini berdiri di atas meja makan, maka ialah orang yang terbaik dan semua gelar-kekayaanku akan kuberikan padanya.”

Orang-orang yang iri tadi menerima tantangan tersebut dan mencoba satu per satu mendirikan terlur rebus di atas meja makan. Setelah beberapa lama dan mencoba berkali-kali, tidak ada satu pun yang berhasil mendirikan telur di atas meja. Bagaimanapun usaha mereka, telurnya tetap akan menggelinding dan tidak bisa didirikan. Akhirnya mereka menyerah dan menganggapnya mustahil.

Columbus hanya tersenyum, memegang telur itu di atas meja dengan posisi berdiri kemudian dengan tangan satunya, dia menekan ujung atas telur tersebut ke meja hingga ujung bawah telur menjadi remuk dan memipih (tidak elips lagi). Akhirnya telur itu tidak menggelinding dan berdiri.

Melihat hal itu, orang-orang yang iri mencibir Columbus dengan iri, “Ah, kalau caranya seperti itu, kami juga bisa melakukannya.”

Dengan tersenyum tenang, Columbus menjawab, “KALAU BEGITU, KENAPA TADI KAMU TIDAK MELAKUKANNYA?”

*****

Seberapa sering kita mencibir keberhasilan seseorang dengan mengatakan “Kalau seperti itu, aku juga bisa melakukannya”? 

Pada kenyataannya kalau kita memang bisa melakukannya kenapa tidak kita lakukan lebih dulu dari dia? Sebenarnya, ketika seseorang mengatakan kalimat itu, dia sedang mengakui sendiri bahwa dia cemburu pada keberhasilan orang itu. Kita memang mungkin bisa melakukan apa yang orang lain berhasil lakukan. Tapi masalahnya bukan itu dan tidak pernah itu.

Masalahnya adalah kita merasa bisa melakukan tapi tidak melakukan apa-apa. 

Itu masalah terbesarnya.

3 komentar:

Arif Zunaidi Riu Aj mengatakan...

tertohok bener dah dgn tulisan ini. parah! ternyata aku salah satu orang yg gak melakukan itu. :(

Unknown mengatakan...

ijin copas ndan..

chici mengatakan...

Ngena banget tulisannya mas, thanks for share :)

Salam kenal juga :)