Jumat, 06 Juli 2012

Lubangnya Terlalu Dalam


Seseorang sedang berjalan dalam hutan dan melihat sebuah lubang yang cukup besar. Di dasarnya ada harta karun yang sangat bernilai. Orang itu lalu menyondongkan badannya dan menjulurkan tangannya, tapi masih saja tak mampu menjangkau harta itu. Ia menyerah sambil mengeluh, “Lubangnya terlalu dalam, aku tidak bisa menjangkaunya. Terlalu dalam.” 


Orang lain datang ke sana dan bertanya, “Ada apa?”

“Ada harta karun di lubang itu, tapi tidak bisa dijangkau. Lubangnya terlalu dalam.”


Orang kedua lalu berkata, “Minggir, akan aku tunjukkan bagaimana masalah sebenarnya.”

Orang itu kemudian mengambil sebatang galah, “Masalahnya bukan lubangnya yang terlalu dalam, tapi tanganmu yang terlalu pendek.” Ia menjulurkan galah, mengambil harta itu, lalu pergi.


*****


Aneh sekali melihat orang terlalu sering mencari alasan untuk berhenti. Ketika berusaha sesuatu, mendapat sedikit halangan, berhenti. Berusaha bekerja di suatu tempat, mendapat halangan, berhenti. Sudah menjalani dan memulai suatu hal besar, tiba-tiba ada suatu masalah, berhenti.

Padahal  siapa tahu itu hanya ‘tangan kita yang terlalu pendek’ dan kita bisa saja mengatasinya. Ya, karena masalah-masalah yang membuat kita berhenti itu, kalau orang lain melakukannya pasti juga mendapat masalah sama. Iya, masalahnya sama, hanya cara mengatasinya yang berbeda. 


Mencari alasan akan selalu membuat kita berhenti. 

Sering kali ketika kita mengeluh 'Lubangnya terlalu dalam’, kita tidak melakukan apa pun untuk memperbaikinya. Kita malah selalu bersikap negatif dan mengeluhkannya. 


Lubangnya tidak pernah terlalu dalam, tangan kita yang pendek. Padahal tangan kita ukurannya juga hampir sama dengan tangan semua orang. Kalaupun beda, tidak akan terlalu banyak. Cari sesuatu untuk mengatasinya. Berhenti beralasan.



7 komentar:

hima-rain mengatakan...

wow trims sharenya hari ini...hehehehe

Ririe Khayan mengatakan...

hemm...yup, saya sering meneybutnya dengan 'mencari pembenaran' atau legal aspect agar dimaklumi oleh orang lain sebagai kondisi yang 'wajar'..

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

berusaha dulu ya sebelum bilang tidak bisa

Laini Laitu mengatakan...

WOW...
mengeluh sebelum berusaha -__-
merasa tersentuh. :D

Nonanovnov mengatakan...

siiip deh. never ever give up..

shabrina SNI mengatakan...

like this. . :D

Judika B.M. mengatakan...

Sayangnya tidak berlaku untuk hukum rindu dan cinta. Harus berhenti merindu dan mencintai ketika orang yang dirindukan (mungkin) merindukan orang lain :')