Rabu, 18 Juli 2012

Kebodohan-Kebodohanmu


Kebodohanmu yang pertama adalah kamu masih saja bersamanya ketika dia sudah berulang kali melukaimu. Kamu mau membodohi dirimu sendiri dengan mengatasnamakan jatuh cinta? Terserah. Aku tetap akan menganggapnya kebodohanmu. Karena kalau kamu berjuang sendirian itu bukan jatuh cinta. Yang satu (baca: kamu) bertindak bodoh, yang satu (baca: dia) memanfaatkan kebodohanmu yang terus bisa memaafkan dia. Yang dia cintai bukan kamu, tapi kebodohanmu yang terus bisa memaafkan kesalahannya yang sama.

Kebodohanmu yang kedua adalah lebih memilih bertahan daripada melepaskan. Kamu ngeyel menginginkan bahagia tapi tidak juga mau melepaskan dia yang terus memberi luka. Itu sama saja kamu menggendong tas sepuluh kilo, merasa berat, menggerutu bahwa ingin pundakmu merasa ringan, tapi tidak mau meninggalkan tas itu. Mengeluh, tapi tidak mau melakukan apa-apa. Berharap bahagia, tapi menggelayut manja di orang yang selalu memberimu luka.

Kebodohanmu yang ketiga adalah berusaha bertahan. Berusaha bertahan dari seseorang yang tidak mau dipertahankan. Ini seperti memegangi kuda yang berlari kencang agar dia berhenti. Kamu akan terseret karena kekuatanmu terlalu kecil. Kalau kekuatan dia untuk meninggalkan terlalu besar, cepat atau lambat, dia akan meninggalkan. Kamu sangat tahu itu, tapi kamu berusaha membohongi dirimu sendiri dengan alasan, “Siapa tahu masih bisa dipertahankan?” Hah!

Kebodohanmu yang keempat adalah meratapi masa lalumu seolah-olah kebahagiaanmu hanya akan ada di masa lalu, tidak ada di masa sekarang, atau masa depan. Padahal tempat terjauh yang tidak akan bisa kita datangi adalah masa lalu. Sementara kamu terus hidup di masa lalu, meratapinya, mengenangnya, orang-orang terus berjalan. Kalau kamu tidak juga segera berjalan dan malah memilih bertahan, kamu akan ketinggalan, menua, dan tidak mendapat apa-apa. Dan pada saat kamu menyadarinya, kamu baru menyesalinya. Terlambat. Ke mana saja kesadaranmu sebelumnya? Sekarang kamu mau mengkambinghitamkan siapa?

Kebodohanmu yang kelima adalah terlalu sombong untuk jatuh cinta lagi. Kamu terlalu pemilih hanya karena tidak mau terluka lagi. Kamu mengatasnamakan paranoid sebagai berhati-hati. Berhati-hati itu memperhitungkan, paranoid itu dipukul rata semua adalah keburukan. 

Kebodohanmu yang keenam adalah berusaha menjadi orang lain. Kamu seolah-olah merasa bahagia di situ meski hati kecilmu mengatakan kebahagiaanmu adalah semu. Semua hanya untuk menutupi luka masa lalumu. Padahal kamu bisa saja tetap menjadi diri sendiri yang berbahagia. Tidak perlu menipu, karena sampai kapanpun, tiga yang tidak akan pernah bisa ditipu olehmu adalah Tuhan, malaikat pengawasmu, dan dirimu sendiri.

Kebodohanmu selanjutnya dan terus selanjutnya adalah ... tidak mau berubah. 



16 komentar:

Happy Fibi mengatakan...

Aku suka bagian kebodohan keempat, Mas Na..
Sering ngalamin soalnya..
Haha..

Dalem, Mas.. Bagus :D

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

niat untuk berubah ada tapi suka lupa lagi hehehe

nita mengatakan...

kebodohan yang sebenar ialah mengharap orang yang dicintai itu berubah... :p

Lulu Syifa Fauziah mengatakan...

Yang kelima itu, haduh kesindir ahahaha XD

Laini Laitu mengatakan...

Setelah sebelumnya kebodohan-kebodohanku,
sekarang ada kebodohan-kebodohanmu.

Dan entah kenapa merasa keduanya pernah merasakannya.
Ingin berubah namun tak kunjung jua bisa berubah

Joni Arifin mengatakan...

Kebodohanmu yang yang lain adalah kamu selalu jatuh di lubang yang sama...:))

cemara-angin mengatakan...

Jleeb..

Annisa Mahirah mengatakan...

kebodohan yang keempat dan kelima yang sering ada di dlm diriku sendiri.
jadi kepikiran kenapa abang gak buat novel saja?

Nurjanah mengatakan...

kebodohan keempat dan kelima, sepertinya terlalu sering begitu..
ajari move on dong kak *ngarep dikit :)

AfraidOfHurtingSomeone ButFinallyTheOneHurted mengatakan...

4-5.
banyak temanku ternyata...

Claude C Kenni mengatakan...

Bener banget, manusia kan bukan batu, ga ada alasan untuk tidak mau berubah...

caca mengatakan...

nice kak erick, akn mencoba memperbaiki kebodohan2 itu, tp butuh proses :)

evi mengatakan...

Bertahan dalam kebodohan dalam rangka mencari rasa aman. Perubahan mengandung resiko..Virusnya adalah ...kalau...Kalau saya keluar dari kebodohan ini apakah saya akan bahagia?..Bagaimana kalau saya berusaha pintar ternyata itu tidak yang saya inginkan...

nana chiboleg mengatakan...

bagus bangettt notenya :) sumpah ni keren banget. memang bener-bener yang sering di rasakan sama remaja sekarang yah gini. sakit, tapi mempertahankan kesakitan itu, dan purak2 kuat menghadapi semuanya, dan kemudian susah move on dari sat itu,

yaww

aku folow blog kamu ya :) follback ya

http://catatannanachiboleg.blogspot.com/

Ulul Ilmi Bilqisti mengatakan...

Suer nyindir abis :D
tapi keren banget..

Rias Ramadhani Putri mengatakan...

Sepertinya semua kebodohanku di jabarkan di situ,,tapi keren..:D