Jumat, 29 Juni 2012

'Kamu'



Aku pernah jatuh cinta kepada dia yang bisa membuatku tertawa sesering aku bisa.

Dia lucu. Sangat lucu sampai bisa menghiburku dalam keadaan apa pun juga. Tapi lalu aku patah hati. Karena sebegitu menariknya dia, sampai kemudian dia membagi hatinya kepada orang lain yang terpesona oleh betapa lucunya dia. Tapi tidak mengapa, aku baik-baik saja. Barangkali aku hanya belum menemukan ‘kamu’ saja.

Aku pernah jatuh cinta pada seseorang yang sangat menarik sekali.


Ketika dia berjalan, semua orang akan menatapnya. Dan kalau dia tersenyum, aku selalu saja bisa bersumpah bahwa siapa pun akan jatuh cinta ketika melihatnya. Tapi cemburuku tidak habis-habis. Aku sampai kelelahan sendiri. Dan dia pun, dengan segala pesonanya, terus menikmati semua perhatian yang didapat dari kelebihannya. Aku lelah, jadi memutuskan berhenti. Dan dia pun langsung mengiyakannya. Tapi tidak mengapa. Barangkali aku hanya belum menemukan ‘kamu’ saja.

Aku pernah jatuh cinta pada seseorang yang memiliki semuanya.

Dia tidak pernah kekurangan, tentu saja begitu juga aku. Aku hanya tinggal menyebutkan, dan dia akan membelikan. Semahal apa pun, atau sejauh apa pun, dia tetap bisa mendapatkannya. Aku bahagia. Bergelimpangan apa saja. Tapi aku merasa sepi. Aku sampai bisa menghitung berapa kali dia bisa bertatap muka denganku dalam setahun. Dan itu sangat minim. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Tapi tidak mengapa, barangkali aku hanya belum menemukan ‘kamu’ saja.

‘Kamu’ sedang di mana? Sedang dipersiapkan untukku ketika aku juga sedang menyiapkan diri untuk’mu’? Dimana kita belajar menjadi diri kita yang terbaik untuk kemudian dipertemukan di sebuah ‘kebetulan’ dan saling jatuh cinta? Sepertinya menyenangkan. Jadi ketika nanti kita bertemu, kita sudah sama-sama saling bisa menerima. Berbahagia meski itu hanya dengan saling bertatap muka saja. Kalau begitu tidak apa. Aku akan menunggu’mu’ saja.

Karena oleh Tuhan, sebenarnya bahagia itu selalu datang tepat waktu. Mungkin manusianya saja yang selalu terburu-buru. Termasuk tentang 'kamu', masa depanku. Siapa pun itu.

15 komentar:

uTit MarcUtit mengatakan...

mantap kaaaa.... ^_^

Anonim mengatakan...

bagus :)

Ririe Khayan mengatakan...

'kamu' kapanpun datangnya it will the right time..

Arif Zunaidi Riu Aj mengatakan...

Dia, dia, dia. ini tentang dia yang juga hadir di hidupku, mewarnai kisahku.

Dia lucu. Sangat lucu sampai bisa menghiburku dalam keadaan apa pun juga. Tapi lalu aku patah hati. Karena sebegitu menariknya dia, sampai kemudian dia membagi hatinya kepada orang lain yang terpesona oleh betapa lucunya dia. Tapi tidak mengapa, aku baik-baik saja. Barangkali aku hanya belum menemukan ‘kamu’ saja.

Sarnisa Anggriani Kadir mengatakan...

'kamu' aku kan menunggu selama apa kamu datang :)

Rosa Al-Rosyid mengatakan...

semoga 'kamu' tau, bahwa aku mencintaimu jauh sebelum takdir mempersatukan kita :)

nice post ;)

risauan persona mengatakan...

gaya bahasa ringan dengan rasa yang pas, tak ada yang berlebihan,, nice namarappuccino :)

dianmeithasari mengatakan...

Akan selalu ada satu 'kamu' untuk satu 'aku'
Manis deh tulisannya (:

Nonanovnov mengatakan...

senyum aja deh,, selalu bagus sih tulisannya :))

Laini Laitu mengatakan...

'kamu' masa depanku
Aku kan menunggu hingga akhirnya kamu ada di hadapanku :D

Happy Fibi mengatakan...

Keren, Mas >.<
Kalimatnya gag berat, tapi dalem.. (y)

shabrina SNI mengatakan...

feelnya dapet kak. .(selalu sih)
keep posting :D

nana chiboleg mengatakan...

BAGUS BANGETTT

dyantri mengatakan...

berharap 'kamu' segera datang

neng hepi mengatakan...

Suka paragraf terakhir, Mas :D