Kamis, 03 Mei 2012

Meninggalkanmu



Aku harus meninggalkanmu hari itu karena memang harus seperti itu.

Ini bukan tentang aku masih mencintaimu atau tidak. Itu pertanyaan bodoh. Tentu saja aku masih mencintaimu. Cinta itu bukan balon udara, begitu meletus, tidak bisa digunakan lagi. Cinta itu seperti rangkaian kalung dari manik-manik, kalaupun benangnya terputus dan terburai, manik-maniknya masih ada. Mungkin ada yang hilang, tapi masih banyak yang bisa ditemukan. Hanya hilang total kalau manusianya sendiri yang memang mau membuang. Dan aku, belum bisa membuang.

Sebenarnya kalau kamu ingin tahu, aku sudah menyiapkan tempat-tempat yang ingin aku tunjukkan kepadamu. Aku sudah menangkapnya dengan kamera, untuk kutunjukkan kepadamu. Lebih tepatnya menghipnotis kamu agar kamu tertarik ke sana. Aku suka ketika matamu berbinar karena kegirangan. Kamu pasti lebih girang lagi kalau melihat tempat-tempat itu secara nyata, bukan dari foto-foto yang tentu saja hanya sekian persen dari keindahannya. Itu rencanaku.

Aku juga sudah menyiapkan puisi-puisi. Aku menaruh kertas puisi yang banyak itu ke dalam botol-botol mini beraneka warna. Agar kamu selalu penasaran untuk membukanya satu per satu dan bertanya botol ini puisi tentang apa, botol itu tentang apa. Lalu setiap kamu membuka satu botol, kamu akan tersipu membacanya. Karena semuanya untukmu.

Sumber Gambar

Yang paling penting lagi, aku juga sudah menyiapkan hatiku untuk kamu genggam. Jangan terlalu erat karena aku bisa kesakitan, tapi jangan juga terlalu renggang karena aku bisa saja terlepas dan jatuh berantakan. Pegang seadanya dengan kehangatan dan senyuman. Itu sudah lebih dari cukup dibanding segalanya.

Tapi semuanya batal. Aku memutuskan untuk pergi karena memang aku harus pergi.

Dengar, kalau ini sebuah pertaruhan, aku akan mempertaruhkan semuanya untuk kamu, untuk kita.

Tapi kamu tidak bisa terus mengharapkanku memperhatikanmu, jika sekarang kamu sedang tergila-gila dengannya.

9 komentar:

Mifta Chaliq mengatakan...

can i have those lil' bottles? and your heart so i can hold it and cover it with my love? *vulgar*

Arif Zunaidi Riu Aj mengatakan...

selalu suka dgn tulisanmu. selalu nampak nyata, meski katanya ini cuma fiksi belaka. tapi aku sukaaaaaaaaa!

alaika abdullah mengatakan...

botol-botolnya cantik sekali....
untaian kalimat yang kamu rangkai apalagi... indah sekali... :)

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

puisi-puisinya seperti biasa terlihat natural

Aiinizza Wynata mengatakan...

minjem kata2 paragraf pertama yah kak :)

namarappuccino mengatakan...

@Mifta: I'll make it for you, dear. :) wait.

@Arif: hehehe, makasih bro. :)

@alaika: aw. *blushing*

@Lidya: Hehehe. terima kasih, mbak.

@Aii: iyaaa dek. Tentu saja boleh. :)

Mifta Chaliq mengatakan...

*waiting*

BasithKA mengatakan...

Semacam curhat, tapi ini fiksi. Tulisan dari hati. :)

Joni Arifin mengatakan...

Like Thiss....

Terbawa dalam suasana itu,,:))