Senin, 30 April 2012

Memaafkanmu Lagi


Tahukah kamu, menurutku, kamu cantik sekali mengenakan kacamata itu. Dengan terusan hitam, tas hitam dan perpaduan kulit putihmu itu, sempurna sekali. Seperti itulah yang selalu aku suka darimu. Semua yang kamu kenakan saat ini adalah yang selalu aku bilang kalau kamu cantik sekali mengenakannya.

Masalahnya menjadi beda. Sesuka apa pun aku melihatmu saat ini, tetap membuatku nyeri. Kamu melakukannya, … lagi. Ini untuk ketiga kalinya.

Tapi tidak ada yang bisa kulakukan. Aku hanya diam memandangimu dari kejauhan. Sesekali menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan cepat. Sesekali lain, aku menengadahkan kepalaku memandangi langit-langit lobi hotel yang meski menarik, tidak pernah bisa membuat fokus perhatianku di situ. Ya. Pikiranku ke mana-mana. Terutama ke arahmu dan lelaki berkemeja putih itu. Tidak tahu apa yang sedang kalian bicarakan. Aku penasaran, tapi aku juga tidak bisa melakukan apa-apa. Aku tidak mau membuat keributan. Jadi, di sinilah aku. Duduk di dekat pot-pot tanaman besar sambil meminum kopiku. Aku suka kopi, tapi kali ini rasanya tetap pahit sekali.

Rabu, 25 April 2012

Keping - Maukah Mengajariku Cara Menyerah Saja?


1.
Pernahkah kamu membayangkan kalau seandainya yang selalu menemanimu bercerita sekarang ini adalah aku?

2.
Kita sudah dewasa, tapi masih seperti anak kecil yang berusaha membohongi perasaan kita seolah-olah itu ada gunanya.

3.
Kalau memang aku berarti, kenapa tidak cepat membawa hatiku pergi dan jangan biarkan aku menunggu lagi?

4.
Segala sesuatu mempunyai sudut pandang berbeda. Tidak harus saling menerima, tapi bisa saling menghargainya.


Selasa, 24 April 2012

Mereka Tidak Mengerti



Lagi, kali ini ada yang melihat kami dengan heran. 

Aku memandunya dari mobil untuk duduk di kursi rodanya. Biasanya dia menggunakan kaki palsu, tapi kakinya yang hilang separuh itu lecet beberapa hari ini, jadi dia menggunakan kursi roda dulu. Aku tersenyum. Dia pun tersenyum. Lalu aku ke belakang kursi roda itu dan mendorongnya pelan. Masih tersenyum.

Lagi, masih ada yang sembunyi-sembunyi melirik kami. Mungkin karena merasa tidak enak jika menatap, maka mereka juga berpura-pura seolah tidak melihat kami. Tapi aku tahu, kentara sekali. Karena kami sering mengalami.

Sabtu, 21 April 2012

Bisa Kamu Hubungi Aku?


Kalau pada suatu waktu kamu menangis,
Bisa kamu hubungi aku?
Aku akan membahagiakanmu semampuku,
Tapi jika pun aku tidak bisa melakukannya, aku akan menangis bersamamu.

Jumat, 20 April 2012

Semuanya Mustahil




"Segala sesuatu yang dapat diciptakan telah tercipta." (Comissioner, U.S. Office of Patents, 1899)

"Telepon ini memiliki terlalu banyak kelemahan untuk dipertimbangkan secara serius sebagai alat komunikasi." (Memo internal Serikat Buruh, 1876)

"Sesuatu yang lebih berat daripada udara mustahil dapat terbang." 
(Lord Kevin, Presiden, Royal Society, 1895)

"Siapa yang sudi mendengarkan aktor berbicara." 
(Harry M. Warner, Warner Brothers Picture 1927, pada era film bisu)

Sayembara Menulis Naskah Citra Risalah

SAYEMBARA
PENULISAN NASKAH RELIGI-ISLAMI 2012
PENERBIT CITRA RISALAH

A.     Ketentuan Naskah
1.      1. Tema naskah: “Ziarah Hati: Berbagi Pengalaman Ruhani”.
2.      2. Materi naskah harus memenuhi beberapa syarat.
a.       Tulisan merupakan kisah nyata pengalaman spiritual/ruhani yang dialami penulis atau orang lain yang dekat dengan penulis. Untuk menghindari rekayasa cerita, penulis harus mencantumkan waktu, tempat, dan pelaku secara jelas.
b.      Spesifikasi tema berkaitan dengan hikmah salah satu ritual/ibadah berikut.
-         Shalat
-         Puasa
-         Zakat dan sedekah
-         Haji
-         Doa dan dzikir
-         Membaca Al-Qur’an
-         Berbakti kepada orangtua (birrul wâlidain)
-         Silaturahim
-         Pernikahan
-         Taubat

Kamis, 19 April 2012

Keping - Kalau Ternyata Hatimu Rapuh Sekali


1.
Bagaimana kalau sesekali kamu menyapa lalu aku menjawab seadanya, jadi kamu tahu seperti apa rasanya?

2.
Kamu pasti tidak tahu beratnya belajar mencintai orang lain sementara aku tak bisa berhenti memikirkanmu.

3.
Hal yang paling tidak bisa kamu lakukan tapi sering kamu lakukan adalah membohongi perasaan.

4.
Beruntungnya kamu, bisa melihat tawanya sesering itu.


Rabu, 18 April 2012

Keping - Sudah Nyaris Saja Lupa


1.
Kalau aku diberi kesempatan untuk mencintaimu sekali lagi, aku akan melakukannya dengan benar kali ini.

2.
Kamu pasti tidak tahu beratnya belajar mencintai orang lain sementara aku tak bisa berhenti memikirkanmu.

3.
Beberapa orang ditakdirkan untuk bertemu, mengenal dan jatuh cinta. Tapi tak pernah bisa mengatakannya.

4.
Aku sudah nyaris saja berhasil untuk lupa, sampai kemudian kamu menyapa.

Selasa, 17 April 2012

Suatu Hari, Kita akan Merindukan Saat Ini

Suatu hari, kita akan merindukan saat ini. Bersama menyeruput kopi, dan menikmati Calamary juga roti. Semalaman memilin cerita demi cerita, entah yang lucu, atau kita berdua yang memang gila, lalu tertawa sampai pramuniaga cafe melihat kita dengan mata jengahnya. Kita tidak peduli. Kita sedang menikmati waktu ini.

Dan kita tidak pernah berhenti. Aku masih bercerita dan kamu masih mendengarnya, lalu tertawa. Kemudian ganti kamu yang bercerita dan aku yang mendengarnya, dan lagi, tertawa. Aku suka momen-momen ini. Jangan pulang dulu. Biar kita puaskan hari ini.

Tidak Gratis


Bagaimana kalau pada saat kamu pulang malam, dengan semua rasa lelah dan cemberutmu itu, aku memasak untukmu sesuatu? Aku tidak begitu bisa masak, tapi kalau nasi goreng kecap pedas aku cukup bisa. Menggoreng ayam dan tempe pun bisa. Tentu saja menggunakan bumbu instan. Hahaha. Maafkan. Tapi tidak apa, bukan? Oya, atau mau mi instan?

Minumnya apa? Kamu suka teh. Aku tahu dari pertama kali kamu meramu teh untuk tamu, dulu, waktu kita pertama kali bertemu. Rasanya lain. Ya. Akan aku buatkan kamu teh hangat, tidak begitu manis, seperti yang selalu kamu buat.

Lalu aku akan mengajakmu ke teras depan rumah dan menikmati taman kecil kita di sana. Tidak terlalu besar, tapi tetap nyaman. Biar aku mendengarmu bercerita tentang pekerjaan atau kejadian di jalanan. Kalau sudah, ganti aku yang akan bercerita. Tapi kamu pasti paham, aku suka bercanda. Jadi maafkan kalau tiba-tiba ceritaku melesat ke mana-mana. Ya, kamu tahulah. Lelucon-lelucon kecil yang selalu aku cari di buku atau internet setiap hari. Apa kamu dengar kata setiap hari? Ya. Yang kamu dengar benar. Aku melakukannya setiap hari. Aku harus memperbarui lelucon baru. Aku suka tawamu. Jadi, aku ingin melihatnya setiap hari. Kadang garing, maafkan. Tapi kadang, kamu malah menertawakan kegaringan ceritaku itu. Tidak apa, yang penting aku bisa melihatnya. Kamu tertawa.

Sabtu, 14 April 2012

Kalau Waktu Kita Nanti Menghabis, Kita Akan Tetap Berbahagia, Bukan?


Apa kamu ingat pertama kali perbincangan kita? Aku masih ingat. Kurang lebihnya. Bagaimana bisa lupa sesuatu yang tidak mau aku lupa? Tapi, sudahlah, lupakan saja. Seingatku kamu yang pertama kali menyapa ketika itu, meskipun sebenarnya aku menginginkan menyapamu lebih dulu dari yang kamu tahu.

Lalu sejak itu seperti candu. Membuat kita berdua ketagihan. Eh, atau aku saja yang merasakannya? Ketagihan? Baiklah, anggap hanya aku yang merasakan. Iya, aku ketagihan untuk terus bertemu dan bercanda denganmu. Bagiku, apa pun yang keluar dari mulutmu (tolong digarisbawahi kata apa pun karena memang benar-benar apa pun), selalu terdengar menarik dan membuatku tersenyum. Ah, mungkin bukan karena ceritamu. Mungkin memang faktor 'kamu'. Tapi apa kamu pernah menyadari itu? Canduku?

Kamis, 12 April 2012

Dua Tetes Air Mata


Dua tetes air mata mengalir dan mengambang di lautan hingga akhirnya saling bertemu.

Salah satu tetes air mata itu bertanya pada tetes air mata lainnya, "Siapa kamu?"

"Aku tetes air mata yang dijatuhkan oleh seorang gadis yang ditinggalkan seorang laki-laki. Dan siapa kamu?"


Selasa, 10 April 2012

Karena Itulah Kenapa Hujan Selalu Menyenangkan


Aku selalu suka melihatmu seperti ini. Memandang hujan sambil tertawa. 

Lalu kamu akan bercerita bahwa di atas hujan itu, sebenarnya ada peri-peri yang menaburkan bunga. Di surga, ada tumbuhan yang bunganya berguguran seperti bunga sakura pada musim semi kalau di bumi, hanya saja tentu saja bunganya lebih indah dari yang ada di bumi. Lalu para peri dan bidadari mengambili reruntuhan bunga yang berjumlah sangat banyak itu dan menaburkannya ke bumi. Karena faktor beda udara, bunga-bunga surga tersebut berubah menjadi tetesan air. Karena itulah hujan selalu menyenangkan. Itu guguran bunga dari tanaman surga yang ditaburkan para bidadari dan peri.

Aku terus tertawa setiap kamu menceritakannya. Meski kamu sudah berulangkali mengatakannya, entah kenapa tidak pernah terasa membosankan. Mungkin karena tawa dan binar matamu yang selalu kentara sekali ketika menceritakannya. Lihat? Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta, jika kamu terus melakukannya. Itu, keriangan dan kehangatan tawamu itu. 

Aku Ini Lucu, Pelupa tapi Tidak Pernah Mudah Melupakanmu


Aku bisa saja berpura-pura tidak melihatmu, mengalihkan pandangan dan berjalan memunggungimu. Tidak perlu saling menyapa, tidak perlu melihat senyummu yang selalu kurindukan itu, dan tidak perlu menenangkan hatiku yang sering menendang-nendang hanya karena mataku mengganggapmu masih cantik seperti dulu.  Masalahnya, hal itu tetap tidak bisa menutupi kalau sebenarnya aku rindu.

Aku melakukan itu sebenarnya tidak untuk menjauhi. Karena aku masih di sini, berusaha sebaik mungkin menjaga senyumanmu di tiap pagi. Hanya hatiku yang pergi. Sudah waktunya dia menemukan kebahagiaannya sendiri setelah hatimu juga mulai ada yang mengisi.

Aku bisa saja juga mengatakan kepada semua orang bahwa aku tidak memiliki perasaan apa pun kepadamu. Iya, semudah orang-orang MLM menawarkan untuk bergabung dengan mereka, entah kemudian ada yang memilih bergabung, atau meski kebanyakan tidak. Ya, seperti itu. Tapi tetap tidak bisa mengubah kenyataan bahwa aku sering sembunyi-sembunyi memperhatikanmu. Mengamati dengan detail apa rambutmu sudah lebih panjang sekarang, apa kamu masih mengeluh tentang tinggi badanmu, apa kamu sehat, dan hal-hal lain semacam itu. Lihat? Aku ini lucu, pelupa, tapi tidak pernah mudah melupakanmu.


Senin, 09 April 2012

Keping - Dulu Semenyenangkan Itu


1.
Berita baiknya, aku memperhatikanmu. Berita buruknya, aku tidak tahu sampai kapan bisa menghentikan itu.

2.
Mungkin, jika rindu bisa mengatakannya sendiri, aku pasti malu. Karena entah berapa ratus kali dia akan mengatakannya kepadamu.

3.
Setiap orang pasti punya sesuatu yang dia sembunyikan. Yang kusembunyikan adalah aku merindukan berbagi cerita denganmu. 
Kalau kamu?

4.
Aku pernah menjadi tujuan pertama cerita-ceritamu. Dulu. Dulu semenyenangkan itu.


Keping - Bagaimana Cara Menuliskan Rindu

1.
Ketika kamu mencoba sekuat tenaga untuk berhenti mencintai, tapi lalu melihat senyumnya, dan menyadari kalau ternyata hatimu rapuh sekali.

2.
Kita nanti akan saling merindukan setiap perbincangan kita. Bedanya, rindumu akan ditambah dengan rindu kepada detail perhatianku.

3.
Jatuh cintanya menyenangkan, memendam perasaannya tidak.

4.
Kalau kamu terus mengira setiap orang akan semenyenangkan yang kamu inginkan, kamu akan mendapat banyak sekali kecewa.

Semangkuk Mi dari Orang Asing


Pada malam itu, seorang gadis remaja bertengkar dengan ibunya karena menginginkan sesuatu tapi tidak diijinkan.

Karena sangat marah, gadis itu segera memutuskan meninggalkan rumah tanpa membawa apa pun. Dia sudah sangat kesal dengan ibunya. Ibunya tidak mencintainya. Kalau sayang, pasti dia akan memberikan apa yang diinginkan anaknya. Mana ada di dunia ini, ibu seperti ibuku. Tidak bisa membahagiakan anak gadisnya! batin gadis itu.

Selang beberapa lama kemudian, saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Dia lapar dan ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tapi ya Tuhan! Ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.


Rabu, 04 April 2012

Once In Love With You


Let me tell you my story ...

Aku pernah, merasa begitu menikmati berbicara denganmu, menertawakan segala hal yang konyol, dan mengamati semua gerak tubuhmu. Rasanya menyenangkan sekali. Kamu selalu satu-satunya yang bisa membuatku betah berlama-lama berbincang bersama orang. Tapi, kalau di sela tawaku atau senyumku itu kamu lihat aku menghembuskan napas panjang, itu aku sedang mengingatkan diri sendiri untuk ‘Jangan jatuh cinta dengan yang ini. Jangan jatuh cinta dengan yang ini.’ 

Pernah merasa seperti itu? Merasa nyaman sekali dan selalu rindu untuk bertemu lagi setiap hari tapi harus menahan diri agar tidak sampai mencintai? Kalau belum, aku beri tahu, rasanya sesak sekali.


Beruntungnya Saya


Pada suatu ketika saya pernah merasa lelah karena berjalan terlalu lama. Kaki rasanya pegal-pegal dan juga mungkin merasa sakit. Bayangkan saja, berjam-jam berjalan atau berdiri di kereta. 

Lalu saya melihat seseorang berjalan menggunakan tongkat karena salah satu kakinya tidak ada. Saya sampai diam saja tidak berkata apa-apa dan menyesal sudah mengeluh. Beruntungnya saya. Tubuh saya sempurna.


Selasa, 03 April 2012

Ketika Rasa Sakitnya Tidak Juga Beranjak Pergi



Kadang,
Ketika rasa sakitnya tidak juga beranjak pergi,
Sering kali bukan karena rasa sakit itu tak mau pergi.
Bisa jadi tidak bisa pergi karena kamu memaksanya tidak pergi dengan terus menghayati peristiwa yang mendatangkan rasa sakit itu.

Perempuan Lain


Setelah 21 tahun menikah, saya tiba-tiba menemukan cara baru dalam menyalakan api cinta kami. Demikian tulis seorang pria yang ingin berbagi pengalaman.

Beberapa waktu lalu istri saya mengusulkan agar saya berkencan dengan seorang perempuan lain, besok malam."Kamu akan mencintainya," kata istri."Apa-apaan sih," protes saya. "Mengapa kamu tidak ikut?""Itu acara kamu berdua sama dia," jawab istri.

Perempuan yang dimaksudnya adalah ibu saya yang telah menjanda selama 19 tahun belakangan ini. Saya jarang menemuinya karena kesibukan kerja dan mengurus tiga anak kami.

Malam itu saya telepon ibu, mengajaknya makan malam dan nonton film.Berdua saja.

"Ada apa dengan istrimu?" kata ibu dari ujung telepon.

Minggu, 01 April 2012

Berbahagia


Hei, Its my birthday! 

Saya tidak akan memperdebatkan apakah saya harus berbahagia karena usia saya bertambah atau seharusnya tidak berbahagia karena justru umur saya berkurang. Pada intinya saya harus berbahagia pada apa pun juga. Itu salah satu cara untuk berbahagia. Eh, atau memang satu-satunya cara.

Untuk menjawab mungkin ada yang bertanya how old I am, im 31. Pretty old, ha? Tapi jiwanya masih muda kok. Hahaha.