Rabu, 16 Mei 2012

Surat ke-31


Ketika kamu terlalu berat hati untuk melepasnya pergi,
Ketika kepalamu terasa terbebani karena memikirkan dia malah membuatmu nyeri,
Ketika beban itu kemudian meluap ke matamu untuk menjadi tangis, tapi  kamu ingin menyembunyikan tangismu itu,
Kemari, dan ambil bahuku.


Karena aku di sini. Tetap di sini. Selalu di sini.
Mungkin memang aku dilahirkan untuk itu. 
Untuk menyediakan bahu dan waktuku kapanpun kamu membutuhkanku.


Lalu terus berharap suatu hari nanti, 
kamu bisa mencintaiku seperti aku mencintaimu.


*****
Ini surat yang ke-31 yang kutulis untukmu. Menumpuk jadi satu di salah satu kotak di kamarku. Tidak akan pernah surat-surat itu terkirim kepadamu. Semuanya masih tanpa nama tujuan, tanpa alamat pengirim, tanpa perangko.

Tapi itu semua tentangmu.


10 komentar:

Arif Zunaidi Riu Aj mengatakan...

kenapa selalu saja postinganmu ngena kepadaku ya? brasa banget kalo aku ngalaminj hal yg serupa.
aaaaargh, bisa gila nih...

namarappuccino mengatakan...

Hehehe. Gak tahu bro. :D

Aiinizza Wynata mengatakan...

selalu kesini ngebuat feel hayut terus sama ceritanya... huaaaa kakak :(

kunang kunang mengatakan...

Araaa... Hikss.. Mau dong punya seseorang yg menyediakan bahunya untukku.. Tp ga mau patah hatinya.. Hehe..

Dianty-Khairunissa mengatakan...

this is sweet :)

Ririe Khayan mengatakan...

Jika akhirnya dia ttp tdk mencintaiku, seperti aku mencintainya..setidaknya aku sudah berusaha. Love with no action is nonsense..

uTit MarcUtit mengatakan...

selalu ngena ka...

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

cinta satu arah :)

chici mengatakan...

Boleh pinjem bahunya mas? Hihihi... :p

yudhalumping mengatakan...

huaa tersindir haha