Senin, 10 September 2012

Aku Dengar

Aku dengar, kamu sedang terluka sekarang. Ditinggalkan oleh seseorang yang dulu selalu kamu kejar. Aku tidak tahu bagaimana ceritanya, tapi semoga kamu baik-baik saja.

Aku dengar, kamu lebih kurus sekarang. Katanya mungkin karena kamu terlalu memikirkan kehilanganmu, sehingga melupakan dirimu sendiri. Itu kesalahan seseorang yang sering terjadi ketika dia kehilangan.

Jangan terlalu dipikirkan. 'Seseorang yang memang ditakdirkan bukan untukmu, tidak akan pernah menjadi milikmu'. Sesederhana itu. Kalau kamu bisa menerima itu, kamu akan bisa kembali berjalan. Lalu bisa jatuh cinta lagi, dan mungkin juga patah hati lagi. Tidak apa-apa. Hal itu terjadi kepada semua orang. Tapi pada waktunya nanti, jatuh cintamu akan berhenti. Berhenti pada dia yang datang dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pada dia yang akan bersedia menemanimu sehari-hari.

Dan ketika suatu hari kamu mengira bahwa dia tidak seindah yang kamu bayangkan, well, Tuhan tidak pernah salah dalam memberi. Mungkin kamu yang terlalu menuntut sehingga dia tidak pernah cukup. Mungkin kamu yang selalu membandingkan, sehingga dia selalu terlihat kurang. Sudah waktunya kamu 'menerima'. Karena Tuhan memberi seseorang kepada seseorang lain, pasti ada alasannya.

Aku dengar, kamu mulai menjadi pemurung dan pemarah sekarang. Gampang tersinggung dan menyalahkan semua orang. Jangan terlalu semua dimasukkan ke hati, nanti kamu lelah sendiri. Mungkin mereka bercanda. Kalau keadaanmu sedang tidak dalam patah hati, kamu pasti bisa menerima canda mereka. Kamu hanya sedang rapuh. Mudah tersinggung dengan setiap kata-kata. Menutup mata dan pikiranmu dari mengerti tentang candaan mereka.

Mungkin juga mereka sedang berusaha menghiburmu. Tapi karena kamu terlalu meratapi kejatuhanmu, perhatian mereka diacuhkan olehmu. Lihat dari sisi sebaliknya. Ketika jatuh terpuruk seperti ini, bukankah mereka tidak menjauh darimu? Kenapa tidak menikmati waktu bersama orang-orang ini daripada menghayati lukamu? Pasti lukamu lebih cepat sembuh karena orang-orang yang tidak menjauh meski kamu sedang berubah karena keterpurukanmu, merekalah orang-orang yang tulus.

Aku dengar, kamu tidak lagi optimis sekarang. Merasa bahwa cinta itu menyebalkan. Begitu mencintainya kamu padanya tapi dia mengacuhkanmu. Well, selamat datang di kehidupan. Karena sometimes, shit happen. Itu terjadi. Tidak hanya kepadamu tapi kepada semua orang. Kita bisa menerimanya atau mengeluhkannya. Aku sarankan untuk menerimanya. Menerima kenyataan itu, bahwa kadang, tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan. Tapi Tuhan selalu memberikan yang sesuai. Sesuai untukmu, sesuai untuk seseorang yang disiapkan untukmu nanti. Jangan terburu-buru, karena bahagia selalu didatangkan Tuhan tepat waktu.

Oya, kalau boleh mengatakan, aku masih di sini kalau kamu butuh sesuatu. Selalu. Seperti ketika dulu kamu meninggalkanku demi mengejar seseorang itu. Aku masih di sini, masih menunggu. Menunggu dengan harap-harap cemas apakah waktuku untuk menunggu ini akan terbuang sia-sia atau menghasilkan bahagia. Jadi, karena memang serba tidak pasti, 'menungguku' juga punya batas waktu. Aku anggap peristiwa yang menimpamu ini adalah kesempatanmu yang terakhir untuk memperhatikan bahwa aku selalu memperhatikanmu.

Kamu bisa menerimaku, atau aku segera menghentikan 'menungguku'. Pikirkan cepat, sebelum mencapai batas waktu yang kutentukan untuk berhenti menunggu.


4 komentar:

Javas K. Niscala mengatakan...

Seandainya dia membaca ini, apakah dia juga akan mau kmbali padaku? atakah dia akan mencaciku lagi karena terlalu ikut campur masalah dia? hmmm...

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

aku memang kurus kok dari dulu hihihi oops bukan tentang aku kan tulisannya ya

alaika abdullah mengatakan...

hehe... jadi nyengir baca komennya mba Lydia.... :)

kemana hati nuraninya yaaaa? kenapa dia menutup mata terhadap seseorang yang begitu setia menantinya? :)

Namarappuccino mengatakan...

@Javas: Semoga tidak. :) Semoga tidak.

@mbak Lidya: hahaha mbak Lidya ini.

@Alaika: waaa long time no see. :)