Rabu, 06 Juni 2012

Selesaikan Apa Pun Yang Kita Mulai



Video ini, bisa membuat kita menangis. :) Semoga yang membaca, memiliki kecepatan internet yang cukup ketika menontonnya.

Kalau tidak memiliki kecepatan itu, biar saya yang berbagi.


                                                                   *****


 Adalah Olimpiade Barcelona pada tahun 1992 dalam sebuah lomba lari 400 meter.
"Tidak semua hal, berjalan sesuai yang kamu sukai."


Seorang lelaki, bersiap lomba. Dia mengelap keringat, melakukan pemanasan, dan mungkin juga sambil menenangkan dirinya sebelum lomba, karena ada 65 ribu orang yang menontonnya secara langsung.
Namanya adalah Derek Redmond. Dia difavoritkan akan mendapat medali di lomba lari ini.

Lalu pistol diletuskan, dan delapan orang pun berlari sekencang mungkin. Derek berada di lintasan 5.

Dia berlari, berlari, dan berlari.

Baru berjarak 150 meter dari garis start, dia menderita sakit yang sangat pada kakinya. Dia jatuh terduduk sambil mengerang.

Dia terdiam beberapa lama mengerang kesakitan.

Meski sudah jauh tertinggal, dan ketujuh peserta lain sudah mencapai finish, Derek bangkit. Berdiri. Berusaha berlari dengan satu kaki normal dan satu kaki pincang.

Lagi. Dia berlari, berlari, dan berlari. Mengerang, mengerang, dan mengerang.

Beberapa panitia mendekat dan mencegahnya. Tapi derek terus berlari.






Tiba-tiba ada seseorang yang berlari masuk ke lintasan. Meski dicegah panitia, dia tetap menerobosnya. Lalu berlari di samping Derek, merangkulnya, dan berlari bersama.





Derek menangis keras di bahu orang itu sambil terus berlari.





Orang itu adalah ayahnya. Ayah Derek.


"Kamu tidak harus melakukan ini," kata ayahnya.
"Tidak. Saya harus melakukannya," jawab Derek.
"Kalau begitu, ayo kita lakukan bersama," kata ayah Derek lagi.

Perlombaan sudah selesai, pemenang sudah ditentukan. Tapi Derek dan ayahnya masih di lintasan. Berjalan. Dengan semua penonton ke arah mereka. Dengan semua kamera tertuju ke arah mereka.





Derek terus menangis. Tapi juga terus berjalan menuju garis finish.




Beberapa saat sebelum garis finish, ayah Derek melepasnya. Derek berjalan sendiri ke garis finish. Masih kesakitan.

Lalu 65 ribu orang melakukan standing ovation kepadanya.







Derek tidak mendapatkan mendalinya. Tapi dia datang ke olimpiade bukan untuk memulainya saja, dia berniat menyelesaikannya. Dia bisa saja beralasan kakinya sakit, dan semua orang akan paham, semua orang akan mengerti. Tapi dia tidak melakukannya. Dia harus menyelesaikannya.

Dia tidak gagal. Karena dia menyelesaikannya.


"Ketika kita tidak menyerah, kita tidak akan gagal."

7 komentar:

Ikesusest mengatakan...

sedih banget. tapi maknanya dalem. "selesaikan apa yang pernah kita mulai. dan itu berarti kita tidak gagal. kita menyelesaikannya"

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

jadi ingat film cars,saat mcqueen kehilangan dua rodanya sesaat sebelum finish tapi dia tetap berusaha kegaris finsih walaupun dengancara meangkak . oops ini film kartun :-D

Endah mengatakan...

kisah yang menguras air mata

Bintang Dandelion - Widie mengatakan...

Kisah ini membuat aku bersemangat menyelesaikan 'hal' yang telah aku mulai. Meskipun sedikit terlambat bukan berarti gagal, karena aku akan menyelesaikannya..Cayoo!!
nice story :)

Sarnisa Anggriani Kadir mengatakan...

saya menangis beneran kak, pas baca tulisan yang ayahnya masuk kelapangan..
huaaa... ingat papa :(

namarappuccino mengatakan...

@Ike: Iya. It so deep. :) lets finish everything that we start.

@mbak Lidya: Mbak Lidyaaaa, apa kabaar? maaf lama gak berkunjung ke blog mbak. Sedang hectic banget dengan kerjaan.

@Endah: Iya. Tapi menggugah. :)

@Bintang: Cayooooo. Ganbatte. Ayo, saya juga sedang menyelesaikan sesuatu. ^^

@Dek Aii: :) *speechless*

Laini Laitu mengatakan...

ya Ampun baca dan nangis beneran kak..
:'(.