Rabu, 12 September 2012

Aku adalah ... nya

Aku adalah puisi, katanya. Tempat dia menempatkan rindunya. 

Aku adalah lirik lagu, katanya lagi. Tempat dia menyamarkan kata "Mencintaimu" secara sembunyi-sembunyi. 

Aku adalah doa, katanya. Tempat dia sering mengucapkan nama setelah nama orang tuanya. 

Aku adalah bahagia baru, katanya. Berbentuk api hangat yang selalu bisa menghanguskan luka lama.

"Aku bahagianya," katanya. "Tidak perlu selalu membuatku tertawa, cukup di sini saja. Selalu ada."  

7 komentar:

Ulul Ilmi Bilqisti mengatakan...

suka yang bagian terakhir

"Aku bahagianya," katanya. "Tidak perlu selalu membuatku tertawa, cukup di sini saja. Selalu ada."

septi ika lestari mengatakan...

arrrrghhh...manis banget...
pengen nanti ada yang bilang gitu tentang aku..hehe :)

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

kamu memang membuatnya bahagia :)

nana chiboleg mengatakan...

so so so lomantisss

Javas K. Niscala mengatakan...

Selalu ada yang bikin aku tertawa setiap membacanya.
emang iya ya... selalu itu rasa dan alasannya. :)

Ayu Rainaya mengatakan...

"Selalu ada." Hm :))

Stephen Cokro mengatakan...

Wah seperti terbang kelangit rasanya! XD